
Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating 5 ☆ dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )
.
Selamat membaca ~
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Terima ini. High Tier Demon Magic Art : Dark Flare"
Aku langsung menyerang Dai anak laki-laki raja Drake itu dengan menggunakan sihir api hitamku.
Akan tetapi tepat sebelum api itu mengenai tubuhnya, tiba-tiba saja ada sesuatu yang berwarna merah darah yang menutupi dan melindungi tubuhnya dari ledakan api hitamku.
Mengetahu hal itu aku pun tidak bisa untuk tidak langsung mengeluarkan wajah tidak senangku secara terang-terangan.
"Sial bagaimana kalau ini. High Tier Demon Magic Art : Black Ice Lotus"
Aku menggunakan sihir esku untuk menyerang Dai anak laki-laki raja Drake itu.
Akan tetapi, serangan esku itu tidak bekerja juga seperti api hitamku. Tepat setelah dia membeku tiba-tiba san ada duri berwarna merah darh menusuk dari tanah dalam tanah.
Sial. serangan sihir iblis tingkat tinggiku benar-benar tidak bekerja sedikitpun.
"Sudah tau tidak bekerja kenapa kau masih menggunakannya ?" tanya Azel heran dalam pikiranku.
Tentu saja aku akan tetap menggunakannya. Lagipula sihir iblis tingkat tinggi adalah serangan terkuat yang aku punya sekarang.
"Hah ?! apa kau lupa tentang teknik sihir pedang barumu itu ?" tanya Azel dengan nada datar didalam pikiranku.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Azel dalam pikiranku, aku pun terkejut dan teringat pada saat yang bersamaan.
"Jadi kau benar-benar melupakannya ya ?. Dititik ini aku tidak akan terkejut lagi dengan kebodohan tak berujungmu itu" kata Azel dalam pikiranku.
Berisik.
Tepat setelah mengatakan itu kepada Azel dalam pikiranku, aku pun langsung bersiap-siap untuk menyerang menggunakan teknik sihir pedang baruku.
"Terima ini. Darkness Edge Sword Magic Art : Dark Thurst"
Aku menyerang menggunakan teknik sihir pedang menusukku.
Menyadari aku mencoba untuk menyerang. Dai anak laki-laki raja Drake itu pun langsung membuat sebuah tameng darah didepannya.
__ADS_1
Akan tetapi, seranganku dapat menembusnya dengan sangat mudah seperti memotong mentega lalu menusuk bagian tengah tubuhnya.
*Uhak* Dai anak laki-laki raja Drake memuntahkan darah dari mulutnya.
Setelah itu, aku pun langsung mencabut pedangku dari tubuh Dai anak laki-laki raja Drake yang sedang tidak sadarkan diri, lalu menghempaskannya untuk membersihkan darah yang masih menempel.
Fiuh. Untung saja teknik sihir pedangku dapat menembus pertahanannya itu. Jika saja serangaku tidak dapat menembusnya, aku tidak tau harus bagaimana lagi agar aku bisa mengalahkannya.
"Jadi apa yang akan kau lakukan kepadanya sekarang ?" tanya Azel dalam pikiranku.
Tentu saja membunuhnya, lagipula dia sangat benci kepadaku. Jika aku tidak membunuhnya sekarang mungkin dia akan datang kepadaku dan mencoba untuk balas dendam.
"Daripada membunuhnya, kenapa kau tidak membawanya kembali bersamamu dan menjadikannya sebagai bawahan ?" tanya Azel dalam pikiranku.
Membawanya bersamaku kau bilang ?. Dia itu sangat membenciku, lagipula jika aku membawanya bersamaku, dia hanya akan merepotkanku.
"Itu mudah saja. Kau hanya perlu membuat kontrak ikatan jiwa dengannya, dan dia pun tidak akan mencoba menyerangmu" kata Azel dalam pikiranku.
Heh ?! apa hal seperti itu bisa dilakukan ?!.
"Tentu saja bisa. Akan tetapi kontraknya itu sedikit berbeda dengan kontrak yang kau buat dengan Ryu" kata Azel dalam pikiranku.
Berbeda ? memang apa bedanya ?.
Kontrak ikatan jiwa ini tidak memberikan kerugian sedikitpun kepada kedua belah pihak, akan tetapi memberikan berbagai macam keuntungan kepada kalian berdua" kata Azel dalam pikiranku
Jadi begitu. Tapi keuntungan seperti apa yang kami dapatkan setelah membuat kontrak ikatan jiwa ?.
"Contoh keuntungan yang didapatkan dari ikatan jiwa antara kau dan Ryu adalah evolusi yang terjadi kepada Ryu" kata Azel dalam pikiranku.
Tapi bukannya Ryu berevolusi karena menyerap energi Manaku ?. Lagipula aku mengalirkan cukup banyak energi Manaku saat membuat kontrak dengannya agar dapat berhasil.
"Apa kau bodoh ? bagaimana bisa dia menyerap energi Manamu untuk berevolusi jika attribut kalian berbeda ?!" kata Azel dalam pikiranku.
Kau benar juga. Jadi bagaimana dia bisa melakukan itu ?.
"Itulah keuntungan dari kontrak ikatan jiwa yang didapat oleh Ryu. Dia dapat menyerang energi Manamu walaupun memiliki attribut yang berbeda.
Dan karena dia sudah menyerap cukup banyak energi Manamu, dia pun akhirnya berevolusi dan memperoleh kekuatan yang lebih besar" kata Azel dalam pikiranku.
Aku mengerti. Jadi keuntungan apa yang kudapat dari kontrak ikatan jiwa antara aku dan Ryu ?.
"Sebenarnya aku juga tidak yakin" jawab Azel dalam pikiranku.
__ADS_1
Heh ?! kenapa bisa begitu ?.
"Jika kau menerima keuntungan dari kontrak ikatan jiwa saat itu, seharusnya kau mengalami setidaknya sedikit perubahan ditubuh atau energi Manamu.
Akan tetapi walaupun aku memperhatikan dirimu dengan teliti, aku tetap tidak menemukan sedikitpun perubahan" kata Azel dalam pikiranku.
Jangan-jangan aku telah melakukam kesalaham dan membuat aku tidak mendapatkan apapun dari kontrak ikatan jiwa saat itu ?.
"Itu tidak mungkin. Lagipula aku yang mengajarkanmu melakukan kontrak ikatan jiwa" kata Azel dalam pikiranku.
Kau benar juga.
Tepat setelah aku mengatakan itu kepada Azel,aku menyadari Dai anak laki-laki raja Drake itu sudah sadar kembali.
"Karena dia sudah sadar, sebaiknya kita berhenti membicarakan hal itu, dan segera membuat kontrak ikatan jiwa dengannya" kata Azel dalam pikiranku.
Benar juga tentang itu. Sebelumnya kau mengatakan bahwa kontrak ikatan jiwa yang akan kulakukan dengan anak raja Drake ini berbeda bukan ?.
"Itu benar. Kontrak ikatan jiwa yang akan kau buat dengan anak raja Drake ini adalah kontrak ikatan jiwa antara bawahan dan atasan.
Kontrak ikatan jiwa ini akan membuat dirinya tidak akan pernah berani untuk membunuhmu, bahkan dia akan melindungimu apapun resikonya" kata Azel dalam pikiranku.
Heh ?! bagaimana bisa kau yakin tentang hal itu ?!.
"Tentu saja aku yakin. Lagipula kontrak ikatan jiwa tuan/atasan dan pelayan/bawahan, akan sangat merugikan sisi pelayan/bawahan.
Jika tuan/atasan mereka mati,baeahannya juga akan ikut mati bersama tuan/atasan mereka disaat itu juga.
Bukannya itu sangat kejam ?!.
"Hmph, apa yang kau bicarakan ?! ini masih kurang lebih kejam daripada membunuhnya sekarang juga" kata Azel dalam pikiranku.
Kau benar. Tapi apa dia akan menerima kontrak yang merugikan ini ?!.
"Menerima kau bilang ? tentu saj kita tidak perlu peduli dia menerima kontrak itu atau tidak. Lagipula kita akan membuat kontrak ikatan jiwa ini secara paksa" kata Azel dalam pikiranku.
Heh ?! apa itu bisa dilakukan ?.
"Tentu saja bisa. Kau hanya perlu melakukannya seperti yang aku bilang"kata Azel dalam pikiranku.
Baiklah kalau begitu.
Setelah percakapan itu, Azel pun langsung mulai memberikan informasi yang kubutuhkan ke pikiranku.
__ADS_1