
***
(Skip Sampai Chapter 33 jika mau langsung pertarungan Zoro)
Azami dan Simon pergi menuju arah dimana orang berjubah hitam itu terlempar dengan berlari
"Simon, apa kau bisa mempercepat kecepatanmu ?" tanya Azami
Setelah mendengar Azami mengatakan itu ada urat nadi dikepala Simon muncul yang ditambahkan dengan wajah yang seperti ingin mengatakan"Apa kau mengajak berkelahi !!?".
"Kalau kita tidak menambahkan kecepatan dia mungkin sudah pulih dan bersiap" kata Azami
"Kau pikir aku tidak tau tentang hal itu?" balas Simon dalam kondisi tetap menahan agar tidak mulai bertengkar dengan Azami
Jika dalam kondisi biasa dia akan langsung memukul Azami pas di wajahnya yang menjengkelkan, tapi dia mengerti ini bukan waktunya untuk bertengkar dengannya
"Kalau kau mengetahuinya kenapa kita tetap tidak menambahkan kecepatan ?" tanya Azami bingung
Simon tidak menjawab pertanyaan itu, Dia tidak ingin mengakuinya tapi dia tidak dapat bergerak lebih cepat lagi dari kecepatannya saat ini, dalam kecepatan menurut Simon, Azami Adalah siswa tercepat di akademi golden lion dalam sepengetahuannya.
Walaupun dia mengerti itu dia tidak ingin mengatakannya Azami dengan alasan jika orang itu mengetahui bahwa dia tidak dapat menambah kecepatannya saat ini dia akan mulai mengatakan hal seperti "Apa kau bercanda simon ? bukannya kamu adalah siswa unggulan ?" atau semacannya, dan saat dia mengatakan itu dia pasti akan segera memukulnya tepat diwajahnya. Sebab itulah dia akan menghiraukan pertanyaannya
"Haak !!! Simon apa mungkin kamu tidak dapat menambah kecepatanmu saat ini, sebab itu kamu tidak menjawab pertanyaanku ?" tebak Azami tersenyum
"Haah !!?. Apa kau ingin kuhajar duluan sebelum orang berjubah hitam itu !!?" tanya Simon
Entah itu insting atau keberuntungan, apa yang dikatakan Azami adalah kebenaran yang sebenarnya
Kedua orang ini entah kenapa tidak cocok, mereka akan mulai ribut dan segera bertengkar jika mereka berbicara
Saat mereka sedang berlari kearah orang berjubah hitam itu sambil ribut bertengkar, tiba-tiba mereka merasakan kekuatan energi sihir yang besar. Energi itu sangat dingin dan sangat mengerikan hanya dengan merasakan dari jauh, mereka berdua merasa jika mereka datang kesumber energi itu mereka akan langsung mati hanya karena energi sihir itu
__ADS_1
Karena bahaya dari energi sihir itu, mereka memutuskan untuk berhenti dan bersembunyi didalam salah satu bangunan disana
"Energi sihir macan apa ini !!!?" tanya Azami mengintip lewat jendela
"Aku juga tidak tau, energi yang sangat dingin, gelap dan penuh dengan rasa ingin membunuh. Energi ini terasa seperti paku yang menusuk seluruh tubuhku" jawab Simon
"Mungkin ini adalah energi Iblis bangsawan kelas atas yang sedang berada didekat sini" kata Azami
"Jika itu memang iblis, itu menjelaskan energi sihir yang besar dan terasa seperti ingin membunuh ini" kata Simon setuju
Setelah mereka menyimpulkan bahwa energi itu berasal dari iblis bangsawan, mereka merasa hal ini bukan lagi dilevel yang dapat mereka tangani
"Ini adalah keadaan yang terlalu ekstrim untukku. Jika hanya melawan manusia mungkin kita dapat menanganinya, tapi sekarang bertambah dengan seorang iblis bangsawan yang sedang berada sekitar sini!!?. Ini adalah hal yang tidak bagus" kata Azami tidak senang
"Jadi apa yang sebaiknya kita lakukan sekarang ?" tanya Simon
Simon tentu saja sangat tidak suka dengan sikapnya yang terkadang menjengkelkan tetapi itu bukan berarti dia membencinya. Walaupun terkadang menjengkelkan Simon mengerti dari apa yang dia lihat. Azami itu sangat Hebat dalam fleksibelitas dalam keadaan genting seperti ini, sama seperti saat dia bertarung dengam Kotagawa Shuna.
"Jika kau bertanya kepadaku, mungkin lebih baik kalau kita tetap pergi ke tempat dimana orang berjubah hitam itu berada" jawab Azami
"Menurutku iblis itu sepertinya tidak datang kesini untuk membunuh semua orang, sebab dia tidak bergerak dari tempat dimana dia berada dari tadi. Maka dari itu lebih baik kita tetap mengikuti rencana sebelumnya" jasab Azami
"Hmmm, itu masuk akal. Kalau begitu ayo kita segera pergi ke tempat dimana orang berjubah hitam itu berada" jata Simon setuju
Setelah mereka berdua mengangguk setuju mereka beruda langsung pergi ke tempat orang berjubah hitam berada
Ditempat tujuan Azami dan Simon
"Dasar bocah sialan, untung saja kau membuatku terlempar sampai sini. Jika tidak mungkin aku akan bertemu dengan pemilik energi yang berbahaya ini. Untuk berpikir aku berterimakasih aku telah dihajar sampai terlempar itu terasa sangat aneh" pikir Orang nomor dua
Setelah dia Dibuat terlempar oleh Simon Orang berjubah hitam ini juga merasakan energi sihir yang sangat berbahaya, Dan pemiliknya tepat dimana mereka berada sebelumnya. Simon dan Azami tidak dapat menentukan lokasi pemiliknya karena belum menguasai sepenuhnya teknik untuk merasakan energi sihir ini
__ADS_1
"Hmm !!?.Sepertinya ada dua orang yang datang kesini, dan sepertinya itu adalah para siswa hunter yang tadi" pikir orang nomor dua
Setelah beberapa saat Azami dan Simon akhirnya sampai ditempat dimana orang berjubah hitam yang dibuat terbang oleh Simon. Orang itu sedang duduk seperti dia sudah menunggu mereka
"Akhirnya kalian Sampai juga. Apa yang membuat kalian lama ?" tanya orang nomor dua itu senang sambil duduk dibangunan yang hancur karena dia mendarat saat terlempar
"Sepertinya dia telah menunggu kita untuk sampai" kata Azami
"Sepertinya Begitu" balas Simon
"Karena kalian sudah sampai, bagaimana kalau kita segera mulai permainan ini" kata Orang berjubah hitam nomor dua itu melepaskan jubahnya. Seorang Pria muda menggunakan pakaian berwarna merah tua dengan lambang cerberus dibelakangnya terlihat, dia terlihat sekitar umur dua puluhan Dengan Rambut Pink dan mata merah ditambah Ada lambang Cerberus dengan angka 2 dilehernya
"Saat dia ingin melepaskan Jubahnya aku berharap dia memiliki wajah seseorang paman psikopat yang suka berkelahi. Tapi yang keluar malah seorang pria muda yang terlihat cukup tampan, dan anehnya lagi itu membuatku jengkel" kata Azami kesal
"Dari pada membicarakan itu lebih baik kau mengeluarkan Artifak sihirmu segera" kata Simon
"Kau benar juga" balas Azami setuju
Simon dan Azami mengeluarkan Artifak sihir mereka yang berupa Tombak dan Katana dan sarungnya
"Seperti yang kuduga, kalian pasti setidaknya memiliki Artifak sihir Rank A. Pertarungan ini akan jadi sangat menyenangkan" kata orang berambut pink itu
Simon dan Azami tetap siaga dalam posisi bersiap untuk mencegah mereka diserang tiba-tiba
"Sebelum kita mulai, bisakah kalian memberitau nama kalian" tanya orang berambut pink tersebut
Azami dan Simon saling bertatapan untuk sesaat
"Kurogane Azami" jawab Azami
"Simon" jawab Simon
__ADS_1
"Jadi kalian berdua adalah, Azami Dan Simon. Kalau begitu ingatlah nama ini, orang yang akan membunuh kalian berdua Sakamaki Rentaro" kata orang berambut pink itu
Setelah dia memberikan namanya dia Memanggil Artifak sihir. Artifak sihir itu sangat berbeda dari artifak sihir biasa yang merupakan Senjata perang jaman dahulu. Artifak Sihir Yang dia Panggil adalah Senjata modern Yaitu pistol Dual Eagle