Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 74 : Semi Final ( VIII )


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )


.


Selamat Membaca ~


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah saling bertukar serangan cukup lama Azami dan Simon pun mulai kelelahan


*Hah* *Hah *Hah* suara kehabisan nafas Azami dan Simon


"Untuk berpikir kau masih memiliki kekuatan sebanyak ini setelah menerima tebasan dibahumu"kata Azami kelelahan


"Kau juga sama walaupun tubuhmu cukup banyak menerima luka bakar aku tidal percaya kau masih bisa bergerak segesit itu"kata Simon juga kelelahan


"Tapi !"kata Azami


"Tapi" kata Simon setelah Azami


"AKULAH YANG AKAN MENJADI PEMENANGNYA!!!" seru Azami dan Simon secara bersamaan


Setelah percakapan singkat itu tanpa membuang-buang waktu lagi mereka segera maju melanjutkan pertarungan mereka dan langsung saling bertukar serangan


Dengan kecepatan tinggi Azami menyerang Simon dengan agresif untuk menghentikan Simon menyerang balik, tetapi itu tidak bekerja sebab Simon menggunakan sihir ledakan apinya saat Azami memberikan sedikit celah


"Bagaimana kalau ini !!!"seru Azami menggunakan Teknik sihir pedangnya


(Lightning Blade Sword Art : Lightning Strike)


Azami menyerang Simon menggunakan Teknik sihir pedangnya


"Itu tidak akan berguna" seru Simon menggunakam Teknik sihir tombaknya


(Burning Fang Spear Art : Burning Swing)


Simon pun dapat menangkisnya dengan menggunakan Teknik sihir miliknya


"Apa ? bagaimana bisa ?"tanya Azami tidak percaya

__ADS_1


"Apa kau bodoh ? aku sudah sering melihat pola serangan teknik ini jadi walaupun aku tidak dapat melihatnya aku tetap dapat menebaknya"jawab Simon


"Tch, sialan !!! aku masih belum selesai" kata Azami kesal


Walaupun Teknik sihir pedangnya berhasil ditangkis Azami serangannya tidak berhenti disitu, dia menyerang Simon dengan agresif dan cepat menggunakan pedangnya


Tetapi itu masih sama seperti sebelumnya saat Azami memberikan celah kecil Simom akan segera menyerang balik menggunakan sihirnya untuk membuat jarak diantara mereka


"Sepertinya aku tidak punya pilihan selain menggunakan itu walaupun ini masih belum sempurna"pikir Azami memasuki pedangnya kedalam sarungnya lalu menutup mata untuk memfokuskan energi Mana didalam tubuhnya


Tiba-tiba saja Simon merasakan atmosfer disekitar Azami telah berubah


"Apa yang ingin dia lakukan sekarang ?"pikir Simon


karena dia masih tidak tau apa yang akan dia lakukan oleh Azami dia segera mengambil posisi bertarung dan memperhatikan Azami dengan hati-hati


Saat Simon memperhatikan Azami untuk sesaat tiba-tiba saja dia merasakan energi Mana ditubuh Azami telah meluap melebihi sebelumnya


"Apa dia akan menggunakan sihir !!?" pikir Simon


Setelah selesai memfokuskan energi Mana didalam tubuhnya Azami membukan mata


"Tidak seperti saat aku menggunakan The Dance Of Lightning Strike , aku dapat memfokuskan energi manaku jauh lebih cepat"pikir Azami


Setelah selesai memfokuskan energi mananya Azami pun segera mengambil posisi untuk melepaskan Teknik sihir pedangnya


Dan Simon yang melihat itu merasa jika dia lengah dan tidak berhati-hati dia mungkin akan segera dihabisi oleh serangan Azami yang akan datang


"Oe Simon jika kau tidak suka siara petir aku sarankan kau untuk menutup telingamu sekarang" Azami menyarankan


Awalnya Simon tidak mengerti dengan perkataan tetapi dia mengerti apa yang Azami maksud setelah mendengar suara yang keluar dari pedangnya


Setelah Azami menarik keluar pedangnya dari sarung suara petir yang nyaring terdengar sampai bangku para penonton


Para penonton yang mendengar suara itu sangat kebingungan karena bagaimana bisa mereka mendengar suara petir padahal langit sangatlah cerah tidak ada petir


"Aku tidak menyangka suaranya akan senyaring ini, tetapi setidaknya aku berhasil untuk menggunakannya"kata Azami sambil melihat pedangnya


Pedangnya Azami sekarang telah dibaluti sihir petir yang sangat padat dan Kuat tidak hanya itu sesekali petir itu mengeluarkan suara nyaring dan menyebarkan petir kesekelilingnya

__ADS_1


Simon pun menambahkan kewaspadaannya setelah melihat Teknik sihir pedang Azami yabg belum pernah dia lihat digunakan oleh Azami sebelumnya


"Situasinya tiba-tiba saja jadi memburuk untukku, apa yang harus aku lakukan sekarang ? melihat dari jumlah energi Mana yang dia gunakan sepertinya Azami telah menggunakan hampir semua energi Mananya dan hanya menyisahkan sedikit untuk digunakan saat maju menyerang"pikir Simon


Walaupun sudah berpikir dengan keras dia tetap tidak dapat menemukan solusi yang dapat digunakan dalam situasinya saat ini


"Sial !" pikir Simon kesal


Tepat saat Simon berpikir seperti itu Azami sudah mengambil posisi bertarungnya untuk menggunakan Teknik sihir pedangnya


"Simon aku akan mulai persiapkan dirimu !"kata Azami


Simon mengambil posisi bertarungnya walaupun sebenarnya dia sekarang sedang dalam masalah besar dan itu karena dia tidak memiliki cara untuk menghentikan serangan Azami yang akan datang


Diruangan Khusus para pemimpin Divisi


"Setelah melihat cara bertarung mereka sepertinya mereka memang sangat mirip dengan kalian bukan ?"tanya Tatsumi


"Tentu saja Azami mirip denganku lagipula dia adalah anakku"jawab Ryo


"Ya mirip seperti sifatmu yang menjengkelkan" Rio menambahkan


Rio san Ryo pun mulai membuat keributan dan bertengkar, tetapi itu semua berhenti setelah melihat amarah dari Milia


"Daripada itu bukannya anakmu dalam masalah sekarang Rio ? dari kelihatannya sepertinya dia tidak memiliki cara untuk menangani Teknik sihir pedang yang berisik milik anaknya Ryo" tanya Xiao Mo


"Hahahaha itu benar, anakmu akan dikalahkan oleh anakku makan tu"kata Ryo tertawa


Melihat Ryo tertawa saat mengatakan hal seperti itu membuat urat nadi dikepalanya Rio muncul


"Kau tidak perlu khawatir tentang itu dia akan baik-baik saja lagipula aku sudah mengajarkannya 'itu' " kata Rio tenang


Seluruh orang yang berada diruangan itu terkejut diam untuk sesaat bahkan Ryo yang biasa tidak akan peduli dengan apa yang dikatakan oleh Rio ikut diam terkejut


"Ada apa ? kenapa kalian terdiam saja?"tanya Rio bingung


"Tidak maksudku kau bilang kau mengajari sesuatu bukan ? saat kau bilang 'itu' jangan bilang yang kau maksud adalah Vermellion Breaker bukan ?" tanya Tatsumi gugup


"Tentu saja itu yang kumaksud hanya saja miliknya agaj berbeda" jawab Rio

__ADS_1


"HEEEH !!!!" semua orang diruangan itu terkejut


__ADS_2