Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 180 : Pertarungan Di Mall


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating 5 ☆ dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )


.


Selamat membaca ~


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tepat saat Azel mengatakan hal seperti itu, tiba-tiba saja aku merasakan adanya energi Mana yang sangat besar di jarak yang cukup jauh dari tempat aku berada.


Oi oi oi, kenapa tiba-tiba ada energi Mana yang sangat besar muncul lagi ?!.


"Ini adalah energi Mana milik ibumu" kata Azel didalam pikiranku.


Tunggu apa ?!. Itu adalah energi Mana milik ibuku ?!.


"Benar" kata Azel didalam pikiranku.


Kalau memang itu ibuku, kenapa dia tiba-tiba melepaskan energi Mana dengan jumlah sebesar ini ?.


"Kemungkinan dia sedang bertarung dengan seseorang atau sesuatu" kata Azel didalam pikiranku.


Hmmm, apa yang kau katakan memang masuk akal.


"Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang ?" tanya Azel didalam pikiranku.


Tentu saja aku akan kesana untuk melihatnya, dan jika itu menjadi buruk aku akan langsung menolong ibuku.


"Ya itu terserahmu, tapi ingat jika kau menolong ibumu dengan menggunakan mode iblis, ada kemungkinan sesuatu yang buruk terjadi" kata Azel didalam pikiranku.


Akan aku ingat itu.


"Agus ! Charlotte !, aku teringat untuk melakukan sesuatu, jadi kita akan berpisah disini" Aku langsung berlari menuju dimana energi Mana ibuku sedang berada sekarang.

__ADS_1


Setelah aku berpisah dengan Agus dan Charlotte, dengan menggunakan mode iblis dan pakian khusus yang ditambah topeng untuk menutup wajahku, aku akhirnya sampai di lokasi dimana ibuku serang berada.


Dia sekarang sedang berada di dalam sebuah mall besar, dan disana sedang terjadi pertempuran yang cukup besar.


"Zoro berhati-hatilah, ada sesuatu dengan kecepatan tinggi sedang menuju kearah kita"


Tepat setelah Azel mengatakan hal seperti itu didalam pikiranku, ada sebuah sihir petir sedang mengarah kearahku.


Walaupun begitu, dengan reflekku yang cepat aku pun langsung dapat segera menghindari serangan itu.


Apa-apaan yang tadi itu ?! hampir saja itu mengenai topengku. Untung saja aku sempat menghindarinya.


"Daripada merasa lega, bagaimana kalau kau cepat bersiap untuk serangan selanjutnya" kata Azel didalam pikiranku.


Sekali lagi, tepat saat Azel mengatakan hal seperti itu, ada sebuah serangan petir yang mengarah kearahku.


Tapi kali ini tidak hanya satu serangan sihir petir, melainkan sangat banyak sampai tidak bisa dihitung dengan jari.


"Tch, kenapa semua seranga ini mengarah kearahku ?!" Aku terus menghindar dan mebghancurkan serangan-serangan itu.


Apa sih yang sebenarnya sedang terjadi disini ?.


"Daripada menanyakan itu kepadaku, bagaimana kalau kau tidak lihat saja langsung kedalam ?" kata Azel didalam pikiranku.


Setuju dengan apa yang dikatakan oleh Azel, aku pun segera pergi masuk kedalam mall itu.


Dan sesampainya aku didalam mall itu, aku melihat ibuku yang sedang bertarung dengan seorang laki-laki pengguna elemen petir disana.


"Hahahaa, wanita sialan matilah!!!" teriak laki-laki pengguna elemen petir itu lalu menghujani ibuku dengan sihir petir.


"Dasar menyebalkan" ibuku mengubah semua arah serangan itu keluar bangunan dimana sebelumnya sihir petir itu keluar saat aku belum masuk kedalam.


Jadi ibu mengubah arah serangannya toh. Pantas saja entah kenapa tiba-tiba ada serangan petir yang menuju kearahku walaupun aku sudah menyembunyikan keberadaanku.

__ADS_1


"Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang ?" tanya Azel didalam pikiranku.


Untuk sekarang aku akan menontonnya saja, tapi kalau nyawa ibuku terancam aku akan langsung menolongnya apapun resikonya.


"Sakura Sword Magic Art : Sakura Sword Dance" Ibuku menyerang lelaki pengguna sihir petir itu dengan menggunakan teknik sihir pedangnya.


Menyadari itu, lelaki pengguna sihir petir itu mencoba untuk menghindari serangan ibuku.


Akan tetapi dia tidak dapat menghindari serangan ibuku dengan sempurna dan berakhir mendapatkan luka tebasan di lengan kanannya.


"Apa hanya segini saja kekuatanmu ?" tanya Ibuku kepada laki-laki pengguna sihir petir itu dengan anggun.


"Dasar kau wanita sialan !!!" teriak laki-laki pengguna sihir petir itu kesal.


"Karena aku sudah membuang cukup banyak waktu, ayo kita akhiri ini disini" Ibuku langsung menebas laki-laki pengguna sihir petir itu menggunakan punggung pedangnya untuk membuatnya pingsan.


Sepertinya ibuku tidak memerlukan bantuanku sedikitpun.


"Kekuatan ibumu itu jauh lebih kuat dari pada laki-laki pengguna sihir petir itu, tentu saja dia tidak perlu bantuanmu" kata Azel didalam pikiranku


Kau benar juga.


"Daripada itu, sebaiknya kau segera pergi dari sini atau kau akan bertemu dengan ibum-" kata Azel terhenti karena merasakan energi Mana yang sangat besar sedang menuju ke lokasiku.


Sekarang apa lagi ?! kenapa tiba-tiba aku merasakan energi Mana yang sangat besar sedang menuju kearah sini ?!.


Disaat yang sama, ibuku juga merasakan energi Mana yang sangat besar itu sedang menuju kearah mall ini.


Ibuku mengambil alat komunikasi di kantongnya lalu menghubungi seseorang.


"Hunter Miyazaki Hana, apa yang bisa saya bantu ?" kata seseorang dari alat komunikasi yang digunakan oleh ibuku.


"Aku merasakan sebuah energi Mana yang sangat besar sedabg menuju kearahku dengan kecepatan penuh, aku membutuhkan bantuan secepatnya" kata ibuku.

__ADS_1


"Dimengerti, kalau begitu saya permisi dulu" kata seseorang dari alat komunikasi itu lalu mengakhiri percakapan itu.


Tepat setelah ibuku mengakhiri percakapan itu, aku merasakan energi Mana yang sangay besar itu sudah sampai dan mulai turun menabrak bangunan mall tanpa mengurangi kecepatan


__ADS_2