Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 29 : Pertarungan Sebelum Semi Final ( VII )


__ADS_3

Setelah selesai membaca jangan lupa Like, komen, rating dan jangan lupa juga tombol hati/favorit biar dapat notifikasinya kalau sudah update :)


.


Selamat Menbaca~


.


"Sial, ayolah badanku bergeraklah kalau tidak aku akan dibunuh oleh maniak itu" pikir Simon


Rentaro mendekati Simon dengan berjalan santai kearahnya untuk menghabisi dia


"Semua ini cukup menyenangkan kau tau ? Tapi sayang sekali kita harus megakhirinya, kau akan berkahir disini" kata Rentaro


Suara bunyi Hp Simon yang menunjukkan bahwa sudah sepuluh menit telah berlalu


"Ini sudah sepuluh menit berlalu. Sial aku merasa sangat sulit untuk bergerak padahal Aku harus dapat membawah simaniak ini ke jangkauan serangan Azami" pikir Simon


"Hmm !!? Bunyi apa itu ? terseralah lagi pula kau akan mati, aku tidak peduli dengan hal itu" kata Rentaro


"Satu-satunya caraku membawanya kearah Azami adalah menyerangnya dan mengarahkannya keatas. Tapi aku tidak dapat melakukannya dengan tubuhku yang terluka tanpa ada rencana, yang aku butuhkan hanyalah Sepersekian dimana dia lengah. Tapi bagaimana caranya aku melakukannya" pikir Simon mencari cara


Saat Rentaro ingin mengakhiri Simon dengan menembaknya dikepala. mereka berdua tiba-tiba merasakan Energi yang kuat dari atas bangunan


"Apa ini !!! Aku merasakan energi yang sangat kuat dari atas" kata Rentaro


"Ini adalah kesempatanku !!!" pikir Simon


(Burning Fang Spear Art : Double Burning Swing)


"Apa !!!" Rentaro terkejut


Teknik Sihir tombak jarak dekat Simon mengenai Rentaro yang melemparnya keatas dan menabrak lantai keatas


"Seperti yang kuduga itu tidak cukup untuk membawanya keatas dimana Azami berada karena lantai-lantai ini memngurangi momentum dan kecepatannya" pikir Simon


"Dasar kau bocah sialan, makan ini


(Duel Eagle Gun Art : Pearching Heat Bullet Shot)


Serangan Rentaro Membuat lubang yang besar kesemua lantai dibawahnya. Tapi apa yang dilihat olehnya sangat membuatnya terkejut dan marah


"Kenapa kau masih hidup" tanya Rentaro kesal


Penyebab keterkejutan dan kemarahannya adalah karena Simon dapat bertahan terhadap serangan yang dilepaskan oleh Sakamaki


"Sial yang tadi itu sangatlah menyakitkan" pikir Simon menaha sakit

__ADS_1


Pada saat Rentaro melepaskan kekuatan penuh Pearching Heat Bullet Shot, Simon memfokuskan hampir semua energi sihirnya untuk melindungi dirinya dan ujung tombaknya untuk memotong serangamnya menjadi dua, walaupun tubuhnya hanya terluka sedikit tapi tangannya mendapatkan luka terbakar yang cukup parah.


Saat Simon sampai dilantai terbawah dia pun memeriksa keadaan tangannya yang mendapatkan luka terbakar, dan setelah dia memastikan bahwa tangannya masih dapat bergerak dia bersiap untuk menyerang Rentaro


"Sekarang apa yang mau dilakukan oleh bocah sialan itu" pikir Rentaro kesal


Rentaro masih berada diudara karena dia telah menghancurkan lantai yang dia pijak saat menyerang Simon sebelumnya. Itulah yang membuat Sakamaki bertanya-tanya apa Simon coba lakukan.


"Aku tidak punya pilihan lain. Aku harus melakukannya" pikir simon


(Middle Tier Fire Magic Art : Exploding Fireball)


Simon menggunakan Sihir tingkat menengahnya hanya saja dari pada menembak kearah Sakamaki Dia menggunakannya kearah pas dibawahnya untuk meledakkan dirinya agar dia dapat mencapai Sakamaki keatas, Simon pun terbang keatas dengan kecepatan tinggi


"Apa !!!? dia menerbangkan dirinya keatas" Rentaro terkejut


Simon menuju kearah Sakamaki dengan cepat, walaupun kecepatannya menurun setiap waktunya


"tch. Aku tidak akan membiarkan dirimu melakukan semua hal sesukamu" kata Rentaro


Rentaro menembaki Simon dengan Duel Eaglenya dan membuat Simon mendapatkan lebih banyak luka ditubuhnya


"Sial !!! aku kehilangan kecepatan jika terus begini aku akan kembali jatuh kebawah, dan juga rasa sakit ini sangat mengangguku" pikir Simon menahan sakit


Simon merasa seperti ingin pingsan karena luka-luka yang dia punya sekarang


"Persetan dengan rasa sakit"


(Middle Tier Fire Magic Art : Exploding Fireball)


Diapun dapat menambah kecepatan dengan meledakkan diri lagi walaupun dia mengorbankan tangannya


Rentaro mencoba menembak Simon lagi


"Seperti aku akan membiarkanmu melakukan hal sesukamu, Terima in-" kata Rentaro terhenti


Tiba-tiba Rentari merasakan sakit ditubuhnya yang menyebabkan dia tidak jadi menembak Simon


"Sialan, kenapa rasa sakit ini datang sekarang" pikir Rentaro


Hal yang dialamai Sakamaki terjadi sebab kelalaiannya sendiri. Walaupun Armornya dapat menahan kekuatan serangan musuh tetapi itu tidak mengurangi semuanya dan Dia mengabaikan fakta itu dan terus menerus menerima serangan Simon yang menyebabkan situasinya sekarang


"Dia tiba-tiba tidak jadi menembak. Ini adalah kesempatanku" pikir Simon


"Haaaaaaaaaaa!!! Terima ini !!!" tetiak simon


"Arghh !!!!" jerit Rentaro kesakitan

__ADS_1


Simon menusuk Rentaro yang menyebabkan dia mendorongnya keatas. Walaupun tombak Simon tidak menembus Rentaro, dia tetap merasakan rasa sakit karena fungsi Armornya yang berkurang karena telah diserang terus-menerus sampai berulang kali


Simon terus mendorong Rentaro keatas agar dia dapat membawanya kejangkauan serangan Azami dan menyelesaikan ini semua. Tetapi kecepatannya dengan cepat menurun karena dia sekarang harus mendorong Rentaro


"Kecepatanku semakin menurun sial" kata Simon tidak senang


Dan tiba-tiba Rentaro menodongkan Pistolnya kearah Simon


"Usaha yang bagus tetapi yang akan menjadi pemenangnya adalah aku" kata rentaro


"Sial, kupikir kau sudah tidak sadarkan diri" kata simon terkejut


"Hmph ! Jika aku tidak sadarkan diri hanya karena itu, aku tentu sudah lama mati sebelum aku melawanmu. Dari pada itu lebih baik kau mengatakan kata-kata terakhirmu" balas Rentaro


Sambil mengatakan itu Rentaro bersiap-siap untuk menembak tepat dikepala Simon


"Sepertinya sekarang aku hanya bisa melakukan itu. Lakukan atau mati" pikir Simon


"Kata-kata terkahir ? aku tidak tau ini kata-kata terakhir tapi aku punya sesuatu untuk dikatakan. Sampai jumpa lagi di Neraka Baji***n" kata Simon


(Burning Fang Spear Art : Exploding Spear)


Tepat setelah Simon menggunakan Teknik Sihir Tombak jarak dekatnya, Rentaro Menembak tepat dikepalanya


"Uaghh !!!. Dasar kau bocah sialan !!!" kata Rentaro kesakitan


"Azami akan kuserahkan padamu" kata Simon dalam pikirannya


setalah menggunakan Energi sihir terakhirnya kesadaran simonpun mulai memudar dan diapun terjun kelantai terbawah. Dan karena serangan milik simon tadi Sakamaki sekarang terlempar keatas dan sampai kelantai teratas dengan Azami yang sudah bersiap untuk menyerang


"Akhirnya datang juga. Tapi tunggu kenapa hanya Sakamaki yang datang. Dimana Simon berada" pikir Azami


Karena bingung dengan keberadaan Simon sekarang Azami memutuskan bertanya kepada Sakamaki


"Sakamaki, dimana simon berada bukannya dia yang membawahmu kesini !!?" tanya Azami


Mendengar pertanyaan Azami, Rentaro tertawa terbahak-bahak


"Hahahahahaha. Kamu bertanya dimana temanmu itu ?" tanya Rentaro balik


"Kenapa kau tertawa !!? cepat jawab pertanyaanku" kata Azami heran


"Hahahahaha, Kalau begitu Dengar baik-baik. Temanmu itu telah mati terbunuh olehku" balas Rentaro tertawa


mendengar kata-kata Sakamaki membuat Azami terkejut dan membuat dia kehilangan kendali atas energinya yang ditahan untuk sesaat


"Tidak mungkin !!" kata Azami tidak percaya

__ADS_1


"Hahahahahah, dasar bocah sialan yang tidak dapat menerima kenyataan" kata Rentaro tertawa


Azami tidak ingin percaya dengan apa yang dikatakan oleh Sakamaki. Tetapi setelah dia mencoba merasakan Energi milik Simon, dia tidak dapat menemukannya dan membuatnya mempercayai kata-kata Sakamaki. Dan menimbulkan rasa sedih, kebencian dan Amarah dihati Azami


__ADS_2