Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 75 : Semi Final ( IX )


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )


.


Selamat Membaca ~


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Situasi saat ini sangatlah buruk untuk Simon, walaupun dia sudah terus memikirkan cara untuk mengatasi serangan Azami yang selanjutnya dia tetap tidak dapat menemukam solusi


"Sial ! apa yang harus kelakukan untuk keluar dari situasi ini sekarang !" pikir Simon


Saat dia mengatakan hal-hal seperti itu dalam pikirannya dia pun teringat dengan apa yang diajarkan oleh ayahnya kepadanya sebelum dia memasuki akademi Golden Lion


"Hyaaah !!!"seru Simon menyerang ayahnya saat berlatih bersama


"Pola seranganmu sekarang sepertinya sudah lebih baik dari sebelumnya" kata Rio memuji Simon


"Tentu saja !!! aku sudah banyak berlatih"jawab Simon sambil terus menyerang


Sambil menghindari semua serangan Simon yang mengarah kepadanya Rio tersenyum


"Tapi sayang sekali ini masih tidak cukup untuk mengenai ayah"kata Rio menyerang balik dengan mengetek jidat Simon


Walaupun hanya centilan Simon berguling-guling merasa kesakitan seperti dia habis dipukul menggunakan balok-balok dijidatnya


"Bagaimana centilan bisa sampai terasa sesakit ini" kata Simon berhenti berguling menahan rasa sakit


"Apa kau ayah mengetekmu terlalu kuat ?" tanya Rio khawatir


"T-tidak aku tidak apa-apa, daripada itu kenapa ayah mengajakku berlatih bersama sekarang ? bukannya ayah minggu ini sangat sibuk ?"tanya Simon


"Hm ? itu karena kau sebentar lagi akan memasuki Akademi Golden Lion, jadi ayah memutuskan mengajarkanmu sesuatu yang mungkin akan berguna saat disana nanti"jawab Rio


"Berguna ? apa ayah akan mengajarkan aku teknik bertarung atau hal semacam itu ?" tanya Simon


"Kau bisa bilang seperti itu ini biasa disebut Teknik sihir artifak dan itu mungkin akan berbeda dengan milikmu nanti, tetapi tetap perhatikan baik-baik dijarak aman ok" jawab Rio

__ADS_1


"Baiklah" kata Simon mengambil jarak lalu fokus memperhatikan Ayahnya


Setelah Simon melihat Rio Ayahnya berdiam diri untuk sesaat, tiba-tiba saja tubuh Rio diselimuti oleh api yang membara bahkan Simon yang sudah cukup jauh masih bisa merasakan panasnya


Dan setelah itu tombak yang dipegang oleh Rio ikut terbakar oleh api yang membara bahkan mungkin lebih panas dan membara dari yang menyelimuti tubuhnya


"Simon ini adalah Teknik sihir tombak ayah !!!" seru Rio


(Vermillion Spear Art : Vermillion Breaker)


Rio menusuk sebuah batu besar dan keras yang sudah disiapkan sebelumnya pada saat serangan Rio mengenai batu itu, batu itu langsung mendapatkan lobang besar ditengah


Tetapi tidak hanya batunya saja yang mendapatkan lubang, semua hal yang berada 10 meter dibelakang batu itu juga telah ikut mendapatkan lubang besar


"Woah ayah itu sangat keren !!!"kata Simon kagum


"Tentu saja ini !!!" kata Rio tersenyum sombong


Dan setelah mengingat hal-hal itu Simon memutuskan untuk mencoba untuk menggunakan Teknik sihir tombak yang pernah diajarkan oleh Ayahnya kepadanya


Karena Simon sudah memutuskan untuk mencoba menggunakannya dia pun segera mulai melapisi tubuhnya dengan sihir api seperti ayahnya


Azami yang sudah bersiap untuk maju menyerang tiba-tiba berhenti setelah dia melihat Simon melapisi dirinya sendiri menggunakan sihir apinya


"Apa yang sedang dia lakukan ?"pikir Azami


Karena Azami tidak tau apa yang sedang ingin dicoba oleh Simon dia pun memutuskan untuk mengobservasi Simon dulu untuk sesaat dan setelah itu baru dia maju menyerang


Disisi lain api yang menyelimuti tubuh Simon menjadi semakin kuat dan panas setiap detik yang terlewati


"Sepertinya tubuhku hanya dapat menahan panasnya sampai disini" pikir Simon


Karena Simon sudah selesai melapisi tubuhnya dengan api dia pun segera mencoba untuk melapisi tombaknya dengan api, tetapi ada masalah yang terjadi


Meskipun Simon sudah mencobanya dengan sekuat tenaga tonbaknya tidak dapat diselimuti oleh api seperti yang dilakukan oleh ayahnya


"Kenapa aku tidak bisa melapisi tombakku dengan api" pikir Simon bingung

__ADS_1


Tetapi Simon tiba-tiba teringat tentang pelajaran Teknik sihir artifak disekolahnya


"Walaupun artifak sihir bisa memiliki banyak kesamaan antara satu sama lain tetapi tetap saja itu mustahil untuk memiliki Teknik, kelebihan dan kelemahan yang sama" kata guru Simon disekolah


Setelah menyadari fakta itu Simon menjadi kesal dan mengepalkan tangannya, tetapi dia tiba-tiba menyadari sesuatu


"Hm ? karena tidak bisa sama berarti jika aku mengubahnya sedikit itu tidaklah sama bukan ?"pikir Simon


Tanpa memikirkannya lebih lama Simon memutuskan untuk mencoba untuk mengubah teknik yang ayahnya gunakan menjadi teknik versi miliknya


Setelah Simon mengubah beberapa fitur dari teknik yang digunakan oleh ayahnya akhirnya tombaknya berhasil diselimuti oleh api


Ada beberapa perbedaan antara teknik yang digunaka oleh Ayahnya dan Simon, teknik milik ayahnya bersifat menyelimuti tombaknya dengan jumlah yang sama rata disetiap bagiannya yang membuat kecepatan dan kekuatan yang seimbang


Tetapi milik Simon sedikit berbeda miliknya lebih memfokuskan kekuatan bara apinya dimata tombaknya daripada bagian lain tombak yang membuat kekuatan serangannya lebih kuat tetapi kecepatannya sedikit lebih lambat dari pada teknik yang digunakan oleh ayahnya, Dan tentu saja jika jumlah mana yang digunakan sama besar


Setelah melihat tombak Simon yang tiba-tiba ikut diselimuti api, hal iti membuat Azami menjadi mengerti dengan apa yang sedang ingin dicoba oleh Simon


"Jadi kau juga mencoba untuk menggunakan teknik yang belum kau kuasai ya" pikir Azami tesenyum


Setelah selesai memfokuskan energi mana untuk melapisi tonbaknya dengan api Simon mengambil posisi bertarung lalu melirik kearah Azami dengan senyum


"Maaf karena sudah membuatmu menunggu" kata Simon


"Sepertinya kau juga memiliki sesuatu aku tidak menduganya, tapi tetap saja akulah yang akan memenangkan pertarungan ini" balas Azami mengambil posisi bertarungnya


Setelah percakapan itu mereka berdua terdiam untuk sesaat lalu langsung bergerak maju untuk menyerang


"Terima ini !!!" seru Azami


(Lightning Blade Sword Art : Roaring Lightning Strike)


"Akulah yang akan menjadi pemenangnya" kata Simon


(Burning Fang Spear Art : Burning Fang Breaker)


Tepat ditengah arena Azami dan Simon pun beradu teknik sihir artifak mereka

__ADS_1


__ADS_2