Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 157 : Darkness Edge


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating 5 ☆ dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )


.


Selamat membaca ~


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Karena kau kelihatan kesulitan, aku akan membantumu sedikit.


Kau tidak perlu mencari gambaran yang sama seperti dulu, atau hal kompleks lain.


Lebih baik kalau kau mencari gambaran, yang sederhana dan mudah dibayangkan" kata Azel dalam pikiranku


Hal yang sederhana dan mudah di bayangkan ?. Baiklah aku aoan mencobanya.


Tepat setelah itu, aku pun mulai mengambarkan teknik sihir pedang dikepalaku.


Setelah aku membayangkannya, tiba-tiba saja pedangku bereaksi dan mengeluarkan aura yang lebih kuat daripada yang sebelumnya.


Karena aura kegelapan itu, semua serigala air yang sedang menyerangku langsung berhenti dan gemetar ketakutan.


"Kenapa tiba-tiba saja pedangmu mengeluarkan aura kegelapan yang sangat mengerikan ? Zoro, apa yang kau gambaran untuk teknik sihirmu tadi ?" tanya Azel penasaran didalam pikiranku.


Apa yang aku bayangkan ?!. Karena kau bilang aku hanya perlu membayangkan hal yang sederhana, dan mudah.


Aku hanya menggamabarkan teknik sihir pedang yang sepenuhnya mengandalkan attribut kegelapan.


"Aku mengerti. Pantas saja pedangmu mengeluarkan aura kegelapan yang sangat mengerikan" kata Azel dalam pikiranku.


Tapi ini juga membuatku terkejut. Tidak kusangka pedangku sampai mengeluarkan aura yang sangat mengerikan seperti ini.


"Daripada membicarakan itu, bagaimana kalau kau segera mencoba teknik pertamamu untuk mengalahkan mereka" kata Azel dalam pikiranku.


Kau benar juga. Tapi teknik seperti apa yang sebaiknya aku ciptakan untuk pertama kalinya ?.


"Bagaimana sesuatu yang sangat efektif untuk membunuh musuh dengan satu gerakan ?" saran Azel dalam pikiranku.


Itu bukan ide buruk. Walaupun mungkin hasilnya tidak akan terlalu bagus, karena baru pertama kalinya mencoba aku akan tetap melakukannya.


Aku mengalirkan energi Mana berattribut kegelapan milikku menuju pedangku, lalu menahannya hingga padat.


"Terima ini, bola bulu berjalan !!!"


Aku menusukkan pedangku ketanah, dengan sekuat tenaga.


*Boooom* Suara ledakan.


Tepat setelah aku menacap pedangku ditanah, sebuah ledakan kegelapan seluas 100 meter disekelilingku.


Karena ledakan itu, semua hal yang berada didekatku telah "dihancurkan" oleh sihir berattribut kegelapanku.

__ADS_1


Bahkan aku sampai masuk kedalam lubang besar tercipta karena teknik sihir pedangku.


Heh ?! apa yang baru saja terjadi ?!.


"Aku tidak menyangka teknik sihir pedangmu akan menjadi sekuat ini. Kekuatannya bahkan bisa dibandingkan dengan sihir tingkat tinggi bahkan lebih kuat" kata Azel dalam pikiranku.


Ini gila. Bagaimana bisa kekuatannya sampai sebesar ini ?! seingatku aku hanya mengumpulkan sedikit energi Mana dipedangku, tapi kenapa jadi seperti ini ?.


"Kemungkinan besar, pedangmu itu memiliki kemampuan untuk memperkuat daya serang sampai beberapa kali lipat dari yang seharusnya" kata Azel dalam pikiranku.


Apa kau yakin tentang hal itu ?. Maksudku, bukannya itu telalu hebat ?!.


"Kau terlalu berlebihan, didunia ini pasti mssih ada artifak sihir yang memiliki kemamluan yang lebih hebat.


Daripada membicarakan itu, lebih baik kau memberikan nama dari teknik sihir pedangmu itu" kata Azel dalam pikiranku.


Kalau begitu, karena teknik sihir pedang ini memiliki daya hancur yang lusr biasa, aku akan memberikannya nama Darkness Edge Sword Magic Art : Dark Destroyer Blade.


"Dark Destroyer Blade ya ? itu tidak terlalu buruk" kata Azel dalam pikiranku.


Tepat setelah Azel mengatakan hal seperti itu, aku merasakan sesuatu yang sangat besar sedang mendekat kearahku.


"Zoro. Berhati-hatilah ! ada sesuatu yang datang mendekat" kata Azel dalam pikiranku.


Tenang saja, aku juga menyadari ada sesuatu yang sedang datanf kesini.


Tepat setelah aku mengatakan hal seperti itu kepada Azel dalam pikiranku. Mahkluk besar itu sudah berada sangat dekat denganku.


Dari dalam hutan aku melihat ada monster buaya raksasa berdiri dengan dua kaki keluar. Tubuhnya tidak hanya kekar, kulitnya terlihat sangat keras bahkan jauh lebih keras daripada kadal biru yang sebelumnya aku kalahkan.


Monster itu membawa senjata yang berupa sebuah pedang raksasa berwarna biru bermata satu.


"Hmmm ? aku tidak menyangka monster seperti dia bisa memiliki artifak sihir" kata Azel dalam pikiranku.


Tunggu apa ?! jadi maksudmu pedang besar yang dipegang monster ini adalah sebuah artifak sihir ?!.


"Lebih tepatnya artifak sihir berattribut air dengan rank A, terlebih lagi dia ini memiliki energi Mana yang sangat besar.


Kemungkinan besar dia adalah salah satu monster yang memimpin bagian pusat Crying Forest yang memiliki wilayah kekuasaan didekat sini" kata Azel dalam pikiranku.


Jadi maksudmu, dia datang kesini untuk melawanku karena sudah mssuk kedalam wilayahnya ?.


"Itu bisa jadi alasannya, walaupun begitu, aku juga tidak yakin" kata Azel dalam pikiranku


"Siapa ?" tanya monster buaya raksasa itu melihat kearahku.


"Apa kau bertanya kepadaku ?"


Monster buaya raksasa itu mengangguk.


"Tentu saja dia bertanya kepadamu, memang siapa lagi orang yang berada disini ?" kata Azel dalam pikiranku

__ADS_1


Diamlah.


"Namaku adalah Zoro Frandes, kau hbida memanggilku Zoro. Namamu siapa ?"


"Lardo" jawab


"Lardo ?"


Monster buaya raksasa itu mengangguk.


"Jadi kenapa Lardo datang kesini ?"


"Lardo datang kesini, karena melihat kaboom yang sangat besar" jawab monster buaya raksasa bernama Lardo itu.


Jadi dia datang karena, melihat ledakan yang telah aku buat sebelumnya.


"Tentu saja dia datang karena itu, apa kau bodoh ?" kata Azel dalam pikiranku.


Diamlah, aku hanya ingin memastikan saja.


"Aku mengerti. Karena kau sudah datang kesini, apa yang ingin kau lakukan ?"


"Lardo akan menghajar orang yang meledakan tempat milik Lardo" kata monster buaya raksasa bernama Lardo itu


Untung saja, aku tidak msngatakan kalau aku yang membuat ini meledakan, kalau tidak aku akan terlibat masalah lagi.


"Apa kau takut kepada reptil kecil ini ?" tanya Azel dalam pikiranku.


Bukan itu masalahnya. Jika bisa aku ingin menghindari masalah yang tidak dibutuhkan, karena akan sangat merepotkan.


"Kalau begitu, berjuanglah untuk menemukan orang itu"


Aku melangkah pergi menjauh, perlahan-lahan.


Tetapi tepat saat aku ingin kabur, aku tiba-tiba saja merasakan energi Mana yang sangat besar sedang datang kearah dimana aku berada dengan sangat cepat.


Mahkluk apa itu ?!.


"Sepertinya itu adalah mahkluk yang kita rasakan saat baru datang kesini sebelumnya" kata Azel dalam pikiranku


Jadi apa yang sebaiknya aku lakukan sekarang ?.


"Sekarang sudah tedlambat untuk kabur" kata Azel dalam pikiranku.


Tepat setelah Azel mengatakan itu, monster yang memiliki energi Mana yang sangat besar itu sudah tiba.


Monster itu adalah monster tipe reptil buaya raksasa yang berdiri dengan kedua kakinya, sama seperti Lardo. Akan tetapi yang membuat mereka berbeda adalah dia memiliki badan dan energi Mana yang jauh lebih besar.


"Kakak Lor. Apa kau ingin menghancurkan tempat ini lagi ?" kata monster buaya raksasa Lardo lalu maju menyerang menggunakan pedangnya.


"Adik Lardo, apa kau pikir kau bisa menghentikan kakak Lor ini ?" tanya monster buaya raksasa bernama Lor itu dengan sombong lalu menyerang menggunakan tinjunya

__ADS_1


Dengan begitu mereka berdua pun bertukar serangan dan menyebankan sebuah benturan serangan yang sangat kuat.


__ADS_2