
Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating san juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )
.
Selamat Membaca ~
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
POV Zoro Frandes
Setelah aku membersihkan sekelompok para hunter sampah itu aku segera pergi menuju lokasi Agus dan membantunya untuk menyingkirkan hunter-hunter jahat yang tesisa
"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang ?" tanyaku
"Karena kita sudah selesai menangani hunter yang tersisa sebaiknya kita segera berkumpul dengan yang lain, aku yakin mereka jiga sudah selesai dengan tugas mereka" jawab Agus
"Kalau begitu aku akan tanya keberadaan mereka" kataku menghubungi Daiki menggunakan jam khusus "Daiki bagaimana keadaanmu disana apa kau sudah selesai ?"
"Ya kami sudah selesai bagaimana denganmu ?" tanya Daiki balik menggunakan jam khusus
"Tentu saja sudah selesai ! jadi dimana kita berkumpul sekarang ?" tanyaku
"Aku sudah menghubungi dan menyuruh Taiga dan Itou untuk berkumpul di bagian tengah desa, jadi sebaiknya kalian segera kesana juga" jawab Daiki
"Kalau begitu baiklah ! kami akan segera kesana" kataku menutup percakapan
"Jadi dimana lokasi tempat kita berkumpul ?" tanya Agus kepadaku
"Daiki mengatakan kita akan berkumpul di bagian tengah-tengah desa ! Taiga dan Itou juga sedang dalam perjalanan kesana" jawabku
"Kalau begitu, ayo kita cepat-cepat kesana aku" kata Agus lalu langsung pergi berlari menarikku
Dan entah mengapa aku merasakan perasaan De javu saat ditarik pergi oleh seseorang seperti ini
(Mirip kayak Azami yang menarik Zoro pergi kekantin saat di Chapter 1)
__ADS_1
Setelah Agus menarikku dengan kecepatan tinggi aku selama kurang lebih 5 menit kami pun akhirnya sampai di tengah-tengah kota, disana ada Taiga dan Itou
"Yoo !!! Taiga !!! Itou !!! bagaimana dengan tugas kalian ? apa sudah selesai ?" tanya Agus santai
"Tentu saja sudah selesai ! kau pikir kenapa kami kesini ?" jawab Taiga agak kesal
"Tapi bukannya kau sangat beruntung ada Itou yang bersamamu ! kalau kau sendirian aku yakin kau tidak akan pernah sampai disini" kata Agus santai
"Kuakui aku memang sedikit buta arah tetapi itu tidak berarti aku tidak pernah benar" balas Taiga
"Walaupun kau berkata begitu bukannya kau pernah tersesat sampai perumahan utara saat kita sedang pergi ke mall untuk berbelanja ?!" tanya Agus santai
"A-aku bukan tersesat tetapi hanya bosan berada di mall jadi aku pergi jalan-jalan keperumahan utara" jawab Taiga dengan sedikit keringat diwajahnya
"Terserahlah kau ingin mengatakan apa" kata Agus
"Daripada itu bukannya Daiki dan Charlotte terlalu lama untuk datang kesini ?" tanya Agus menganti topik
"Memang apa yang kau katakan ada benarnya ! jika secara normal mereka seharusnya sudah sampai disini dari tadi" tambah Itou dengan wajah datar
"Kenapa kau berpikir begitu ?" tanyaku pensaran
"Ini adalah rahasia tetapi aku yakin Daiki adalah seorang lolicon" Jawab Agus
Tepat saat Agus mengatakan hal seperti itu Daiki muncul dibelakangnya dengan mata yang terlihat seperti pembunuh yang haus darah, tetapi Agus tidak menyadari itu sama sekali
"Maksudku dia selalu dekat dengan wanita loli pendek seperti Charlotte, dan terlebih lagi dia tidak memiliki bagian yang paling berharga milik wanita yaitu dada yang dapat boing-boing melainkan rata seperti papan cuci" tambah Agus lagi
Setelah Agus mengatakan hal itu sekarang Charlotte yang muncul dibelakang Agus dengan mata seperti pembunuh yang haus darah juga, tetapi Agus tetap tidak menyadarinya sama sekali
Tetapi karena aku merasa jika aku tidak memberitahu dia secepatnya nyawanya akan tidak dapat terselamatkan dari dewa pencabut nyawa yang sedang berada dibelakangnya jadi aku memutuskan untuk memberitahu dia
"Agus lebih baik kau berhenti mengatakan hal seperti itu dan melibat kebelakang" kataku kepada Agus
"Belakangku ?" tanya Agus lalu berbalik melihat kebelakang
__ADS_1
Setelah dia berbalik melihat kebelakang dia melihat disana ada dua orang yang tidak asing baginya sedang melihat dia dengan tatapan penuh kebencian
"D-daiki dan juga Charlotte ?! j-jadi kalian sudah tiba ya !!! kenapa kalian berdua melihaku dengan tatapan seperti itu ?!" kata Agus dibanjiri keringat
"Hooo~ho ! jadi kau tidak tau alasannya !" kata tersenyum dengan mata yang mengerikan
"Kusarankan kamu untuk mengatakan kata-kata teriakhirmu" tambah Charlotte tersenyum dengan mata yang tidak senang
"Hiiiii" jerit Agus
Melihat dari situasinya Agus tau dia tidak bisa keluar dari situasinya sekarang secara utuh jika dia tidak bisa menenangkan mereka berdua dari kemarahan !!! jadi satu-satunya cara Agus dapat keluar dari situasinya saat ini adalah meminta pertolongan dari kami
Mengetahui hal itu dia pun mengedipkan matanya beberapa kali kepada Aku, Itou, dan Taiga, tetapi sayang sekali ! mungkin ini terdengar kejam tapi kami tidak memiliki sedikitpun niat untuk menolongnya dari menerima tiket menuju maut
Maksudku ayolah !!! lihat mereka berdua !!! mereka terlihat seperti orang tua yang sangat marah karena mengetahui anaknya dapat nilai 0 saat ujian tetapi bukannya sedih malah merasa bangga dengan itu
Jadi satu-satunya cara agar kami tidak ikut menerima tiket menuju maut hanyalah berpura-pura tidak tau apapun, jadi kami pun membalikkan badan kami kepada Agus, melihat kami membalikkan badan kami Agus mulai merasa putus asa
"D-daiki ! C-charlotte ! aku bisa jelaskan" kata Agus terbata-bata
"Kau bisa menjelaskan alasanmu setelah kau mati !!!" kata Daiki dan Charlotte bersamaan mulai menyiksa Agus
"Gwaaaaahhhhh !!!!" jerit Agus
Dan begitulah penyiksaan Agus dimulai !
"Daiki kenapa kau lama sekali datang kesini ?" tanyaku kepada Daiki mengabaikan Agus yang terkapar ditanah
"Itu karena diperjalanan aku dan Charlotte kesini aku menyadari sesuatu yang sangat tidak menyenangkan sedang kemari" jawab Daiki menginjak Agus lagi karena belum puas menyiksanya
"Sesuatu yang tidak menyenangkan ? Hal apa itu ?" tanyaku lagi
"Kau akan mengetahuinya setelah mereka datang, lagipula kita tidak bisa pergi sebelum mereka juga pergi dari sini" jawab Daiki menginjak tubuh Agus lagi
"Apa mungkin bantuan dari para hunter jahat ?" tanyaku menebak
__ADS_1
"Mungkin saja bantuan ! mungkin saja tidak ! tetapi satu hal yang kutau ! mereka yang sedang datang kesini tidaklah bersahabat" jawab Daiki tersenyum