
Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating 5 ☆ dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )
.
Selamat membaca ~
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hahahaha, sepertinya kali ini tidak akan menjadi pertarungan yang membosankan"
Pria berambut putih melepaskan energi mana berwarna putih dan abu-abu.
"Sepertinya begitu"
Disaat yang sama Zoro melepaskan energi Mana berwarna hitam pekat yang.
Kedua energi putih dan hitam saling berbenturan dan menciptakan percikan yang sangat besar.
Setelah keduanya sudah melepaskan seluruh kekuatan mereka. Tanpa membuang-buang waktu mereka berdua langsung bergerak untuk menyerang satu sama lain.
*Boom*
Percikan mana terjadi setelah serangan mereka berdua bertemu. Akan tetapi itu semua tidak berhenti disitu saja.
"Terima ini !. Raging Lion Screw"
Pria berambut putih itu melemparkan teknik tinjuan yang berputar seperti bor kearah wajah Zoro.
Melihat serangan datang, Zoro langsung memutar badannya kekanan, lalu mencoba untuk menebas punggung pria berambut putih setelah berhasil menghindari serangannya.
Akan tetapi tepat sebelum bilah pedang Zoro mengenai punggung pria berambut putih itu. Ada sebuah perisai cahaya berwarna putih melindunginya.
Menyadari hal itu, Zoro dengan cepat mundur mengambil jarak aman dan langsung kembali mengambil posisi bertarungnya.
'Apa yang tadi itu ?'
- Hooo. Sepertinya dia bisa menggunakan shir Holy Barrier.
'Holy Barrier ?'
- Sebuah sihir suci yang membrrikan penggunanya menggubakan sebuah barrier cahaya putih yang cukup kuat. Terlebih lagi, barrier itu akan tidak terlihat kecuali sesuatu ingin membahayakan penggunanya.
'Tch, kupikir tadi aku akan bisa memberikannya beberapa tebasan'
- Untuk menembus pertahanan suci itu sebaiknya saat kau menyerang kau gunakan teknik sihir pedang kegelapanmu atau setidaknya sihir iblis tingkat tinggi.
'Baiklah, aku akan melakukannya seperti itu.'
"Hahahaha, hey iblis bertopeng kenapa kau diam saja ? apa kau terlalu terkejut aku dapat menggunakan Holy barrier ?"
__ADS_1
Pria berambut putih itu tertawa sambil menatap Zoro dengan tatapan hewan buas lalu mengambil langkah maju untuk menyerang dengan cepat.
"Raging Lion Chain Strike"
Pria berambut putih melepaskan serangan beruntun agresif yang sangat destruktif kepada Zoro.
Karena tidak mungkin untuk menghindari semua serangan yang datang. Tanpa membuang waktu, Zoro segera menggunakan sihir pelingdung miliknya untuk bertahan
"Darkness Shield"
Sebuah Perisai Kegelapan yang berbentuk seperti tanjung melindungi tubuh Zoro dari serangan beruntun pria berambut putih.
Akan tetapi, pelindung itu hanya bisa melindungi Zoro untuk beberapa waktu dan hancur karena tidak cukup kuat.
"Kau pikir perisai tipis seperti kertas itu dapat menahan serangan beruntun artifakku ?"
"Tch, dasar baji**** sialan !!!"
Sambil mengutuk pria berambut putih, Zoro mencoba untuk menghindari serangan beruntun yang datang kepadanya.
Akan tetapi setelah beberapa saat setelah dia mencoba menghindari serangan beruntun milik pria berambut putih. Beberapa serangan itu mengenai perutnya.
"Ugh"
"Bagaimana rasanya ?"
Pria berambut itu tersenyum jahat sambil terus-menerus melanjutkan serangan beruntunnya.
'Berisik ! aku juga tau itu !!!.'
Tepat setelah meneriakkan itu kepada Azel didalam pikirannya. Zoro menembakkan bola api hitamnya dengan kekuatan penuh.
*Boom*
Ledakan api hitam itu berhasil menghentikan serangan beruntun pria berambut putih dan berhasil membuatnya mendapatkan luka bakar.
Akan tetapi disaat yang sama, serangan itu juga ikut melukai Zoro sendiri.
"Hahahaha, Dasar iblis bangsawan yang sangat gila. Apa kau tidak peduli kalau kau juga akan ikut terkena seranganmu sendiri ?"
"Hmph. Kalau aku tidak peduli memang kenapa ?"
Mendengar jawaban Zoro. Pria berambut putih itu tersenyum dan mulai tertawa terbahak-bahak.
"Kau benar-benar iblis bangsawan yang menarik"
Bagi pria berambut putih. Iblis bangsawan yang berada didepannya itu sangatlah menarik.
Dari semua iblis atau mahkluk supernatural dengan status bangsawan yang pernah dia temui. Mereka selalu memiliki harga diri yang sangat tinggi dan tidak akan menggunakan serangan sembronoh yang akan melukai dirinya tidak peduli seburuk apa situasinya.
__ADS_1
"Pantas saja, orang itu sampai tertarik denganmu. Dan menyuruhku untuk mengetahui identitasmu
Mendengar apa yang dikatakan oleh pria berambut putih Zoro terkejut.
'Ingin mereka mengetahui identitasku ?. Apa mereka adalah salah satu hunter korup yang ingin memusnahkan Black Monarch ?'
- Sepertinya bukan begitu.
'Huh ? kenapa kau berpikir seperti itu',
- Coba pakai otakmu. Jika dia memang seorang hunter, ibumu pasti mengenalinya.
'Apa yang kau katakan masuk akal. Terlebih dengan kekuatan yang dia miliki dia seharusnya salah satu hunter S peringkat tertinggi'
- Terlebih lagi kekuatannya yang digunakan bukanlah kekuatan yang bisa digunakan siapa saja. Aku curiga ada kelompok lain yang terlibat disini.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Azel. Zoro menatap pria berambut putih itu dengan tatapan waspada.
Melihat dia menatapnya dengan tatapan seperti itu. membuat pria berambut putih itu menatapnya sambil tersenyum lebar.
"Sebenarnya aku masih ingin untuk terus bertarung denganmu kau tau ?"
Pria berambut putih itu mengambil posisi bertarungnya lagi.
"Tapi disaat yang sama aku harus menyelesaikan misiku"
Tepat setelah itu, pria berambut putih itu bergerak maju kearah Zoro dengan kecepatan yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Menyadari hal itu. Zoro langsung menggunakan beberala sihir iblisnya sekaligus.
"Dark Shield. Dark Prison"
Zoro menggunakan sihirnya untuk membuat perisai dan sebuah penjarah untuk melindungi dirinya sendiri.
"Raging Lion Drill"
Pria berambut putih itu menggunakan sihir artifaknya dan langsung mengayunkan tinju kanannya ke arah penjara hitam yang menutupi Zoro.
*Tas*
Karena serangan itu. Penjara hitam yang menutupi Zoro hancur berkeping-keping.
Walaupun begitu serangan pria berambut putih tidak berhenti disitu saja.
"Raging Lion Strike"
Serangan kali ini diarahkan ke perisai yang melindungi tubuh Zoro.
*Baam*
__ADS_1
"Ugh"
Walaupun sihir perisai miliknya tidak hancur sepenuhnya. Serangan itu membuat Zoro terlempar.