Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 182 : Pertarungan Sebenarnya


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating 5 ☆ dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )


.


Selamat membaca ~


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


*Baam*


Karena tidak sempat untuk menghindari serangan yang datang, ibu Zoro pun hanya bisa menahan serangan pria itu dengan pedang.


Dan membuatnya berakhir terlempar cukup jauh dari dimana dia berdiri sebelumnya.


'Apa-apaan dengan kecepatan dan kekuatannya itu, dia seperti orang yang berbeda dari yang sebelumnya"


"Hoo, kau masih bisa bereaksi bahkan setelah aku mengeluarkan kekuatan penuhku. Ini akan jadi menarik"


Tanpa membuang-buang waktu pria berambut putih itu mulai bergerak maju kearah ibu Zoro dengan kecepatan tinggi.


Tapi tidak seperti sebelumnya, kali ini Ibu Zoro yang mengambil inisiatif untuk menyerang.


"Scatter Sakura"


Ibu Zoro melepaskan sebuah sihir yang menciptakan sihir bunga sakura yang berjatuhan dan menutupi daerah sekitar mall yang sudah hancur.


"Hmm ? apa ini ?"


Bunga sakura yang berjatuhan itu terus berputar membuat penglihatan dan kemampuan pendeteksi mana pria berambut putih itu terganggu.


"Falling Sakura"


Saat pria berambut putih itu masih kebingungan, ibu Zoro melepaskan serangan teknik pedangnya kearah pundak pria berambut putih itu dari udara.


*Srrrt*


Akan tetapi luka tebasan yang diterima oleh pria berambut putih itu terlalu dangkal.


Mengetahui serangannya hanya dapat menghasilkan sedikit kerusakan walaupun sudah menggunakan teknik pedangnya, ibu Zoro tidak bisa untuk tidak mengerutkan keningnya.


'Sepertinya aku harus menyerangnya habis-habisan"


"Hahahahaha wanita sialan, apa hanya ini yang bisa kau lakukan ?. Kalau hanya begini, kau tidak akan bisa mengalahkanku"


Pria berambut putih itu tertawa sambil melihat luka tebasan yang diterimanya pulih dengan sekejap mata.

__ADS_1


"Teruslah tertawa selagi kau bisa"


Setelah mengatakan itu, ibu Zoro pun mundur kedalam pusaran bunga sakura yang berterbangan dan mengambil posisi bertarung yang berbeda dari sebelumnya.


"Setelah kau terkena teknikku yang akan kugunakan kali ini, kekalahanmu sudah ditetapkan"


"kekalahanku sudah ditetapkan ? hehehe, kalau begitu mari kita lihat bagaimana kau akan melakukannya"


Pria berambut putih itu mengambil posisi bertarung dan melepaskan energi Mananya di saat yang bersamaan.


Disisi lain, Ibu Zoro melompat ke atas udara, dan mengangkat pedangnya keatas.


"Berkumpul"


Tepat setelah ibu Zoro mengatakan itu, semua bunga sakura yang berterbangan membentuk pusaran, berkumpul ke arah pedang yang dipengan olehnya dan menciptakan sebuah pedang raksasa yang terbuat dari kumpulan sihir dengan bunga sakura yang bermekaran mengambang disekitarnya.


"Blossom Sakura Sword"


Setelah berhasil menciptakan pedang raksasa itu, Ibu Zoro langsung menebaskan pedangnya kearah dimana pria berambut putih itu sedang berdiri.


Pria berambut putih itu melompat kekiri dengan cepat untuk menghindari serangan yang datang , dan hampir tidak berhasil menghindarinya.


Akan tetapi serangan ibu Zoro masih belum berakhir disana, dia terus menerus menyerang denhan pedang raksasanya itu.


Karena tidak dapat menghindari semua serangan yang cepat dan kuat itu, pria berambut putih itu mendapatkan luka tebasan yang cukup parah didada bagian kanan.


Mendengar apa yang dikatakan oleh ibu Zoro kepadanya pria berambut putih itu melihat kearah ibu Zoro untuk sesaat lalu setelah itu tersenyum jahat.


"Hahahaha, karena kau memang memintanya, akan kutunjukkan kepadamu"


Setelah mengatakan hal itu, sarung tangan singa emas yang digunakan pria bermabut putih itu mengaluarkan cahaya putih dan abu-abu pekat.


Setelah beberapa saat setelah cahaya putih san abu-abu itu mulai keluar, pria beranbut putih itu melemparkan serangan tinjuan kanannya ke arah dimana Ibu Zoro berada.


"Raging Lion Strike"


Disaat yang sama, Ibu Zoro melompat ke udara dan juga melancarkan serangan teknik pedang raksasanya.


"Blossom Falling Sakura Sword"


Disaat kedua serangan mereka berdua berbenturan, dua energi mana yang berbeda menyebar keseluruh arah dan mulai menghancurkan daerah sekitar.


"Jangan kau pikir aku akan kalah terhadap kriminal sepertimu"


"Hahahaha, Aku tidak menyangka kau masih bisa bertahan bahkan setelah aku menggunakan teknik artifak milikku"

__ADS_1


Walaupun didalam ketegangan itu, pria berambut putih itu tertawa.


Seperti yang dia katakan sebelumnya, sebenarnya dia tidak pernah menyangka serangan yang menggunakan teknik artifaknya dapat ditahan seperti ini.


'Sangat menarik"


Dia sebagai salah satu orang yang terpilih sebagai pasukan sang "dewa" telah mendapatlan sebuah berkah yaitu kekuatan cahaya suci.


Jadi jika seseorang yang hanya seorang manusia dan bukan mahkluk supernatural atau orang yang memiliki berkah dewa dapat menandinginya walaupun hanya beberapa serangan dari kekuatan penuhnya, itu sudah bisa dianggap sangat hebat.


Setelah yakin mangsa yang ada didepannya cukup kuat dan layak untuk dihabisi, dia tidak bisa menyembunyikan senyum jahatnya.


"Kau hebat untuk bisa bertahan melawank selama ini. Akan tetapi itu semua akan berakhir disini"


Tepat setelah mengatakan itu, serangan yang dilepaskan oleh pria berambut putih itu menjadi semakin kuat dan langsung menghancurkan pedang raksasa yang berbenturan denganya.


"Tidak mungkin !"


Ibu Zoro tidak bisa menyembunyikan keterkejutaannya. Serangan sihir pedang terkuat miliknya hancur berkeping-keping menjadi sepihan.


"Karena sepertinya, kau tidak memiliki apapun lagi untuk ditunjukkan. Sebaiknya kita akhiri ini semua sekarang"


Pria berambut putih itu tersenyum dingin, lalu mulai mulai bergerak maju ke lokasi ibu Zoro berada untuk menyerang.


Setelah dia sampai cukup dekat, dia langsung melepaskan serangan tinjunya sekali lagi.


"Raging Lion Strike"


*Baam*


Tidak seperti sebelumnya, ibu Zoro tidak bisa bereaksi terhadap serangannya dan serangannya pun berakhir mengenai perutnya dan membuatnya terlempar.


"Ugh"


Hanya dengan satu pukulan itu, membuat ibu Zoro terbaring memuntahkan darah dan tidak dapat bergerak bahkan hampir sepenuhnya membuatnya kehilangan kesadarannya.


Walaupun begitu dia tetap mencoba untuk bertahan dan bangkit berdiri


"Hahahaha, walaupun kau sudah dalam kondisi seperti ini, kau tetap masih ingin bertarung. Tapi sayang sekali aku tidak ingin membuang-buang waktuku kepada seseorang yang sudah bahkan tidak bisa berdiri dengan benar"


Pria berambut putih itu tertawa sambil berjalan mendekat dimana ibu Zoro sedang berada.


Sambil terus menatap pria berambut putih itu mendekat kearahnya ibu Zoro terus mencoba mempertahankan kesadarannya yang terus menerus berkurang walaupun dia tau itu tidak berguna.


Disaat-saat dia sedang berjuang untuk memepertahankan kesadarannya agar tidak menghilang sepenuhnya, ada sesuatu yang benwr-benar sangat tidak bisa dipercaya telah terjadi didepan matanya saat ini.

__ADS_1


Pria berambut putih yang telah mengalahkannya itu tiba-tiba saja terlempar setelah diserang oleh seorang iblis bertopeng dengan tendangan.


Setelah melakukan itu, iblis bertopeng itu mendekat kearahnya dan mulai menggunakan sebuah sihir yang membuatnya kesadarannya memudar dengan cepat dan hilabg sepenuhnya setelah beberapa saat.


__ADS_2