Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 88 : Mengulur Waktu


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )


.


Selamat Membaca ~


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Laki-laki yang membunuh wasit dan kelompoknya sekarang telah bergerak cepat kearah dimana aku, Azami, dan Simon berada


"Azami !!! Simon !!! Bersiaplah memang mereka menggunakan seragam hunter tetapi mereka datang kesini untuk membunuh kita" teriakku kepada Azami dan Simon


"Dari yang aku lihat sepertinya memang begitu !!" balas Simon tersenyum masam


"Aku bisa melihatnya dengan jelas kau tau !!!" balas Azami


Kami bertiga pun segera mengambil posisi bertarung kami masing-masing untuk bersiap-siap akan serangan mereka yang datang, setelah mereka sudah cukup dekat mereka pun segera menyerang kami dengan serangan yang kuat dan mematikan bahkan jika hanya sekali terkena


Tetapi kami masih bisa menghindari serangan mereka dengan cukup baik tanpa terkena satupun serangan


"Heeeh ... sepertinya kalian cukup kuat dan berkemampuan, tapi itu tidak akan bertahan lama" kata laki-laki yang membunuh wasit sebelumnya


Setelah laki-laki itu mengatakan hal seperti itu, serangan kelompok mereka menjadi lebih kuat dan cepat dari sebelumnya itu membuat kami menjadi semakin kesulitan untuk mencari celah untuk menyerang balik


Kami akhirnya memiliki ruang untuk bernafas setelah sepuluh menit terus-menerus mencoba untuk bertahan dari serangan mereka yang berasal dari segala arah


"Sial !!! sepertinya sebelumnya mereka hanya bermain-main" kata Azami kesal


"Daripada mengeluh lebih baik kau simpan nafasmu untuk bertahan" kata Simon


"Apa katamu ?!" tanya Azami kesal


"Kalian berdua sebaiknya berhenti membuang-buang tenaga kalian dengan bertengkar satu sama lain atau kita akan mati terbunuh disini" kataku mengingatkan mereka

__ADS_1


Setelah mendengar perkataanku mereka pun kembali tenang dan fokus dengan pertempuran lagi


"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang ?" tanya Azami kepadaku


"Sebenarnya sekarang aku tidak memiliki satupun rencana sama sekali, tapi satu hal yang kutau !!! kita harus saling membantu saat bertahan dari serangan mereka" jawabku


"Kupikir itu memang cara yang paling efesien untuk keadaan kita yang tidak memiliki rencana" kata Simon setuju dengan apa yang kukatakan


"Kalau begitu bersiaplah karena mereka datang kemari !!!" kataku mengingatkan


Kelompok mereka maju menyerang kami lagi, tetapi karena sekarang kami sudah berkumpul lagi kami dapat bertahan dengan saling membantu sama lain saat sedang kesulitan menangani serangan mereka


Tetapi sama seperti sebelumnya itu tidak bertahan untuk waktu yang lama, setelah mereka terbiasa dengan cara bertahan kita yang saling membantu kita sekarang malah menjadi dirugikan karena jumlah orang yang menyerang sekaligus bertambah banyak


Karena itu kami bertiga memutuskan untuk berpisah lagi agar musuh yang menyerang secara bersamaan berkurang jumlahnya, tapi itu tidak mengubah posisi kami yang dirugikan


Bahkan sekarang serangan mereka lebih banyak mengenai kami dari sebelumnya


Apa yang harus kulakukan sekarang ?! jika aku tidak memikirkan sesuatu aku, Azami, dan Simon akan benaran mati terbunuh oleh mereka


Memang jika aku menggunakan mode iblisku akan mudah keluar dari situasi berbahaya seperti ini, tapi jika itu akan berakhir tidak bagus karena itu sama saja memberitahu Azami dan Simon bahwa aku bukan lagi manusia


"Jadi apa kau mempunyai rencana lain ?! menurutku lebih baik kalau kau menggunakannya dan mereka mengetahui kalau kau bukan lagi manusia daripada membiarkan mereka mati, tapi itu semua pilihanmu jadi terserahmu" kata Azel dalam pikiranku


Memang apa yang kau katakan ada benarnya, tetapi aku tetap tidak ingin mereka mengetahui kenyataan bahwa aku bukan lagi manusia


"Kalau begitu satu-satunya hal yang dapat kau lakukan sekarang adalah memikirkan bagaimana caranya agar kalian bisa keluar dari sini, tetapi jika nyawamu terancam aku akan langsung memaksa tubuhmu untuk menggunakan mode iblis karena jika kau mati aku akan mati, jadi ingat itu baik-baik" kata Azel dalam pikiranku


Tetapi walaupun Azel mengatakan aku harus memikirkan bagaimana cara agar Aku, Azami, dan Simon dapat keluar dari situasi yang berbahaya seperti ini, mereka sama sekali tidak memberikan kami sedikitpun ruang untuk memikirkan rencana karena serangan agresif mereka yang tak henti-henti


"Sial !!! jika begini terus kita akan mati terbunuh apa yang harus kita lakukan ?!" tanya Azami kepadaku


"Maaf aku sekarang masih tidak memiliki rencana sama sekali" jawabku

__ADS_1


"Kau tidak perlu meminta maaf !!! lagipula ini bukanlah tanggu jawabmu, tapi jika kita tidak memiliki rencana yang bagus kupikir cepat atau lambat kita akan berakhir mati ditangan mereka" kata Azami


"Walaupun kau mengatakan itu, hanya ini saja yang dapat kita lakukan sekarang" kata Simon mendekat setelah lepas dari mereka


Tetapi tiba-tiba aku merasakan energi mana yang sangat familiar sedang menuju kesini dengan kecepatan tinggi


"Apa mungkin itu Daiki ?" gumamku


"Zoro apa kau mengatakan sesuatu ?" tanya Azami


"Ah !!! aku tidak mengatakan apapun" jawabku


"Kau tidak salah energi familiar ini yang sedang menuju kesini adalah energi milik manusia yang menggunakan sihir ruang dan waktu itu, sepertinya dia sudah mengetahui bahwa akan ada penyerangan disini" kata Azel dalam pikiranku


Jika orang yang sedang melaju kesini itu memang adalah Daiki mungkin kita dapat keluar dari situasi sekarang dengan selamat


"Walaupun begitu, jika kalian tidak bisa bertahan sebelum dia dapat sampai itu sama saja" kata Azel dalam pikiranku


Apa yang kau katakan memang benar, kalau begitu apa yang harus kulakukan sekarang adalah mengulur waktu hingga Daiki sampai disini


"Azami !!! Simon !!! aku punya rencana" kataku


Mendengar perkataanku Azami dan Simon terkejut ringan


"Rencana ? kalau begitu cepat beritahu kami" balas Azami


Aku pun memberitahu rencana untuk menguluar waktuku tanpa menyebutkan bahwa yang akan membantu kita adalah Daiki


"Apa kau yakin bantuan akan datang ?!" tanya Simon


"Aku yakin tetapi kita harua mengulur waktu sebelum dia datang" jawabku meyakinkan


"Kalau begitu ayo kita lakukan !!!" kata Azami mengambil posisi bertarung

__ADS_1


Setelah percakapan itu, perjuangan untuk mengulur waktu kami pun dimulai


__ADS_2