
Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating 5 ☆ dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )
.
Selamat membaca ~
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Kata-kata terakhir ? maaf saja, aku tidak tau apa yang sedang kau bicarakan"
Aku memegang tangannya yang sedang mencekikku dengan menggunakan tangan kiriku.
Tetapi ada hal yang tidak terduga terjadi setelah aku menyentuh tangan lelaki berambut jambul kuning itu.
Entah kenapa tiba-tiba saja tangan kiriku langsung terluka dengan sangat parah, dari kulit, daging bahkan tulangku tangan kiriku mendaptkan kerusakan yang parah.
Apa yang telah terjadi ? kenapa tanganku malah yang terluka ?.
"Kau tenang saja, itu hanyalah efek samping dari penggunaan sihir terlarang yang kusiapkan sebelumnya" kata Azel dalam pikiranku
Efek sampingnya ?, memang sihir terlarang macam apa yang barusan kau siapkan ?.
"Yang kusiapkan untuk melawannya adalah Forbbiden Tier Magic Art : Mana Seal, sihir yang dapat membuat target sihir ini tidak dapat menggunakan energi Mananya untuk jangka waktu yang panjang.
Sihir terlarang ini memiliki efek samping yang sangat berat yaitu, tangan pengguna yang digunakan untuk menyentuh target akan langsung leyap menjadi debu.
Tapi berkat kau memiliki tubuh setengah iblis dan aku sudah menekan efek sampingnya, kau hanya mendapatkan luka yang cukup parah ditangan" jawab Azel dalam pikiranku
Aku mengerti, walaupun tangan kiriku mendapatkan luka yang cukup parah, itu masih dalam kondisi yang dapat dipulihkan, disisi lain lelaki berambut jambul kuning itu menjadi tidak bisa menggunakan sihir.
"Sepertinya kecerdasaanmu sekarang sudah bertambah sedikit" kata Azel
Jika dipikir-pikir ini memang bukanlah pertukarang yang buruk, walaupum begitu ini tetap saja sangat menyakitkan.
"Dari merengek seperti bayi lebih baik kau segera menyelesaikan pertarungan ini" kata Azel dalam pikiranku.
Kau benar juga.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan kepadaku ?, kenapa aku tidak bisa menggunakan energi Manaku ?!"
Kata lelaki berambut jambul kuning itu panik dan kebingungan dengan apa yang terjadi kepada dirinya.
"Kau masih bertanya ? tentu saja karena aku sudah menyegel dirimu agar tidak bisa menggunakan sihir"
Aku mengarahkan pedangku ke arah lelaki berambut jambul kuning tersebut.
"Kau telah menyegel diriku ? kau pikir aku percaya hal seperti itu ? mana mungkin ada cara atau sihir yang dapat melakukan hal seperti itu"
Teriak lelaki berambut jambul kuning itu sangat marah karena omonganku.
"Aku tidak perduli kau percaya atau tidak, tetapi kenyataannya berkata itu"
Aku bergerak maju ke arah lelaki berambut jambul kuning itu dengan menggunakan Dark Shadow Step milikku lalu menyerang lelaki itu menggunakan pedangku.
Lelaki berambut jambul kuning itu mencoba untuk menahan seranganku, tetapi dia tidak dapat melakukannya karena kecepatan geraknya telah menurun drastis.
Karena tidak bisa menangkis seranganku, lelaki berambut jambul kuning itu mendapatkan luka tebasan yang cukup parah didadanya.
"Argh !!" jerit lelaki berambut jambul kuning itu kesakitan.
Bahkan dia tidak dapat bereaksi tepat waktu terhadap serangan yang sebelumnya ditangkis dengan mudah.
"Tentu saja kekuatannya telah menurun drastis, pada dasarnya energi Mana itu adalah inti dari kekuatan seseorang.
Semakin kuat energi Mana yang dimiliki seseorang, kekuatan, kecepatan, pertahanan tubuhnya juga pasti akan sangat kuat juga" kata Azel dalam pikiranku
Ini baru pertama kalinya aku mendengar hal seperti itu.
"Hmph, seharusnya kau sudah mengetahuinya tanpa orang mengatakan apapun kepadamu, kau pikir bagaimana bisa tubuhmu menjadi jauh lebih kuat dari pada saat kau masih manusia normal ? itu karena energi Mana iblis yang kau peroleh" kata Azel dalam pikiranku
Baik-baik aku mengerti, jadi bisakah kau berhenti menjelek-jelekkan aku ? masalahnya aku haeus mengalahkan lelaki berambut jambul ini terlebih dahulu.
"Sebenarnya aku mau membacoti kau lebih banyak lagi, tetapi karena situasinya berkata tidak, baiklah aku akan berhenti" kata Azel setuju dalam pikiranku
"Ok ! karena Azel sudah diam, sepertinya sekarang sudah waktunya aku mengakhiri inu semua"
__ADS_1
Aku berjalan dengan santai ke arah dimana lelaki berambut jambul itu berada.
"B-bagaimana bisa ?! aku seharusnya tidak mungkin bisa dikalahkan oleh semut itu"
Kata lelaki berambut jambul kuning itu tidak percaya sambil memegang luka tebasan didadanya.
"Tidak mungkin dikalahkan kau bilang ? yang kau katakan sangatlah lucu, kenapa tidak kau melihat situasimu sekarang ?.
Hanya dengan melihat situasimu sekarang bahkan monyet saja akan tau kalau kau sekarang sudah kalah"
Aku melihat lelaki berambut jambul dengan senyuman jahat.
"A-aku sudah kalah ?!"
Tanya lelaki itu dengan tatapan putus asa yang sangat menyedihkan.
"Karena aku sangat kasihan melihat kondisimu sekadang, aku akan mengakhiri hiduomu dengan segera"
Aku memotong leher lelaki berambut jambul kuning itu dengan satu tebasa, dan membuat kepalanya berguling ditanah.
Fiuh, akhirnya pertarungan yang menyusahkan ini berakhir juga. Sepertimya sekarang aku sebaiknya segera pergi mencari Kyoya, mungkin saja dia mendapatkan masalah setelah kabur.
Dengan cepat aku bergerak ke arah yang dilewati oleh Kyoya sebelumnya.
Setelah aku berlari untuk beberapa saat, aku menemukan Kyoya sedang duduk bersandar sambil memperhatikan sesuatu. didalam ruangan kemudi.
"Kyoya apa kau baik-baik saja ?"
Aku menyapa Kyoya dari belakangnya.
"Hmm ? rupanya Zoro, aku tidak apa-apa hanya sedang menonton sesuatu yang menakjubkan sambil beristirahat" kata Kyoya sambil terus memperhatikan sesuatu dari jendela.
"Sesuatu yang menakjubkan kau bilang ? memang hal apa itu ?"
Karena aku penasaran dengan yang diperhatikan Kyoya, aku pun mengarahkan pandanganku ke keluar jendela.
"B-bagaimana bisa"
__ADS_1
Aku tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut, setelah melihat pemandangan yang sangat tidak masuk akal yaitu sebuah pulau raksasa dari jendela.