Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 65 : Keluarga Simon


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )


.


Selamat Membaca ~


.


"Heh !? Anda adalah ibunya !?"tanya Zoro dan Azami terkejut secara bersamaan


"Benar aku adalah ibunya Simon"kata Milia ibu Simon


Itulah alasan kenapa Simon tidak langsung kembali keruangan peserta karena dia bertemu dengan ibunya saat diperjalanan dan membawanya pergi keluar dari stadiun karena beberapa alasan


"Simon kenapa kau tidak pernah bercerita tentang teman-temanmu kepada ibu ?, karena kau tidak pernah cerita ibu bahkan sempat khawatir bahwa kau tidak memiliki teman kau tau ?"tanya Milia ibunya Simon"Dan tidak hanya itu, ibu juga mendengar dari gurumu kau sempat dirawat dirumah sakit karena terluka parah, saat itu juga kau tidak memberitau ibu soal itu"


Mendengar pertanyaan ibunya keringatnya Simon mulai bercucuran


"I-itu karena ibu tidak pernah bertanya"jawab Simon


"Oh benarkah ?"tanya Milia ibunya Simon


"Daripada itu kenapa ibu datang kesini ?"tanya Simon kepada ibunya


"Tentu saja untuk menyaksikan anak ibu berpartisipasi diturnamen tahun ini"jawab Milia ibu Simon


Disaat itu satu hal yang dipikirkan oleh Zoro dan Azami yaitu "Ibu yang baik"


"Oh benar juga nama kalian siapa ?"tanya Milia ibunya Simom kepada Zoro dan Azami


"Ah benar juga, perkenalkan namaku adalah Zoro Frandes" Zoro memperkenalkan diri


"Namaku adalah Kurogane Azami"Azami memperkenalkan diri


"Huh !? Kurogane !? apakah mungkin kau adalah anaknya Ryo-kun ?"tanya Milia ibu Simon


"Eh !? Apakah ibu mengenal ayahku ?"tanya Azami


"Tidak hanya kenal, dia dulu adalah teman dekat dari suamiku ayahnya Simon"jawab Milia ibunya Simon

__ADS_1


"Jangan mengatakan hal bodoh seperti itu, aku tidak berteman dengannya"kata seseorang tiba-tiba


Laki-laki itu memiliki rambut pendek orange, mata berwarna kuning, dan menggunakan pakaian set kemeja merah dan jas hitam yang terlihat sangat mahal, jika disingkat dia terlihat seperti bos mafia


"Kau akhirnya sudah datang, kenapa kau baru datang sekarang ?"tanya Milia


"Saat aku diperjalan tadi ada penyerangan jadi aku agak lambat maaf"jawab orang itu


"Penyerangan !?"tanya Zoro dan Azami terkejut dalam pikiran mereka


Laki-laki itu tiba-tiba menatap kearah Zoro dan Azami berada


"Dan mereka siapa ?"tanya laki-laki itu kepada Milian ibunya Simon


"Mereka adalah teman-temannya Simon"jawab Milia tersenyum


"Jadi kalian adalah teman-temannya Simon, perkenalkan namaku adalah Rio aku adalah ayahnya Simon"kata Laki-laki itu memperkenalkan diri


Sekali lagi Zoro dan Azami terkejut membeku ditempat dengan mulut menganga, tetapi mereka langsung menenangkan diri dan memperkenalkan diri mereka masing-masing


"Perkenalkan aku adalah Zoro Frandes" Zoro memperkenalkan diri


"Dan aku adalah Kurogane Azami"Azami memperkenalkan diri


Tepat saat dia menanyakan itu ada seseorang yang datang bergabung


"Heee, aku tidak tau kalau Simon adalah anakmu"kata orang itu


Mendengar suara familiar itu Urat nadi langsung muncul dikepala Rio ayahnya Simon


"Bukannya itu Ryo-kun, aku tidak tau kalau kau disini"kata Milia


"Ohh Milia kah, aku sekarang sedang mengambil cuti untuj menonton anakku berpartisipasi diturnamen tahun ini, dan apa yang kalian lakukan disini"tanya Ryo ayahnya Azami


"Memang masalah jika kami berada disini !?"tanya Rio kesal


"He !? Jika Milia saja itu tidak masalah, tetapi jika bos mafia sepertimu disini bisa-bisa saja tempat ini akan menjadi lapangan pertempuran bukan ?"tanya Ryo kesal


Mereka berdua pun mulai bertengkar dipublik, dan setelah Zoro melihat kedua ayah dari Azami dan Simon Zoro pun mengerti kenapa Azami dan Simon tidak bisa akur dari pertama mereka bertemu, itu sudah ada didarah mereka yang membuat mereka tidak bisa akur

__ADS_1


Disaat ayah Simon Rio dan ayah Azami Ryo sedang bertengkar ada dua orang lain yang datang bergabung. Satu orang memiliki rambut hitam panjang yang diikat dengan mata mata sipit menggunakan baju cina bernama Xiao Mo dan orang yang satu lagi memiliki rambut putih pendek dengan mata yang tajam seperti seorang preman dia menggunakan kaos tanpa lengan berwarna hijau tua, celana pendek hitam dan sendal jepit kulit berwarna hitam bernama Miyahara Tatsumi


"Hooh !! bukannya itu adalah sibos mafia Rio"kata Xiao Mo


"Ahh ! kau benar, dia masih tidak berubah selalu bertengkar dengan Ryo, aku meilhat Milia juga berada disini" Tatsumi menambahkan


Setelah memyadari Xiao Mo dan Tatsumi mendekat Rio dan Ryo berhenti bertengkar


"Bukannya kalian orang yang sangat sibuk ? kenapa kalian berdua bisa berada disini ?"tanya Rio


"Hey hey hey kenapa kau dingin sekali, kami sekarang sedang menyaksikan turnamen tahun ini untuk memrekruit siswa yang mungkin bisa bergabung dengan divisi kami"jawab Xiao Mo


"Hoooh!"kata Rio


"Ah benar juga, karena ini adalah waktu jeda bagainana kalau kita semua makan bersama ?"tanya Xiao Mo


"Tidak akan"jawab Rio dan Ryo bersamaan


"Heh !? Kenapa !?" tanya Xiao Mo


"Karena dia juga pasti akan ikut"jawab Rio dan Ryo saling menunjuk bersamaan


"Kalian ini, coba kalian berhenti bertingkah seperti anak kecil. Apa kalian sadar kalau sekarang kalian sudah memiliki anak ? kalian bukan anak remaja lagi kalian tau"kata Xiao Mo lelah


"Memang aku peduli tentang itu !?"kata Rio dan Ryo bersamaan


Walaupun Rio dan Ryo menolak untuk makan bersama mereka berdua tidak memiliki pilihan setelah Milia menjadi marah, bahkan Zoro, Azami, dan Simon yang tidak dimarahi ikut ketakutan melihat sosok Milia saat sedang marah


"Kalau begitu, Ibu dan Ayah akan makan bersama mereka jadi Simon bersenang-senanglah"kata Milia pergi


Setelah itu Ryo, Rio, Milia, Xiao Mo, dan Tatsumi pergi makan bersama meninggalkan Zoro, Azami dan Simon


"Kalau begitu bagaimana kalau kita juga pergi untuk mencari makan" kata Simon


Tetapi Zoro dan Azami tidak merespon dan terdiam untuk sesaat karena ketakutan


"Aku pikir jantungku akan lepas"kata Azami ketakutan setelah melihat ibunya Simon marah


"Aku juga berpikir seperti itu"Zoro menanbahkan

__ADS_1


"Aku mengerti apa yanh kalian rasakan"kata Simon memegang pundak Zoro dan Azami sambil menutup mata


Setelah mereka duduk untuk sesaat mereka bertiga akhirnya pergi untuk mencari tempat makan


__ADS_2