Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 90 : Diluar Kendali


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )


.


Selamat Membaca ~


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


POV Zoro Frandes


Tiba-tiba saja laki-laki yang membunuh wasit itu mengeluarkan energi mana yang sangat besar


"Mulai dari sekarang yang akan menyerang untuk membunuh kalian hanyalah aku, jadi bersiaplah !!!' kata laki-laki itu terasenyum jahat


"Azami !!! Simon !!! bersiaplah dia akan mulai menyerang" teriakku


Tepat saat aku berteriak untuk mengingatkan Azami dan Simon tanpa ku sadari aku sudah terlempar sampai menabrak tembok karena ditendang dengan sangat kuat oleh laki-laki itu


*Uhuk* aku membatukkan darah dari mulutku


"Zoro !!!" teriak Simon


"Dasar kau brengsek" kata Azami marah


"Apa kalian marah karena aku menendang teman kalian seperti bola ?" tanya laki-laki itu remeh


"Aku akan membunuhmu !!!" teriak Azami maju


"Azami jangan gegabah" teriak Simon mencoba untuk menghentikan Azami


Tetapi Azami tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Simon karena dia sudah dipenuhi dengan amarah


"Terima ini !!!" teriak Azami


(Lightning Blade Sword Art : Lightning Strike)


Azami menggunakan teknik sihir pedangnya yang memiliki kecepatan tinggi untuk menyerang laki-laki itu

__ADS_1


"Apa ?!" Azami terkejut


Tidak seperti yang diharapkan oleh Azami, walaupun serangannya sudah mengenai tubuh laki-laki itu tubuhnya tidak mendapat luka bahkan bekas goresan


"Sekeras apa memang tubuhnya sampai aku tidak bisa menebasnya" pikir Azami tidak percaya sambil mundur mengambil jarak aman


"Serangan tang tadi itu cukup hebat, jika itu bukan aku yang menerimanya aku yakin dia akan mendapatkan luka yang cukup parah" kata Laki-laki itu memuji serangan Azamu sambil tersenyum


"Apa dia adalah seorang monster ?!" kata Simon tidak senang dengan apa yang dilihat" Aku harus tenang, petama-tama apa yang harus kulakukan sekarang ? Zoro sepertinya menerima luka yang cukup serius dan harus segera ditangani, tetapi walaupun aku ingin menolongnya aku tidak bisa karena monster itu pasti akan segera membunuhku jika aku melakukannya, jadi apa yang sebaiknya aku lakukan ?!" pikir Simon tidak dapat menemukan solusi untuk situasinya saat ini


Di tempat dimana Zoro terlempar


Sial serangan barusan sangat sakit sekali, sepertinya tulang rusukku patah karena ditendang laki-laki sialan itu


"Sekarang sebaiknya kau memulihkan luka-lukamu dengan menggunakan energi mana iblismu, atau kau tidak dapat menolong teman-temanmu" kata Azel dalam pikiranku


Tapi itu akan membeberkan identitasku sebagai iblis kau tau ?


"Kau tidak perlu menggunakan mode iblismu secara menyeluruh kau hanya perlu menggunakan sedikit, tapi itu akan membuat waktu pemulihanmu menjadi berkurang" jawab Azel dalam pikiranku


Kalau begitu akan kucoba dulu apa aku bisa atau tidak


Tetapi karena aku sedang dalam pertempuran aku tidak bisa menggunakan terlalu banyak waktu untuk memulihkan diri jadi aku hanya memulihkan luka-lukaku kelevel yang tidak masalah walaupun saat sedang dalam pertempuran lalu aku berdiri untuk membantu Azami dan Simon


"Simon !!! bagaimana kondisi kalian apa kalian masih tidak apa-apa ?" tanyaku kepada Simon


"Zoro ?! bukannya kau terluka parah ?! bagaimana kau masih bisa berdiri ?!" tanya Simon terkejut


"Tenang saja luka-lukaku sudah pulih semua" jawabku


"Pulih ?! bagaimana bisa ?!" tanya Simon heran


Apa yang harus kukatakan sekarang ?! aku sudah jelas tidak mungkin mengatakan aku menggunakan energi mana iblis, aku sekarang tidak punya pilihan aku akan mencoba menjelaskan bagaimanapun caranya


"Ahm ... tadi aku menemukan ramuan jatuh disana jadi aku meminumnya" jawabku


"Jadi begitu !!!" Simon mengerti

__ADS_1


Aku merasa lega karena alasan itu berhasil karena Simon adalah orang yang agak idiot


"Daripada itu bagaimana kondisi kalian sekarang ?!" tanyaku menganti topik


"Kami tidak mendapatkan luka yang parah, walaupun begitu aku yakin jika kita tetap tidak memiliki solusi untuk keluar dari situasi ini secepatnya, pada akhirnya cepat atau lambat kita akan berakhir dengan kematian" kata Simon menjelaskan


"Jadi begitu"


Memang apa yang dikatakan Simon tidaklah salah ! jika begini terus kita akan berakhir mati cepat atau lambat, walaupun aku tau bahwa Daiki memang sedang menuju kesini tapi itu tidak mengartikan semuanya akan berjalan sesuai apa yang kuingingkan jadi apa yang sebaiknya kita lakukan sekarang ?!


Tepat saat aku mikirkan hal-hal seperti itu, ada seseorang yang datang kepada laki-laki yang membunuh wasit itu dan mengatakan sesuatu kepadanya


"Sepertinya aku sudah terlalu banyak membuang-buang waktu, hey kalian aku akan memberikan kalian dua pilihan" kata laki-laki itu


"Dua pilihan ?!" tanya Azami bingung


"Benar !!! dua pilihan !!! yang pertama kalian bertiga ikut denganku kemarkas utama secara sukarela dan pilihan kedua adalah kalian akan kubawah kemarkas utama dengan kekerasan" kata Laki-laki itu


"Itu sama saja kau ingin kami untuk ikut dengan kalian" kata Azami kesal


"Aku tidak peduli dengan pendapat kalian, jadi apa yang kalian pilih ?" tanya Laki-laki yang membunuh wasit itu


Tetapi kami bertiga tidak ada yang menjawab pertanyaan laki-laki itu


"Kalau begitu aku akan menganggap kalau kalian memilih pilihan kedua" kata laki-laki yang membunuh wasit itu lalu tiba-tiba menghilang


"Dia menghilang !!!" Azami terkejut


"Sial !!! kemana dia pergi" kata Simon melihat kesekeliling mencari laki-laki itu


Laki-laki itu bergerak sangat cepat !!! apa yang harus kulakukan sekarang


Tepat saat aku sedang memikurkan cara untuk melacak gerakan laki-laki itu, aku melihat dia tiba-tiba muncul dibelakang Azami dan menyerangnya dari belakang dengan pedangnya,


"Azami !!!" teriak Simon


"Daripada mengkhawatirkan orang lebib baik kau mengkhawatirkan dirimu" kata laki-laki itu tiba-tiba muncul didepan Simon lalu memotong tangan kirinya dan menendang perutnya sampai dia memutahkan darah lalu terlempar

__ADS_1


"Dua orang sudah selesai, sekarang tinggal satu lagi dan misiku selesai" pikir laki-laki itu


Tepat saat laki-laki itu sedang memikirkan hal seperti itu dia tiba-tiba merasakan hawa membunuh yang kejam dan dingin disekitarnya


__ADS_2