Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 24 : Pertarungan Sebelum Babak Semi Final ( II )


__ADS_3

Berbeda dari Artifak biasa Artifak milik Sakamaki Rentaro adalah senjata modern yang berupa Dual Eagle dengan warnah hitam dengan garis-garis ungu dibeberapa bagian badan pistol tersebut


"Apa kau serius !!?" Azami terkejut


"Untuk berpikir ada Artifak sihir yang berupa senjata modern, aku tidak tau tentang hal ini" tambah Som


Dengan wajah yang terlihat terkejut karena melihat sebuah artifak sihir yang berupa senjata modern berupa pistol


"Jadi bagaimana menurut kalian, bocah siswa hunter. Bukannya Artifak sihirku sangat keren !!? Namanya Adalah C-Gun" kata Rentaro


Dia mengatakan hal itu sambil menyombongkan Artifak sihirnya kepada Simon dan Azami. Setelah cukup lama dia menyombongkan Artifak sihirnya dia tiba-tiba terdiam sambil melihat kearah Simon dan Azami


"Kupikir cukup sampai disini saja basa-basinya, Mari kita mulai permainan ini" kata Rentaro Tersenyum jahat sambil Menghujani Simon dan Azami dengan peluru.


"Tch. Akan kubakar semua peluru ini" kata Simon


(Middle Tier Fire Magic Art : Exploding Fireball)


Simon mencoba menyingkirkan peluru yang menghujani mereka dengan Exploding Fireball, Tetapi itu tidak berpengaruh


"Apa !!? Pelurunya tidak Terbakar !!!?" Simon terkejut


Peluru yang gagal dihentikan oleh Simon tidak berhenti bergerak, semua peluru itu sebentar lagi akan melobangi seluruh tubuh Simon


"Sial ! kupikir satu-satunya cara untuk selamat dari kondisi ini adalah menutupi seluruh tubuhku dengan energi sihir sebagai pelindung" pikir Simon


Simon menutupi seluruh tubuhnya dengan energi sihir, dan bersiap untuk menahan peluru-peluru yang menuju kearahnya. Tetapi tiba-tiba


*Tzzzzzzzz*


Suara petir terdengar, dan suara itu adalah suara Azami yang bergerak dengan Lightning Movement dan menarik Simon dari peluru yang menuju dirinya dan membawanya bersembunyi di dalam salah satu bangunan disekitar situ


(Sebelumnya Lightning Movement namanya Lightning Step)


"Apa kau tidak apa-apa ?" tanya Azami


"Ya, aku tidak apa-apa. Yang tadi itu hampir saja, untung saja kau menyelamatkanku" jawab Simon


"Sepertinya dia menembakkan peluru dengan sihirnya" kata Azami menyimpulkan


"Walaupun Begitu, serangan apiku pasti masih tetap membakarnya" balas Simon


"Kamu benar , tapi itu tidak bekerja jika peluru sihir tersebut berattribut api" balas Azami


Mendengar pernyataan Azami simon setuju dengan apa yang dikatakan oleh Azami


"Itu memang masuk akal jika peluru itu berattribut api" kata Simon setuju

__ADS_1


"Walaupun, tidak bisa membakarnya kita masih tetap dapat memotongnya dengan pedang dan tombak" kata Azami


"Ituu mungkin saja jika kecepatan pelurunya tetap sama seperti yang tadi" kata Simon setuju


"Walaupun kita bisa memotongnya, tapi kita tidak bisa memotong semuanya dan juga jarak serangannya yang masih kita tidak ketahui adalah salah satu masalahnya" kata Azami mengingatkan


"Jadi menurutmu bagaimana kita harus menangani hal ini sekarang?" tanya Simon


"Sepertinya kita harus Terus mengejar dia" jawab Azami


"Itu masuk akal, karena dia menggunakan pistol. Keahliannya pasti serangan jarak menengah" kata Simon setuju


"Walaupun begitu kita juga harus hati-hati jika tidak mungkin kita bisa terbunuh" kata Azami mengingatkan


"Akan Kuingat itu" kata Simon


Setelah mereka berdua berdiskusi tentang rencana untuk mengalahkan Sakamaki. Simon mencoba mengecek keadaan diluar


"Sepertinya dia belum tau keberadaan kita" kata Simon


"Kalau begitu, kita dapat mempersempit jarak dengan bergerak diam-diam mendekat" kata Azami


setelah Simom sudah memastikan mereka belum ditemukan mereka pun memutuskan bergerak dengan sembunyi-sembunyi diantara bangunan untuk mendekat dan mengalahkan Rentaro


"Apa yang mereka lakukan ? kenapa lama sekali kembalinya. Apa mereka pergi ke WC dulu ?.Tapi Itu sudah jelas tidak mungkin" pikir Rentaro bosan


Sakamaki sudah menunggu mereka sejak mereka melarikan diri dari serangannya barusan, dia tidak mengejar mereka dengan dua alasan. Pertama dia tau kalau mereka akan kembali kedua jika dia langsung mendatangi mereka menurutnya itu tidak akan menyenangkan. Karena itulah dia tetap duduk disitu dan menunggu mereka kembali dengan sabar, walapun dia sekarang sudah tidak tahan lagi


"Persetan, aku akan mencari mereka. Aku sudah muak dengan ini" kata Rentaro sudah tidak sabar


Diapun berdiri dari batu tempat dia duduk dan mulai berjalan, tetapi dia tiba-tiba merasakan sesuatu memasuki sihir medan deteksi miliknya


"Haha, sepertinya aku tidak perlu untuk mencari mereka" pikir Rentaro


.


.


.


Setelah Simon dan Azami memutuskan untuk mendekati Sakamaki diam-diam sebaik mungkin, mereka berdua pun akhirnya sekarang dapat melihat Sakamaki dengan jelas


mereka melihat Sakamaki yang sedang berdiri dengan melipat tangannya seperti sedang menuggu sesuatu


"Sekarang kita sudah cukup dekat. Apa kita akan melakukan serangan kejutan?" tanya Simon


"Aku juga tidak tau juga ini seperti sedang berjudi, karena kita tidak tau apa dia sudah menyadari kita atau belum" jawab Azami

__ADS_1


"Kamu benar juga, tapi tidak ada salahnya mencoba" kata Simon


Mereka berdua setuju untuk melakukan serangan kejutan terhadap Sakamaki. Tapi sayangnya Sakamaki menyadari niat mereka


"Tidak ada gunanya kalian menggunakan serangan kejutan, aku sudah tau posisi kalian berada" kata Rentaro tiba-tiba


Simon dan Azami terkejut mendengar apa yang Sakamaki katakan


"Seperinya kita sudah ketahuan" kata Simon kepada Azami


"Sepertinya dia memiliki sihir pendeteksi jarak jauh dengan tingkat menengah atau mungkin lebih" Azami


"Itu mungkin, tapi yang membuatku bingung kenapa dia memberitau kita. Jika saja dia tidak memberitau kita, dia mungkin dapat membunuh kita saat kita mencoba menyerangnya dengan serangan kejutan terhadapnya" tanya Simon bingung


"Melihat sifatnya dari sebelumnya, sepertinya dia ingin bertarung sampai mati dari pada membunuh kita begitu saja" jawab Azami


"Apa yang kalian lakukan !!?. Jika kalian tidak keluar, akan kumandikan kalian dengan peluru" kata Rentaro memanggil Azami dan Simon untuk keluar


"Sepertinya kita, harus melawan dia secara langsung" kata Simon


"Ingat Jangan sampai terlalu jauh dari dia, itu akan membuatmu kesulitan untuk menyerangnya" kata Azami mengingatkan


Simon dan Azami pun keluar dari persembunyiannya, Dan tanpa basa-basi mereka langsung maju untuk melawan Sakamaki


"Coba kalian seperti ini dari tadi, aku tidak perlu menunggu lama kalian bersiap-siap" kata Rentaro tersenyum


Rentaro menembaki mereka dengan Pistol Duel Eagle miliknya kearah mereka berdua yang sedang berlari maju kearah dirinya. Tetapi mereka dapat menghidari atau mengatasinya dengan senjata mereka, mereka menangkis dan memotong peluru dengan terus maju tanpa mengurangi kecepatan


"Tch. Sepertinya kalian ingin mempersepit jarak agar dapat menyerang ya. Coba saja jika kalian bisa" kata Rentaro


Rentaro menembaki mereka terus menerus sambil berlari memanjat gedung yang cukup tinggi, walaupun begitu mereka tetap tidak mengurangi kecepatan walaupun mereka sudah terkena beberapa peluru ditubuh mereka. Setelah mengejar Rentaro cukup lama akhirnya dia masuk kejangkauan serangan simon yang berupa tombak


"Sekarang kau sudah memasuki jangkauan seranganku. Terima ini" kata Simon


(Burning Fang Spear Art: Exploding Spear)


Simon menyerang Rentaro dari belakang dengan Teknik Sihir Artifaknya dia terlihat kaget tetapi tidak lama sebelum dia tersenyum


"Hanya bercanda !!!" kata Rentaro menghindar dan setelah menghindari serangan simon dia Menembaknya tiga kali dibagian tangan dan punggung dijarak yang sangat dekat


"Uaghh!!!" jerit Simon merasa kesakitan


"Simon !!!" teriak Azami


"Kalian pasti mengira jika kalian mendekat dapat melawanku bukan. Tapi maaf saja, tidak peduli jauh atau dekat kalain tidak dapat mengalahkanku jika hanya begitu saja" kata Rentaro


Rentaro mengatakan itu sambil tersenyum jahat. Dan itu menandakan betapa buruknya keadaan Simon dan Azami dan mereka mengerti itu

__ADS_1


__ADS_2