Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 170 : Pertanyaan Sebelum Pergi Berangkat


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating 5 ☆ dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )


.


Selamat membaca ~


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


*


Tanpa mengatakan apapun lagi, anak laki-laki raja Drake bernama Daiitu pun langsung pergi menuju istana.


Kira-kira apa yang membuatnya tidak bisa mengatakan hal tentang takdir kegelapan itu kepadaku sekarang ya ?.


"Aku juga sebenarnya ingin tau tentang itu dan bagaimana caranya dia dapat mengetahui informasi tentang pengemban takdir kegelapan" kata Azel dalam pikiranku.


Jadi menurutmu sekarang apa yang sebaiknya kita lakukan untuk membuatnya bicara ?.


"Itu mudah saja. Kau hanya perlu memerintahnya untuk menjawab pertanyaanmu" kata Azel dalam pikiranku.


Hah ?! mana mungkin dia akan dengan menjawabnya. Kecuali aku menggunakan kekerasan saat bertanya, mungkin dia akan benar-benar menjawab.


"Itu tidak perlu. Lagipula sudah membuat kontrak ikatan jiwa antara tuan dan pelayan dengannya" kata Azel didalam pikiranku.


Memang kontrak ikatan jiwa itu dapat membuatnya menjawab pertanyaanku ?.


"Tidak hanya itu. Kau bahkan dapat memaksanya untuk melakukan apapun yang kau perintahkan" jawab Azel didalam pikiranku.


Benarkah itu ?!. Kalau begitu bagaimana caranya aku melakukannya ?.


"Itu mudah saja"


Setelah itu, Azel pun menjelaskan bagaimana caranya agar aku dapat memerintah anak laki-laki daja Drake itu dengan menggunakan pengaruh kontrak ikatan jiwa.


"Apa kau sudah mengerti ?" tanya Azel didalam pikiranku.


Sederhananya aku hanya perlu mengatakan kata perintah kepadanya bukan ?.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kau mencobanya" kata Azel didalam pikiranku.


Yosh. Aku akan mencobanya.


"Dai, kuperintahkan kau untuk memukul otongmu sekuat tenaga"


Tepat setelah aku mengatakan kata-kata perintah seperti itu, tiba-tiba saja anak Dai anak laki-laki raja Drake itu memukul otongnya sangat keras dengan menggunakan tangannya.


Karena pukulan yang sangat keras itu,Dai anak laki-laki raja Drake itu, langsung berbaring lemas ditanah lalu pingsan setelah beberapa detik.

__ADS_1


Woaw. Itu benar-benar bekerja.


"Zoro. Aku punya pertanyaan untukmu" kata Azel didalam pikiranku.


Pertanyaan ? memang pertanyaa macam apa ?.


"Kenapa kau memerintahkan dia untuk memukul otongnya sekuat tenaga ?" tanya Azel didalam pikiranku.


Tentu saja untuk menyiksa dia agar dia bicara.


"Menyiksa dia agar dia bicara ?" tanya Azel didalam pikiranku.


Benar. Lagipula ini adalah siksaan paling kejam yang bisa kupikirkan untuk seorang laki-laki.


"Siksaan paling kejam ? kenapa kau berpikir begitu ?" tanya Azel didalam pikiranku


Kalau otong seorang laki-laki dipukul dengan sangat keras seperti tadi. Aku yakin tidak ada laki-laki didunia ini yang dapat menahan rasa sakit yang tidak terbayangkan itu.


"Sebenarnya kau tidak perlu capek-capek untuk menyiksanya, lagipula dia pasti akan menjawab pertanyaamu kalau kau perintahkan" kata Azel didalam pikiranku.


Ah. Kau benar, kenapa aku tidak memikirkan hal itu ? padahal kau mengatakam hal itu juga sebelumnya.


"Kau tau ? karena sudah cukup lama menyaksikan kebodohan yang tak berujungmu itu, aku menjadi lelah untuk mengejekmu lagi" kata Azel didalam pikiranku


Mendengar apa yang dikatakan oleh Azel didalam pikiranku, entah kenapa aku merasa lebih terhina daripada biasanya.


Aku tau. Akan aku lakukan secepatnya.


"Dai, kuperintahkan kau untuk menjawab pertanyaanku. apa yang kau tau tentang pengemban takdir kegelapan"


Setelah aku mengatakan kata-kata perintah seperti itu, anak lak-laki raja Drake itu tetap tidak menjawab pertanyaanku.


Oi Azel, kenapa dia tidak menjawab pertanyaanku ?.


"Ini aneh. Seharusnya dia akan segera menjawabmu setelah kau memerintahkannya" kata Azel didalam pikiranku.


Apa mungkin dia mati karena merasakan yang terhingga saat memukul otongnya sendiri ?!.


"Kupikir itu tidak mungkin terjadi. Lagipula walaupun otongnya terluka, semua lukanya itu akan segera sembuh setelah beberapa detik karena dia memiliku kemampuan regenerasi" jawab Azel didalam pikiranku.


Kalau begitu, kenapa dia tidak menjawab pertanyaaku atau bergerak sedikitpun dari tadi ?.


"Mungkin ada sesuatu didalam dirinya yang tekah membuat perintahmu menjadi tidak bisa diterima olehnya" kata Azel dalam pikiranku.


Mungkin apa yang kau katakan bisa menjadi masalahnya. Kalau begitu apa yahg sebaiknya kita lakukan sekarang ?.


"Bagaimana kau coba periksa tubuhnya dengan memasukan sedikut energi manamu ketubuhnya lalu mencari sesuatu yang mencurigakan" kata Azel dalam pikiranku.

__ADS_1


Baiklah kalau begitu.


Aku pun mendekat ke arah dimana anak laki-laki raja Drake itu sedang tidak sadarkan diri karena memukul otongnya.


Dengan segera aku langsung memasukan sebagian energi Manaku kedalam tubuhnya untuk mengecek sesuatu yang telah membuat dia tidak bisa menerima perintahku.


Akan tetapi tepat setelah aku mengalirkan energi Manaku kedalam tubuhnya, tiba-tiba saja aku merasakan seperti ada sesuatu yang menyengatku.


"Apa itu ?"


Aku mundur menjauh karena terkejut setelah merasa seperti kena sengat.


"Zoro kenapa kau tiba-tiba menjauh darinya ?" tanya Azel bingung didalam pikiranku.


Aku merasa seperti ada sesuatu yang menyengatku tepat setelah aku mengalirkan energi Mana ketubuh anak laki-laki raja Drake itu.


"Tersengat ?"


Itu benar. Terlebih lagi rasanya sangat sakit bukan main.


Aku menghempaskan tanganku karena kesakitan.


"Mungkin itu adalah sesuatu yang menganggu anak raja Drake itu untuk menerima perintahmu" kata Azel didalam pikiranku.


Kalau begitu apa yang sebaiknya kita lakukan sekarang ?.


"Untuk sekarang kita hanya bisa menunggu. Lagipula apapun hal yang menghalang perintahmu itu sepertinya cukup kuat.


Jadi akan sangat banyak menguras tenaga dan waktu untuk menyingkirkan sesuatu itu dari tubuh anak raja Drake itu" kata Azel didalam pikiranku.


Tepat setelah Azel mengatakan hal itu, anak laki-laki raja Drake itu pun bangun dari pingsannya.


"Oi. Apa kau baik-baik saja ?"


"Kenapa aku otongku terasa sangat sakit ?" tanya Dai kesakitan dan bingung.


"Apa kau lupa ?. Sebelumnya kau sudah memukul otongmu dengan kekuatan penuh"


"Hah ?!" Dai terkejut.


"Daripada itu, lebih baik kau segera mempersiapkan barang-barang yang ingin kau bawa"


"Haaa ? untuk apa aku harus melakukan itu" tanya Dai bingung.


"Tentu saja karena kau akan pergi bersamaku"


Mendengar apa yang kukatakan, Dai anak laki-laki raja Drake itu pun langsung mengeluarkan wajah tekejut yang terlihat sangat bodoh.

__ADS_1


__ADS_2