
Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating 5 ☆ dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )
.
Selamat membaca ~
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Kau sebelumnya merasakan energi Mana yang sangat besar barusan itu bukan ? orang itu adalah ayahku"
Mendengar apa yang kukatakan, Agus dan Charlotte pun menjadi sangat terkejut.
"Pemilik energi Mana itu adalah ayahmu ?! apa kau serius ?!" tanya Agus terkejut tidak percaya.
"Aku serius, ayahku bekerja sebagai seorang hunter"
"Jadi begitu"
Tepat saat kami sedang berbicara hal seperti itu, aku merasakan energi Mana milik ayahku semakin mendekat kearah para ******* bertopng itu.
"Oi kalian ! kenapa kalian membunuh orang-orang tidak bersalah ini" Ayahku berjalan santai kearah para ******* bertopeng itu.
"Huh ?! siapa kau pak tua ?" tanya lelaki bertopeng yang membunuh orang sebelumnya.
"Namaku adalah Felix Frandes, seorang hunter"
"Seorang hunter kau bilang ? jadi kau datang kesini untuk melawan kami ?" tanya lelaki bertopeng itu dengan sombong.
"Melawan kalian ? tentu saja tidak. Aku datang kesini karena atasanku yang menyuruhku untuk menangkap beberapa dari kalian hidup-hidup" jawab Ayahku santai.
"Menangkap kami ? hahahaha, pak tua kau sangat hebat dalam bercanda" lelaki bertopeng itu tertawa terbahak-bahak.
Setelah tertawa selama beberapa waktu, laki-laki bertopeng itu tiba-tiba saja langsung bergerak maju untuk menyerang ayahku.
"Jika kau pikir kau bisa menangkapku maka cobalah, akan tetapi kau akan mati jika mencobanya" kata lelaki bertopeng itu mencoba menebas leher ayahku.
Akan tetapi pedang yang digunakan oleh lelaki bertopeng itu tiba-tiba saja terhenti.
"K-kenapa pedangku tiba-tiba saja terhenti begitu saja ?!" lelaki bertopeng itu terkejut.
"Apa hanya segini saja kemampuanmu ?" kata ayahku acuh tak acuh.
Tepat saat ayahku mengatakan hal itu, Lelaki bertopeng itu menjadi sangat terkejut melihat pedangnya ditahan dengan hanya satu jari.
__ADS_1
"B-bagaimana bisa seranganku ditahan dengan satu jari saja ?!"
"Jawabannya sederhana. Kau terlalu lemah"
Tepat setelah mengatakan itu, ayahku langsung memegang kedua pergelangan tangan laki-laki itu, lalu mematahkan kedua lengan laki-laki itu dengan siku kakinya.
"Huaaaaah !!!! lenganku .... lenganku" lelaki bertopeng itu kesakitan.
"Tentu saja sakit, apa kau bodoh ?" Ayahku menginjak kedua kaki lelaki bertopeng itu hingga patah.
"Gwaaaaah!!! kaki... kakiku"
"Yosh, satu sudah selesai. Bagaimana dengan kalian ? apa kalian akan melawan atau menyerahkan diri secara sukarela ?" tanya Ayahku acuh tak acuh kepada ******* lainnya.
Uahhh, ini tidak terduga ayahku sangat brutal kepada musuhnya, dia bahkan tidak ragu sedikitpun saat mematahkan kaki dan tangan laki-laki bertopeng itu.
"Apanya yang brutal, dia hanya mematahkan tulang-tulang orang itu agar dia tidak melarikan diri" kata Azel didalam pikiranku.
"Jadi bagaimana ? apa kalian akan menyerahkan diri ?" tanya Ayahku lagi kepada *******.
Setelah mendengar apanyang dikatakan oleh ayahku, untuk sesaat mereka semua hanya terdiam dan setelah itu langsung bergerak maju kearah ayahku secara bersamaan.
"Yare Yare, kalian ini memang sangat merepotkan" Ayahku mengeluarkan artifak sihirnya yang berupa sebuah pedang mata satu yang sangat besar.
Setelah mengatakan itu dalam sekejap ayahku langsung menebas mereka semua menjadi dua bagian yang sangat rapi.
"Uaaaah Gila!!!! Zoro ayahmu itu sangatlah kuat, dia mungkin sama atau bahkan mungkin lebih kuat dari pemimpin utama" kata Agus kagum melihat ayahku bertarung.
"Hahaha ayahku hebat bukan"
"Hmmm ? apa itu kau Zoro ? kenapa kau berada disini ?" tanya ayahku berjalan mendekat.
"Aku sedang menghabiskan waktu bersama teman-temanku"
"Nama saya Charlotte"
"Dan saya Agus"
"Hooooh, jadi kalian berdua adalah temannya Zoro toh, kuharap kalian bisa terus berteman dengan Zoro" kata Ayahku.
"Benar juga, kenapa ibu tidak bersama ayah ?"
"Ahh, ibumu sedang pergi bertugas ditempat berbeda sekarang" jawab Ayahku.
__ADS_1
"Jadi begitu ya"
"Karena ayah masih memiliki kerjaan, ayah pergi dulu ok"
*Booom*
Tepat saat ayahku ingin pergi membawa para ******* itu. tiba-tiba saja tubuh para ******* bertopeng itu meledak.
"Kenapa mereka tiba-tiba meledak ?"
"Hmmm, sepertinya atasan orang-orang ini telah menanamkan sihir ledakan didalam tubuh mereka" kata ayahku pergi kearah dimana ledakan itu terjadi.
"Jadi apa yang akan ayah lakukan sekarang ?"
"Tidak ada, ayah hanya akan melaporkannya kepada atasan ayah" Ayahku berjalan pergi.
"Hmmm ? Zoro sepertinya ada orang yang sedang mengawasi kita dari jauh" kata Azel didalam pikiranku.
Apa ? Mengawasi kita dari jauh ?.
"Benar, sepertinya ada orang yang sedang mengawasi kita dengan menggunakan sihir dari jauh" kata Azel didalam pikiranku.
Apa kau yakin tentang itu ?.
"Sebenarnya aku juga kurang yakin, tapi aju bisa yakin jika dia tetap mengawasi kita walaupun kita sudah pergi dari tempat ini" kata Azel didalam pikiranku.
Kalau begitu, aku akan segera pergi dari tempat ini secepatnya.
"Agus, Charlotte bagaimana kalau kita pergi mencari tempat lain untuk menghabisi waktu ?"
"Baiklah, lagipula disini juga sangat kacau" kata Charlotte
"Aku juga setuju" kata Agus.
Dengan begitu kami pun pergi dari theme park dan menuju sebuah restoran cepat saji.
Azel bagaimana, apa kita masih di awasi ?.
"Tidak lagi. Sepertinya kita bukanlah target orang yang menggunakan sihir jarak jauh itu" kata Azel didalam pikiranku.
Kalau begitu baguslah, lagipula akan sangat merepotkan kalau aku harus berurusan dengan hal yang tidak perlu.
"Hmm ? Oi apa kau merasakan itu ?" kata Azel didalam pikiranku
__ADS_1
Tepat saat Azel mengatakan hal seperti itu, tiba-tiba saja aku merasakan adanya energi Mana yang sangat besar di jarak yang cukup jauh dari tempat aku berada.