
Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating 5 ☆ dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )
.
Selamat membaca ~
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Kena kau !"
Pria berambut putih itu tersenyum mengetahui dia bisa mengetahui identitss asli iblis bertopeng didepannya.
"Ugh"
Zoro yang terkena serangan pria berambut putih itu terlempar kebelakang dan jatuh ke tanah.
Melihat Zoro yang jatuh ditanah dengan wajah yang tidak lagi ditutupi topeng. Pria berambut putih itu mulai mendekat kearahnya sambil mengeluarkan sebuah kamera dari tas kecil yang berada di berada di pinggang kiri.
Melihat pria berambut putih itu datang mendekatinya. Zoro segera mengarahkan pandangannya kearah berlawan dari dimana pria berambut putih itu berada dan mulai berusaha untuk menciptakan topeng lain untuk menutup wajahnya.
Tetapi karena ditubuhnya ada sejumlah energi Cahaya Suci yang sedang merusak dan mengganggu. Dia pun merasakan rasa sakit pada saat dia mencoba untuk menggunakan sihirnya.
Walaupun begitu, Dia terus berusaha untuk menciptakan topeng baru walauoun itu menyakitkan..
Tepat saat Dia sedang berusaha membuat topeng baru dengan sekuat tenaga. Pria berambut putih itu sudah sampai didekatnya dan menendang pinggangnya.
*Baam*
"Ugh"
Tendangan itu membuat tubuhnya berbalik dan membuat wajahnya dapat dilihat oleh pria berambut putih.
"Hoo..."
Pria berambut putih terkejut setelah dia melihat wajah Zoro.
"Kau terlihat seperti seorang remaja SMA"
Pria berambut putih itu memerhatikan wajah Zoro untuk sesaat lalu mulai mengambil foto wajahnya dengan menggunakan kamera yang dia pegang.
Pada saat pria berambut putih itu mencoba untuk mengambil beberapa foto lagi. Dia tiba-tiba saja berhenti dan mengarahkan padangannya kearah lain dan mulai mengerutu.
Dia saat yang sama Zoro juga merasakan kehadiran beberapa orang dnegan energi Mana yang cukup besar sedang menuju lokasi mereka.
- Sepertinya itu adalah bantuan yang dipanggil ibumu sebelumnya.
"Tch. Sepertinya mereka sudah datang"
__ADS_1
Tepat setelah pria berambut putih mengatakan hal seperti itu. Dia menyimpan kamera yang digunakan olehnya kembali ke kantong kecil dipinggangnya.
Dan tepat setelah dia melakukan itu. Dia mengarahkan pandangannya kepada Zoro.
"Sampai jumpa lagi"
Pria berambut putih itu tersenyum lalu segera pergi meninggalkan Zoro disana.
- Sepertinya
Zoro yang melihat pria berambut putih itu pergi begitu saja tidak bisa untuk tidak merasa kesal dan frustasi.
Seorang musuh telah melihat wajahnya. Dengan itu musuhnya dapat mendapatkan banyak informasi yang dapat membuatnya dirugikan.
Hanya dengan memikirkan bagaimana musuhnya akan mencoba menyerangnya membuat sakit kepala.
'Sialan'
- Hey. Sebaiknya kau segera menutupi wajahmu dan pergi dari tempat ini. Sepertinya bala bantuan yang dipanggil oleh ibumu sudah berada cukup dekat san hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Azel didalam pikirannya. Zoro segera pergi dari lokasi dia berada secepatnya dan langsung menuju ke markas Black Monarch.
Sesampainya dia disana dia bisa melihat Dai dan Daiki yang duduk disofa sedang bertengkar sambil saling menarik mangkuk besar yang berisi makanan ringan.
"Baji**** sialan ! kau sudah memakan setengah nya dalam sekejap sendiri. Apa kau mau memakan semuanya sendiri hah?"
"Kau menggunakan uang !!!"
"Hah ! hanya beberapa Lei saja kau mempermasalahkannya. Apa kau semiskin itu ?"
"Apa kau bilang ? apa kau ingin kuhajar seperti sebelumnya ?"
Urat nadi mulai muncul dikepala mereka berdua. Mereka berdua pun mulai saling menatap dengan tatapan jengkel.
Zoro yang melihat mereka bertengkar karena alasan bodoh seperti itu membuatnya jadi semakin frustasi dan kesal.
Dia pun memutuskan untuk menghentikan mereka berdua.
"Kalian berdua berhenti melakukan hal bodoh"
Mendengar apa yang dikatakan oleh Zoro. Mereka berdua berhenti dan mengarahkan pandangannya ke arah sumber suara.
"Hmm ? Zoro toh"
"Kenapa kau terlihat berantalan seperti itu ?"
Dai dan Daiki menatapnya dengan tatapan santai dari atas kebawah.
__ADS_1
"Bukannya kau seharusnya sedang jalan-jalan dengan Agus dan Charlotte ? kenapa kau terlihat berantakan seperti itu ?"
Daiki bertanya sambil memasukkan sebuah keripik kentang kemulutnya.
"Aku akan menjelaskannya setelah menggunakan elixir penyembuh"
Mendengar apa yang dikatakannya. Daiki mengambil sebuah elixsir penyembuh tingkat tinggi dari sihir ruang dan waktu miliknya lalu melemparkannya ke Zoro.
Zoro menangkap elixir itu dan segera menggunakannya.
Setelah dia menggunakan elixir yang diberikan Daiki. Luka yang terlihat seperti terbakar mulai berkurang.
"Fiuh. Akhirnya rasa sakit diperutku akhirnya hilang"
Zoro menyentuh perutnya yang terkena tinjuan telak yang mengandung kekuatan cahaya suci.
"Jadi. Apa yang terjadi ?"
Tanya Daiki sambil terus memasukkan keripik kentang lain kemulutnya.
Setelah dia memastikan lukanya sudah pulih sepenuhnya. Zoro menceritakan semua apa yang terjadi kepadanya kepada Daiki dan Dai.
Setelah mendengar apa yang dibicarakan oleh Zoro. Dai dan Daiki terdiam untuk sesaat
"Jadi kau diserang oleh pria berambut putih panjang yang bisa menggunakan kekuatan suci ?.
Terlebih lagi dia berhasil tidak hanya berhasil mengalahkanmu. Dia juga berhasil melihat wajahmu ?"
Mendengar apa yang dikatakan oleh Dai. Zoro menganggukan kepalanya.
"Gila sekuat apa pria bersmbut putih yang melawanmu itu."
Dai menggelengkan kepalanya karena tidak bisa membayangkan seorang manusia bisa mengalahkan seseorang seperti Zoro yang merupakan Demon Duke unik.
Disisi lain. Daiki yang mendengar apa yang dikatakan Zoro terdiam untuk sesaat lalu mulai menghela nafas.
"Haaa. Aku tidak pernah berpikir kalau mereka akan bergerak secepat ini"
Mendengar apa yang dikatakan oleh Daiki. membuat Dai dan Zoro terkejut.
"Daiki apa kau tau siapa mereka ?"
"Haaaa. Tentu saja aku tau."
Daiki menghelakan nafasnya lagi.
"Mereka adalah White Star"
__ADS_1