Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 147 : Mulai Bertarung


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating 5 ☆ dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )


.


Selamat membaca ~


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tepat setelah pemimpin utama/Kazuto, mengatakan hal seperti itu, ada seorang wanita dengan rambut merah api datang mendekat.


"Tidak kusangka kau masih dapat bertahan hidup, bahkan setelah aku menggunakan sihir tingkat ekstrim/Extrime untuk menyerang" kata wanita berambut merah api itu dengan sombong.


Ada apa dengan energi Mana orang ini, hanya dengan merasakannya saja, aku sudah merasa kepanasan.


"Ahh ! jadi begitu. Aku mengerti sekarang" kata Azel dalam pikiranku.


Apa yang kau bicarakan ?.


"Aku sedang membicarakan, tentang bagaimana caranya wanita itu bisa menggunakan sihir tingkat ekstrim/Extreme" kata Azel dalam pikiranku.


Jadi tentang itu. kalau begitu bagaimana caranya dia bisa menggunakan sihir tingkat ekstrim ?.


"Karena sebelumnya dia berada cukup jauh, aku tidak bisa merasakannya, tapi sekarang aku bisa merasakannya dengan jelas.


Wanita manusia berambut merah api itu, memiliki kekuatan roh/Spirit api " kata Azel dalam pikiranku.


Kekuatan Roh/Spirit ?, apa itu mirip dengan yang dimiliki oleh Shuna ?.


*Untuk yang sudah lupa, Shuna adalah salah temannya Zoro yang memiliki sihir attribut angin saat masih belum bergabung dengan Black Monarch.


"itu hal yang sama, tapi memiliki attribut yang berbeda dari wanita berambut merah api ini.


Temanmu itu memiliki roh/spirit attribut angin, sedangkan wanita itu memiliki roh/spirit attribut api" kata Azel dalam pikiranku.


Aku mengerti, tapi kenala kekuatan roh/spirit wanita berambut merah api ini lebih kuat daripada Shuna ?.


"Sebenarnya kekuatannya tidak jauh berbeda, hanya saja temanmu itu belum bisa mengontrol kekuatan roh/spirit sepenuhnya, tidak seperti wanita berambut merah api yang bisa menggunakan potensi penuh dari kekuatan roh/spirit" kata Azel dalm pikiranku.


Jadi karena kemampuan untuk menggunakan roh/spiritnya yang masih kurang.


"Daripada membicarakan itu, lebih baik sekarang kau tidak menurunkan penjagaanmu sedikitpun, saat berada didekat wanita itu.

__ADS_1


Jika kau lengah walaupun hanya sekejap, kau mungkin akan membuat kita mati dalam hitungan detik" kata Azel mengingatkan dalam pikiranku.


Kau tenang saja, tanpa kau beritahu pun aku tidak akan lengah.


Lagipula, aku sudah melihat betapa mengerikannya kekuatan wanita ini.


"Sihir yang kau gunakan sebelumnya memang sangat kuat, tetapi masih dalam level yang bisa aku tahan" kata pemimpin utama/Kazuto dengan sombong.


"Hmph, kau hanya beruntung karena bisa selamat dari seranganku yang sebelumnya, sekarang matilah. Fire Spirit Magic : Raining Fire Ball"


Kata wanita berambut merah api itu lalu melepaskan sihir rohnya yang berupa hujan bola api ke arah dimana aku dan pemimpin utama berada.


"Dasar wanita psikopat sialan" gumam pemimpin utama/Kazuto tidak senang.


"Pemimpin apa yang harus kita lakukan sekarang ?"


"Tenang saja, aku akan menggunakan sihirku untuk melindungi kita dari seranganya. High Tier Illusion Magic Art : Grey Mist" kata pemimpin utama/Kazuto.


Pemimpin utama/Kazuto menggunakan sihir ilusinya yang berupa sebuah kabut abu-abu yang sangat tebal.


Kabut abu-abu itu menutupi aku dan pemimpin utama/Kazuto.


"Kabut apa ini ?"


"Ini adalah sihirku, dengan sihir ini aku yakib serangannya akan meleset semua seperti sebelumnya" kata pemimpin utama/Kazuto


"Jadi begitu ......"


Aku yakin 100% kalau sihir ini lah yang digunakan oleh pemimpin untuk membuat serangan wanita berambut merah api itu, menuju kearahku.


"Zoro apa kau bisa menggunakan sihir tingkat tinggi ?" tanya pemimpin utama/Kazuto tiba-tiba.


"Aku memang bisa, memang kenapa ?"


"Baguslah kalau begitu, mulai sekarang kau yang akan maju untuk menyerang, dan aku yang membantumu dari belakang" kata pemimpin utama/Kazuto.


"Baiklah, tapi kenapa pemimpin tidak menyerang juga ?"


"Karena dia memiliki roh/spirit didalam tubuhnya, seranganku menjadi sangat tidak efesien.


Jadi karena kau sudah disini, aku akan memfokuskan diriku untuk menyulitkan lawan dan membantumu untuk menyerang" kata pemimpin utama/Kazuto.

__ADS_1


"Sepertinya pemimpin utama dari Black Moanrch ini adalah orang yang cukup pintar" kata Azel dalam pikiranku tiba-tiba.


Kenapa kau tiba-tiba berpikir seperti itu ?.


"Dia sadar kalau sihir ilusinya tidak bekerja jika lawannya memiliki seseorang untuk menyadarkannya dari ilusi miliknya.


Jadi dia memutuskan untuk membantumu dari belakang saat kau maju menyerang." kata Azel dalam pikiranku


Jadi begitu ya, aku mengerti sekarang, tapi apa sihir ilusi bisa membantuku saat aku maju menyerang ?.


"Apa yang kau bicarakan ? sihir ilusi adalah sihir yang sangat kuat saat penggunanya bertarung berpasangan atau berkelompok.


Dengan sihir ilusinya kau akan dapat menyerang musuhmu jauh lebih mudah daripada dibantu dengan jenis sihir lainnya" kata Azel dalam pikiranku.


Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Azel, aku pun setuju dengan rencana oemimpin utama/Kazuto.


"Kalau begitu, baiklah"


Aku mengaguk setuju.


"Baguslah, kalau begitu setelah aku menghilangkan kabut ini segera langsung bergerak dengan kecepatan penuhmu untuk menyerangnya" kata pemimpin utama/Kazuto


Tepat setelah dia mengatakan itu, kabut abu-abu tebal yang menutupi kita langsung menghilang.


"Sekarang majulah !!!" kata pemimpin utama/Kazuto


"Ora !!!!!"


Dengan menggunakan kecepatan penuh dsri Dark Shadow Step aku langsung meluncur untuk menyerang wanita berambut merah api itu.


"Kau pikir aku akan membiarkanmu untuk melakukan apapun sesukamu. Fire Spirit Magic Art : Raining Fire Ball"


Kata wanita berambut merah api itu setelah menyadari keberadaanku lalu meluncurkan hujan bola api itu kearahku.


Sial kalau begini, aku akan tetap terkena serangannya walaupun sudah menggunakan kecepatan penuh Dark Shadow Step.


"Kau tenang saja, masalah itu sudah diurus oleh pemimpin utama Black Monarch" kata Azel dalam pikiranku


Apa maksudmu ?.


"Coba kau lihat arah dari serangan wanita itu" kata Azel dalam pikiranku

__ADS_1


Walaupun aku sedikit bingung dengan apa yang dikatakan oleh Azel, aku melihat sekelilingku.


Apa yang kulihat sangatlah mengejutkanku. serangan wanita berambut merah api itu tidak menuju kerahku melainkan arah sebaliknya.


__ADS_2