Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 158 : Mengerjakan Tugas Dengan Kecepatan Penuh


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating 5 ☆ dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )


.


Selamat membaca ~


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Kakak Lor. Apa kau ingin menghancurkan tempat ini lagi ?" kata monster buaya raksasa Lardo lalu maju menyerang menggunakan pedangnya.


"Adik Lardo, apa kau pikir kau bisa menghentikan kakak Lor ini ?" tanya monster buaya raksasa bernama Lor itu dengan sombong lalu menyerang menggunakan tinjunya


Dengan begitu mereka berdua pun bertukar serangan dan menyebankan sebuah benturan serangan yang sangat kuat.


Kenapa mereka tibatiba saja saling menyerang satu sama lain.


"Kemungkinan besar, buaya raksasa yang lebih besar itu datang kesini untuk mengambil alih wilayah kekuasaan disini, dan untuk mencegah itu, buaya raksasa yang satu pun langsung menyerang dia.


Dan sepertinya mereka memang selalu bertarung asa mereka bertarung" kata Azel dalam pikiranku.


Jadi begitu. Tapi kenapa mereka sampai bertarung hanya untuk sebuah wilayah ini ?.


"Apa yang kau tau. Di hutan liar yang memiliki iklim dan keadaan ekstrim seperti ini memiliki wilayah kekuasaan, sangatlah membantu mereka untuk bertahan hidup" kata Azel dalam pikiranku


Jadi begitu.


Teoat didepan mataku buaya raksasa itu saling bertukar serangan dengan sangat intens.


"Hahaha, sepertinya adik Lardo sudah bertambah kuat" kata buaya raksasa bernama Lor itu


"Kakak Lor juga sama" kata buaya raksasa benrama Lardo.


Setelah percakapan singkat itu mereka pun langsung menambahkan kecepatan pergerakan dan jumlah serangan mereka.


Ooooooh. Aku tidak menyangka buaya raksasa bernama Lardo itu dapat bersaing seimbang melawn buaya bernama Lor itu, padahal buaya raksasa bernama Lor itu, memiliki badan dan energi Mana yang jauh lebih besar.


"Mereka dapat bersaing seperti itu karena buaya raksasa bernama Lardo itu memiliki artifak sihir.


Jika saja buaya daksasa bernama Lardo itu tidak memiliki artifak sihir, aku dapat yakin 100 % dia akan langsung mati saat diserangan pertama sebelumnya" kata Azel dalam pikiranku


Memang jika diperhatikan, buaya raksada bernama Lardo itu selalu menyerang menggunakan pedangnya dengan sangat hati-hati.


"Apa yang kau katakan memang tidak salah. Walaupun dia tidak memiliki kecerdasan ya g tinggi, dia tetap memiliki keterampilan berpedang yang cukup hebat" kata Azel falam pikiranku.


Tepat saat aku sedang berbicara dengan Azel, aku menyadari ada sesuatu yang memiliki energi Mana yang sangat besar sedang bergerak kearahku.

__ADS_1


Tapi kali ini sedikit berbeda dari pada sebelumnya. Daripada monster, sesuatu yang sedang menuju kearahku ini lebih ke seseorang dengan kecerdasan tinggi.


"Sepertinya ada seseorang, yang akan datang kesini. Zoro berhati-hatilah" kata Azel dalam pikiranku.


Seperti apa yang dikatakan oleh Azel, aku pun langsung menaikan penjagaanku.


Setelah beberapa waktu terlewati, orang yang memilili energi Mana yang sangat besar itu akhirnya sampai juga.


Orang itu adalah orang dari Ras Vampire. Dari cara berpakaiannya saja aku bisa tau kalau dia adalah salah satu Vampire berstatsus bangsawan.


"Ini aneh, aku sebelumnya meresakan energi Mana berattibur kegelapan disekitar, tapi kenapa tiba-tiba saja menghilang ?.


Hmmm ? apa kau iblis ? apa yang dilakukan oleh mahkluk rendahan seperti dirimu didekat wilayah kekuasan Raja Vampire ?" kata Vampire itu terbang diudara.


Rendahan ? apa yang dia maksud adalah aku ?.


"Memang siapa lagi ?" kata Azel dalam pikiranku


Aku pun melihat kearah vampire bangsawan yang sedang diudara itu dengan senyuman.


"Aku akan menghajarmu"


Aku melepaskan semua energi Mana berattribut kegelapanku disaat itu juga.


"Apa-apaan dengan kekuatan kegelapan ini" kata vampire itu bergetar ketakutan.


Dengan menggunakan Dark Shadow Step milikku aku melompat kedepan vampire itu lalu menebasnya.


"Arrgh !!!" jerit vampire itu lalu jatuh ketanah.


"Jadi sekarang siapa yang kau sebut rendahan ?"


Aku berjalan dengan santai kearah vampire itu jatuh.


"Hiiii !!!!" jerit vampire itu lalu pergi terbang untuk melarikan diri.


"Apa kau akan mengejarnya ?" tanya Azel dalam pikiranku.


Tentu saja tidak. Lagipula aku yakin dia adalah salah satu anak buah dari Raja Vampire Drake.


"Jadi karena dia adalah anak buah Raja Vampire Drake, kau melepaskannya ?. Kalau itu aku, aku pasti akan langsung membunuhnya" kata Azel dalam pikiranku


Jangan samakan aku dengan dirimu itu yang tidak bisa membedakan teman dan musuh.


Tepat saat aku sedang berbicara dengan Azel didalam pikiranku, buaya raksasa yang bernama Lardo itu mendekat.

__ADS_1


"Kamu adalah orang yang membuat kaboom itu kan ?" tanya buaya raksasa bernama Lardo itu


"Jika iya memang kenapa ? apa kau ingin melawanku juga ?"


"Lardo tidak akan melawan, kau terlalu kuat" kata buaya raksasa bernama Lardo itu dengan wajah sedih


"Baguslah kalau kau menyadarinya. Tapi kau tenang saja, aku tidak berniat mengambil wilayah kekuasaan sama sekali.


Aku hanya berencana menetap disini selama 10 hari untuk latihan berburu monster disekitar sini"


Mendengar apa yang kukatakan, buaya raksasa bernama Lardo itu, menjadi ceriah.


"Karena aku tidak ada urusan lagi disini, aku akan melanjutkan tugas berburuku"


Aku pergi dari sana dengan msnggunakan Dark Shadow Step.


"Zoro kenapa kau tidak membunuh buaya raksasa bernama Lardo itu ?" tanya Azel dalam pikiranku


Aku hanya merasa tidak ingin membunuh monster buaya raksasa itu.


"Kupikir kau yang sekarang hanya memiliki hati yang dingin, tapi sepertinya aku salah" kata Azel dalam pikiranku.


Memangnya kapan aku pernah dingin kepada orang ?.


"Hampir setiap saat kau bertarung" kata Azel dalam pikiranku.


Hey hey hey. Kalau musuh tentu saja tidak boleh diberikan sedikitpun rasa kasihan.


Sambil bercakap-cakap seperti itu, aku pun melanjutkan tugas yang diberikan oleh Azel kepadaku.


Karena aku sekarang memiliki teknik sihir pedang yang bisa dibilang cukup OP, aku pun dapat mengerjakannya cukup mudah pada awalnya.


Akan tetapi setelah aku mengalahkan 20 ekor monster, mereka mulai kabur setiap aku menemukan mereka, hal itu pun membuat aku menjadi kesulitan dan memakan banyak waktu untuk memburu mereka.


Sial. Jika begini terus aku akan kesusahan memburu mereka.


"Kalau begitu, kenapa kau tidak memburu monster yang berada di danau saja ?" kata Azel dalam pikiranku


Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Azel, aku pun langsung segera pergi melompat masuk kedalam danau untuk memburu monster.


Didalam sana aku dapat menemukan monster air dari rank B-A berenang mencari mangsa.


Tidak seperti di darat. Monster yang di danau ini tidak menyusahkanku dengan pergi kabur. melainkan sebaliknya, mereka malah maju menyerangku.


Tanpa membuang-buang waktu aku pun langsung mulai mengalahkan mereka satu per satu dengan pedangku.

__ADS_1


__ADS_2