
Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi :)
.
Selamat Membaca ~
.
"Apa kau serius !? dia menghindarinya dijarak sedekat itu !!?" kata Azami kaget
"Seharusnya aku tau kalau Kurogane-san adalah hunter tipe kecepatan seperti Azami" kata Zoro dengan wajah bermasalah
"Walaupun begitu, serangan yang dilepaskan Zoro tadi adalah serangan yang paling dekat untuk mengenai Kurogane-san dari semua serangan yang kita gunakan" kata Simon sambil melihat kearah Zoro
"Kau benar, sepertinya kita harus menambahkan pola serangan kita, jika tidak aku berpikir kita tidak akan pernah dapat menyentuh Kurogane-san" kata Zoro serius
"Jadi apa kalian akan melanjutkannya atau menyerah disini ?, jika kalian ingin melanjutkannya aku yakin kita masih punya waktu yang cukup banyak sebelum malam tiba" kata ayahnya Azami meremehkan mereka bertiga
Tanpa membuang lebih banyak waktu lagi, mereka langsung maju menyerang Hunter yang bernama Kurogane Ryo didepannya
Mereka menyerang dengan kekuatan penuh tanpa menahan diri, setiap serangannya bertujuan untuk menyerang musuh didepan mereka sekuat mungkin tanpa berpikir musuh didepan mereka mungkin akan mati jika terkena serangan mereka
Menggunakan berbagai macam pola serangan dengan hanya menggunakan apa yang mereka dapat gunakan dalam kondisi menggunakan pengekang
Semakin lama mereka bertarung tanpa mereka sadari sendiri mereka telah berkembang secara perlahan-lahan.
Pergerakan mereka semakin terasah sedikit gerakan tidak perlu, ketepatan waktu menyerang balik, kerja sama mereka meningkat, menggunakan Sihir dan Teknik Sihir Artifak mereka dengan cerdas, insting bertarung mereka terasah, dapat berpikir cepat dan masih banyak lagi
Bahkan setelah banyak waktu berlalu senyum dari Ayahnya Azami Kurogane Ryo saat bertarung dengan mereka semakin lama memudar dari wajahnya menjadi wajah yang serius
Dia mulai melawan mereka dengan sedikit serius karena serangan yang mereka lakukan sekarang sudah berbeda dari yang sebelumnya
Serangan mereka yang sebelumnya hanya terasa sederhana seperti hanya sekedar ingin mengenainya dengan serangan mereka
Tetapi sekarang serangan mereka tidak sesederhana sebelumnya serangan mereka sekarang memiliki banyak maksud kompleks yang memiliki tujuan
Membuat hanya untuk menghindari serangan mereka akan membutuhkan Stamina dan Fokus yang tinggi
5 jam berlalu setrlah mereka mulai bertarung
"Tch, sial walaupun sudah diserang dengan begitu banyak pola serangan dan strategi berbeda kita masih belum bisa untuk mengenai satu serangan pun" kata Azami sambil meyingkirkan keringatnya dari wajahnya
__ADS_1
"Pertarungan ini memang sangat sulit, tetapi kita tidak punya pilihan selain melakukannya" kata Simon kelelahan
"Kau benar, satu-satunya yang bisa kita lakukan sekarang adalah melakukannya dengan seluruh kemampuan kita. Lagi pula semua yang kita lakukan tidaklah percuma, setelah terus menerus menyerangnya dengan berbagai macam cara sekarang kita dapat memprediksi sebagian gerakan yang dilakukan" kata Zoro serius walaupun kelelahan juga
Disisi lain Ayahnya Azami Kurogane Ryo juga mulai kewalahan saat diserang mereka
"Aku tidak menyangka mereka akan beradaptasi dan bertambah kuat hanya dengan bertarung selama ini" Ayah Azami berpikir kewalahan
Kurogane Ryo Ayah Azami tidak pernah memperkirakan kalau mereka akan berkembang sebanyak ini dengan waktu sesingkat ini, walaupun dia memang merasa bahwa mereka akan berkembang dan bertambah kuat tetapi dia tidak pernah menyangka bahwa mereka akan berkembang sebanyak ini akan sebanyak ini
"Aku memang merasa mereka akan berkembang tapi aku tidak pernah berpikir akan sebanyak ini, tapi ini bagus karena lebih kuat lebih baik"pikir Ayahnya Azami tersenyum senang
Tepat saat Ayahnya Azami memikirkan itu mereka bertiga sudah mulai maju menyerang
"Mari kita lihat bagaimana mereka akan mencoba menyerang untuk mengenaiku" kata Ayahnya Azami sambil bersiap untuk serangan mereka bertiga
Mereka pun memulai dengan Azami sebagai serangan pembuka
"Aku akan mulai kalian bersiap lah" kata Azami bersiap-siap menggunakan Teknik sihir pedangnya
"Serahkan pada kami" balas Zoro kepada Azami
"Jangan sampai kau mengacaukannya mengerti !!?" kata Simon
(Lightning Blade Sword Art : Lightning Stirke)
Azami menggunakan Teknik sihir pedangnya dalam sekejap tanpa perlu harus menunggu agar Mananya terfokus dengan benar seperti sebelumnya
Dengan kecepatan yang tidak dapat diikuti bahkan oleh Hunter Rank B biasa Azami menyerang Ayahnya, walaupun dapat dihindari serangannya tidak berhenti disitu
Azami terus menyerang Ayahnya dengan pergerakan yang tidak menyia-nyiakan sedikitpun gerakannya
"Sepertinya Ilmu pedangmu juga berkembang Azami" kata Ayahnya Azami sambil menghindari serangannya
"Tapi tetapi saja itu tidak cukup untuk mengenaimu sedikutpun" kata Azami kesal sambil terus menyerang
Disaat Azami masih terus menyerang Ayahnya dari atas Simon datang menyerang dengan Teknik sihir tombaknya
"Terima ini Kurogane-san"kata Simon berteriak dan bersiap menyerang dengan Teknik sihir tombaknya
(Burning Fang Spear Art : Exploding Spear)
__ADS_1
Serangan Simon menyebabkan ledakan membuat Ayahnya Azami mundur untuk menghindari serangannya
"Simon jika kau ingin menyerang secara diam-diam jangan berteriak seperti itu" kata Ayahnya Azami memberikan saran
"Sayangnya aku bukan bermaksud untuk melakukan serangan diam-diam" kata Simon tersenyum
Setelah mendengar kata-kata itu Ayahnya Azami Kurogane Ryo menyadari ada tebasan Mana yang digunakan oleh Zoro kearahnya dari belakang
"Apa ini rencana kalian ? ini tidak berbeda dengan yang sebelumnya kau tau ?" kata Ayahnya Azami sambil menghindari serangan yang digunakan oleh Zoro
Tetapi tepat setelah menghindari serangan itu tiba-tiba Azami sudah berada didepannya saat dia melihat kedepan lagi
"Kenapa kau berada disini !?" tanya Ayahnya Azami kaget
"Itu karena Ayah tidak menyadariku karena serangan yang digunakan Zoro sebelumnya, disaat dimana Ayah tidak melihatku aku menggunakannya untuk mendekat dan menyerang"
"Walaupun begitu seharusnya aku menyadari keberadaannya jika aku sudah melihat dia sebelumnya" pikir Ayahnya Azami bingung
Seperti membaca apa yang dipikirkan oleh Ayahnya Azami berkata
"Aku tau jika Ayah melihatku Ayah akan menyadariku jika aku mendekat. Solusinya mudah yang perlu kulakukan hanyalah membuatmu tidak melihatku untuk sesaat" kata Azami
Setelah mendengar kata-kata Azami dia pun teringat, setelah Simon menyerang serangannya itu tidak hanya meledak tetapi menimbulkan asap
"Jadi begitu kau bersembunyi di asap yang dihasilakan oleh ledakkan serangan Simon. Dan aku pun akan berfokus kepada Simon bahkan serangan yang digunakan Zoro juga hanyalah umpan agar aku melihat kearah lain, benar bukan" kata Ayahnya Azami
"Entahlah mungkin begitu" kata Azami sambil bersiap untuk menyerangnya" Terima ini"
(Lightning Blade Sword Art : Lightning Slash)
Azami menyerang Ayahnya yang lengah dengan Teknik sihir pedangnya dan dihindari oleh Ayahnya walaupun hampir mengenainya
"Ini belum berakhir !!! sekali lagi" kata Zoro menyerang lagi
(Lightning Blade Sword Art : Lightning Slash)
Sayangnya serangan keduanya dapat ditangkis Ayahnya dengan menggunakan pedang
"Itu tadi usaha yang bagus tetapi sayang sekali itu tidak berhasil" kata Ayahnya Azami serius
"Apa ayah pikir begitu ?" kata Azami tersenyum
__ADS_1
Tepat setelah Azami mengatakan kata-kata itu Zoro tiba-tiba muncul dibelakang Ayahnya Azami