Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 30 : Pertarungan Sebelum Semi Final ( VIII )


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like,Komen,rating dan juga tombol hati/favorit biar dapat notifikasi jika sudah update :)


.


Selamat Membaca~


.


Saat ini Azami dipenuhi dengan perasaan yang campur aduk. Dia merasa sedih, benci, dan marah disaat yang bersamaan yang hampir membuatnya terbunuh karena energi yang dia tahan hampir lepas kendali


"Ada apa bocah sialan !!? apa kau marah karena aku membunuh temanmu ?" ejek Rentaro mecoba berdiri


Amarah Azami semakin memburuk karena provokasi Rentaro yang membuatnya semakin kesulitan untuk mengontrol energinya


"Tidak-tidak, aku harus tenang kalau tidak aku akan lepas kendali atas energiku" pikir Azami menenangkan diri


Setelah Azami menenangkan diri, dia dapat mengendalikan energi yang dia tahan kembali, dan itu menyebabkan rencana Rentaro gagal


"Aku harap yang tadi itu berhasil, jika energi sebesar itu lepas kendali dia pasti tidak dapat menahannya, ini menjadi lebih merepotkan. Aku harus membuat emeosinya tidak stabil" pikir Rentaro kecewa "Ada apa bocah sialan !!? kenapa kau tidak mengatakan apapun !!?" tanya Rentaro memprovolasi


Energi sihir Azami tiba-tiba menurun, dan diapun juga membuat sebuah celah


"Ini kesempatanku" pikir Rentaro


"Dasar bocah sialan terima ini" kata Rentaro


(Heat Duel Eagle Gun Art : Pearching Heat Bullet Shot)


(Sebelumnya nama tekniknya hanya Duel Eagle Gun Art)


Rentaro menggunakan Teknik Sihir Duel Eaglenya dengan seluruh kekuatannya kearah kepala Azami, Azami hanya terdiam berdiri disana hingga dia tiba-tiba menghilang


"Kemana dia pergi !!?" Rentaro terkejut


Rentaro melihat kesekililingnya mencari Azami yang mengilang dari depan matanya tanpa dia dapat sadari


"Sial aku tidak dapat menemukannya" pikir Rentaro panik


"Aku berada dibelakangmu" kata Azami tiba-tiba


Setelah Rentaro mendengar kata-kata itu dia dengan segera berbalik, tetapi Azami langsung menyerangnya diperut dengan ganggang pedang yang membuatnya terbang diudara


"Arrghh !!!" jerit Rentaro kesakitan


"Ini akan menjadi akhir dari hidupmu jadi nikmatilah" kata Azami "Simon akan kubalaskan dendammu dengan membunuh sibaji***n ini" pikir Azami


Azami memasukkan pedangnya kedalam sarungnya dan bersiap untuk menyerang


(Lightning Blade Sword Art : The Dance of Ten Lightning Strike)

__ADS_1


Dalam sesaat setelah Azami melepaskan Tekniknya. Dia telah menebas Sakamaki yang sedang berada diudara dengan sepuluh tebasan dalam sekejab


"Uaghh !!!!" jerit Rentaro kesakitan


*Duar*


Rentaro terjatuh tidak bergerak setelah menerima serangan Milik Sakamaki


Setelah Azami selesai menyerang Sakamaki dengan Teknik sihir pedangnya, diapun juga turun mendarat dari udara


"Sial, Ini sangat menyakitkan" pikir Rentaro menahan sakit


Banyak darah yang keluar dari luka tebasan ditubuh Rentaro yang disebabkan oleh serangan Azami


"Sepertinya aku gagal benar-benar menghabisimu" kata Azami kecewa


"Walaupun, kau berkata begitu aku tidak dapat menggerakkan jari sekalipun" balas Rentaro tidak merasa senang sama sekali


"Kalau begitu, bisakah kau menyelesaikannya dengan cepat dan singkat !!?. Aku tidak suka mati karena kehabisan darah" minta Rentaro


"Sepertinya aku tidak dapat mengakhirimu, Sial !!!" balas Azami


Setelah Mengatakan itu Azami memuntahkan darah dan jatuh ketanah


"Sepertinya kau memaksakan tubuhmu sampai diluar batas saat menggunakan Teknik tadi" kata Rentaro pelan


Rentaro melihat kelangit sambil berpikir tentang lawannya kali ini, Mereka berdua hanyalah siswa hunter yang tidak berpengalaman dan naif


"Jika saja mereka masih hidup setelah ini aku yakin saat mereka besar nanti, mereka akan menjadi hunter yang kuat dan sangat berpengaruh didunia ini. Well itu jika mereka masih bertahan hidup" kata Rentaro tersenyum masam


"Mereka pasti akan bertahan hidup, bagaimanapun kondisi mereka saat ini" balas seseorang


Seseorang yang cukup terkenal dikalangan para peberontak/kriminal karena dia sudah menangkap banyak kriminal yang membuat Sakamaki dapat mengenalinya hanya dengan sekali lihat


"Bukannya kamu !!!" kata Rentaro terkejut


.


.


.


Yuna dan Shuna


Saat Yuna dan Shuna berpisah dengan Zoro mereka pergi kearah dimana orang berjubah hitam itu berada dan itu tidak memakan begitu banyak waktu karena mereka berdua adalah tipe kecepatan


"Sepertinya kita sudah sampai" kata Dhuna


"Bersiaplah kita harus hati-hati karena kita belum tau seberapa kuat dirinya" balas Yuna

__ADS_1


"Aku mengerti !!!" jata Shuna


Mereka berdua berhenti, mengeluarkan Artifak sihir mereka dan mengambil posisi bertarung untuk bersiap melawan orang berjubah hitam misterius tersebut


Dengan sangat hati-hati mereka berdua berjalan mendekat kearah dimana orang berjubah hitam itu terlempar, Tapi mereka tidak menemukan orang berjubah hitam itu disana


"Kemana dia pergi !!?" tanya Yuna panik


"Aku juga tidak tau, dia seharusnya terlempar dan mendarat disini' jawab Shuna


Yuna dan Shuna melihat sekeliling mereka untuk mencari keberadaan orang berjubah hitam tersebut


"Aku tidak dapat menemukannya" kata Shuna mencari


"Apa yang sedang kalian cari ?" tanya orang nomor tiga


Tiba-tiba ada orang yang berada dibelakang mereka, merekapun langsung menjaga jarak dengannya


"Bagaimana dia bisa berada dibelakang kita tanpa kuketahui !!?" tanya Yuna tidak percaya


"Sepertinya dia memiliki sesuatu alat atau teknik yang dapat menangkal teknik deteksi energi sihir" jawab Shuna


"Kalau begitu jadinya, ini akan menjadi pertarungan yang sulit" kata Yuna


"Aku punya pertanyaan kepada kalian, apa kalian mau menjawabnya ?" tanya orang nomor tiga itu


Mendengar orang berjubah hitam mengatakan hal itu Yuna dan Shuna saling memandang


"Tapi kau juga harus menjawab pertanyaan kami" jawab Shu a


"Kalau begitu, pertanyaannya adalah kenapa kalian datang kesini ? pertanyaan kedua, apa kalian utusan dari kantor pusat hunter ?" tanya Orang nomor tiga


"Jawaban untuk pertanyaan pertama itu karena kami ingin pergi ke Game Zone, dan untuk pertanyaan kedua kami bukan utusan dari kantor pusat hunter" jawab Shuna


"Hmmm, Jadi seperti itu. Itu masuk akal" kata Orang nomor tiga setuju


"Ada apa dengan orang ini, dia sangat tenang padahal ada musuh yang berada didepan. Apa mungkin dia berpikir bahwa kami berdua tidak cukup kuat untuk melawannya ?. Jika memang karena itu, aku akan sangat kesal" pikir Shuna


"Kalau begitu, sekarang giliranku bertanya. Siapa kalian ? dan apa tujuan kalian ?" tanya Shuna


"Namaku adalah Hasibana Hiro salah satu anggota dari cerberus. Kami datang kesini karena kami ingin menyelamatkan seseorang di markas cabang hunter" jawab Orang nomor tifa itu


"Menyelamatkan seseorang ? siapa ?" tanya Yuna


"Aku hanya menjawab dua pertanyaan tidak lebih" jawab Hiro


"Jadi bagaimana ? Apa yang kita lakukan selanjutnya" tanya Shuna kepada Yuna


"Aku juga tidak yakin, secara normal kita harus melawan dan menangkapnya sesegera mungkin. Tapi aku memiliki perasaan jika kita mencobanya kita bisa dibunuh olehnya" jawab Yuna

__ADS_1


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita mulai untu-" kata Hiro tiba-tiba berhenti


Tiba-tiba saja mereka bertifa merasakan Aura dingin yang sangat kuat dari posisi mereka sebelumnya


__ADS_2