Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 165 : True Vampire/Vampire Sejati


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating 5 ☆ dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )


.


Selamat membaca ~


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tempat setelah aku mengatakan hal seperti itu, Dai anak laki-laki raja Drake menghentikanku dengan memegang bahuku.


"Apa yang kau inginkan ?!"


Aku menatap anak laki-laki raja Drake.


"Beraninya kau menghinaku seperti itu !!!" kata anak laki-laki raja Drake itu marah lalu memukul wajahku dengan tinjunya.


Walaupun dia meninjuku dengan sekuat tenaga, dia bahkan tidak bisa membuatku bergerak dari tempat aku berdiri.


"Apa yang coba kau lakukan disini ?!"


Dengan kecepatan yang tidak dapat dilihat oleh Dai anak laki-laki raja Drake, aku memukul wajahnya dengan tinjuanku.


Setelah terkena tinjuanku itu, dia langsung terlempar jauh sampai gerbang masuk ke halaman istana.


Jujur. Walaupun akulah yang memukulnya, aku tidak menyangka dia akan menerima dampak sampai sebesar ini.


Seberapa lemahnya anak sialan ini ? aku hanya memukulnya tidak terlalu keras, tapi kenapa dia terlempar sampai sejauh itu ?.


"Apa yang kau katakan ? memang dia adalah seorang pangeran vampire yang memiliki energi Mana yang cukup mengesankan, walaupun begitu, semua itu tidak berguna karena dia tidak bisa menggunakannya" kata Azel dalam pikiranku.


Itu menjelaskan kenapa dia bisa terlempsr sejauh itu.


"Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang ?" tanya Azel dalam pikiranku.


Kenapa kau bertanya ? tentu saja aku akan membunuhnya.


"Apa kau yakin bisa melakukannya ?" tanya Azel dalam pikiranku.


Tentu saja bisa, memang kenapa ?.


"Heeeeee, itu tidak terduga"kata Azel dalam pikiranku.


Tidak terduga ?.


"Kupikir kau akan ragu untuk membunuh bocah vampire itu karena ada ayahmya disini, tapi sepertinya aku salah" kata Azel dalam pikiranku.


Memang kenapa kalau ada ayahnya disini ?, lagipula aku sudah mengatakan keoadanya kalau dia melakukan hal seperti itu lagi aku akan membunuhnya.


Setelah mengatakan hal seperti itu kepada Azel, dalam pikiranku. Aku pun langsung menggunakan Dark Shadow Step milikku menuju dimana Dai anak laki-laki raja Drake itu berada.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, aku pun langsung sampai digerbang masuk halaman depan istana.


Disana aku melihat Dai ank laki-laki raja Drake sedang duduk bersandar didinding sambil memulihkan luka yang ada tubuh dan diwajahnya.


"Aku memiliki satu pertanyaan untukmu"


Aku mendekat lalu jongkok didepan Dai anak laki-laki raja Drake, sambil menatapnya dengan wajah datar.


"Apa yang membuatmu berpikir, menyerangku adalah ide bagus ?"


Tepat saat aku mengatakan itu, aku menatapnya sambil mengeluarkan niat membunuhku.


Dai anak laki-laki raja Drake pun langsung menjadi bergetar ketakutan.


"Jadi kau tidak menjawab ya ?"


Aku menghilangkan niat membunuhku lalu berdiri.


Tepat setelah aku berdiri, aku menyadari raja Drake telah datang.


"Dai kenapa kau menyerang Zoro sebelumnya ?" tanya raja Drake kepada anaknya.


Mendengar pertanyaan ayahnya itu, Dai anak laki-laki raja Drake itu pun langsung mengeluarkan wajah marah dan mengepal tangannya sekuat tenaga.


"Kenapa ayah bertanya ? tentu saja karena dia menghinaku. Beraninya iblis rendahan seperti dia memanggilku sampah" teriak Dai anak raja Drake marah.


"Jadi begitu. Apa kau sadar ? untuk melindungi harga diri sampahmu itu, hari ini kau akan mati ?"


Mendengar apa yang kukatakan kedua ayah dan anak itu, menjadi sangat terkejut.


"Zoro apa maksudmu dengan mengatakan hal seperti itu ?" tanya raja Drake karena ingin memastikan.


"Apa kau lupa ? sebelumnya aku sudahpernah bilang bukan ? kalau dia menyerangku atau orang-orang yang berhubungan denganku, aku akan langsung membunuhnya"


Mendengar apa yang kukatakan, raja Drake pun langsung terdiam.


"Karena aku tidak ingin membuang waktuku yang sangat berharga, aku akan langsung membunuhmu dengan tebasan rapi"


Aku mengeluarkan pedangku dan mengambil ancang-ancang untuk menebas lehernya.


Tetapi tepat saat aku sedang mengambil ancang-ancang, aku menyadari ada sesuatu yang aneh terjadi kepada Dai anak laki-laki raja Drake.


Tiba-tiba saja, ada sebuah corak berwarna merah darah yang membentuk sebuah sayap kekelawar melayang dibelakangnya.


Tidak hanya itu, ada sebuah lambang aneh juga muncul di pipi kanannya.


"Kau pikir, aku akan membiarkanmu membunuhku semudah itu ? jangan bermimpi" kata Dai anak laki-laki raja Drake lalu melepaskan energi Mana yang sangat besar.


"Apa yang terjadi denganmu ?"

__ADS_1


Tepat saat aku mengatakan hal seperti, tiba-tiba saja duri darah keluar dari tanah dan mencoba untuk menusukku.


Walaupun sedikit tidak tetduga, aku masih tetap dapat menghindarinya tepat waktu.


"Hoho~ ini tidak terduga. Aku tidak pernah berpikir kalau aku akan bertemu salah satunya disini" kata Azel dalam pikiranku.


Hmmm ? apa yang sedang kau bicarakan ?.


"Aku sedang membicarakan tentang True Vampire/Vampir sejati" jawab Azel dalam pikiranku.


True Vampire/Vampir sejati ? apa itu sesustu keadaan special dari seorang vampire ?.


"Kurang lebih seperti itu. True Vampire /Vampir sejati itu bisa diibaratkan sebagai Vampire terjenius dari semua vampire jenius yang ada.


Potensialnya dan kecepatan berkembangnya tidak terbatas dan tidak akan pernah dapat dibandingkan dengan para vampire biasa.


Terlebih lagi, True Vampire/Vampir sejati memiliki kemampuan khusus yang bisa dibilang terlalu kuat" kata Azel menjelaskan dalam pikiranku.


Karena kau bilang kuat, bukannya itu sama saja dengan kemampuan yang dapat menghancurkan sebuah negara ?.


"Bisa dibilang begitu" kata Azel dalam pikiranku.


Jadi apa kemampuan khusus yang dimiliki oleh True Vampire/vampir sejati ini ?.


"Tidak seperti vampire normal yang menggunakan sihir dengan mempersiapkan unsur-unsur yang dibutuhkan agar dapat mengaktifkan sihir darah/sihir seri vampire.


Dia dapat menggunakan sihir darah bahkan tanpa harus mempersiapkan unsur-unsur penting itu, atau singkatnya dia dapat sepenuhnya meunggunakan sihir darah/seri vampire seperti mengerakkan tangan dan kakinya" kata Azel menjelaskan dalam pikiranku.


Tunggu apa ?!. Jadi maksudmu dia dapat menggunakan sihir seri vampire sesuka hati tanpa sedikitpun persiapan atau pun ancang-ancang ?.


"Benar. Dan yang lebih parahnya lagi,kau tidak akan pernah bisa mengetahui kapan dia mengaktifkan sihir" kata Azel menambahkan dalam pikiranku.


Tepat setelah Azel mengatakan hal seperti itu, tiba-tiba saja ada sebuah pedang yang keluar dari tanah, dan hampir saja menusuk leherku.


"Sial yang tadi itu hampir saja"


Aku mengecek leherku, dan lega setelah mengetahui bahwa masih menempel dengan tubuhku.


Apa yang sebaiknya aku lakukan untuk keluar dari situasi buruk saat ini ?.


"Apa yang kau khawatirkan ? walaupun dia memang True Vampire/vampir sejati. Itu bukan berarti dia dapat menggunakan kemampuannya itu sepenuhnya" kata Azel dalam pikiranku.


Jadi maksudmu, kemampuan True Vampire/vampir sejatinyanya itu masih baru saja terbangun.


"Kurang lebih seperti itu" kata Azel dalam pikiranku.


"Yosh. Kalau begitu, ini mungkin hanya akan sedikit merepotkan daripada yang seharusnya"


Setelah aku mengumamkan hal seperti itu, aku pun langsung mengambil posisi bertarungku.

__ADS_1


__ADS_2