
Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating 5 ☆ dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )
.
Selamat membaca ~
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
10 menit berlalu setelah Daiki mulai menunggu Zoro didalam hujan yang sangat lebat itu.
Belum ada, tanda-tanda Zoro akan datang kesini.
"Haaaaaaaa, Sial. Dimana dia sekarang, bukannya dia mengatakan kalau dia akan menugguku disini ? tapi kenapa malah aku yang menunggu" Daiki merasa resah dan sedikit kesal.
Tepat setelah dia mengatakan hal seperti itu, Daiki tiba-tiba saja merasakan sesuatu dengan energi Mana yang sangat besar mendekat kearahnya.
Untuk sesaat Daiki berpikir kalau itu mungkin adalah Zoro yang datang kesini. Akan tetapi, dia langsung berubah pikiran setelah dia menyadari energi Mananya seseorang itu, terasa sangat mirip dengan energi Mana rekannya.
*Rekan yang Daiki maksud adalah Charlotte
"Bos, aku sudah membawa da-" kata seseorang keluar dari dalam hutan lalu terhenti.
Tanpa dijelaskan pun, Daiki dapat menyadari kalau mahkluk yang dia lihat sekarang adalah seorang Vampire.
Terlebih lagi, vampire yang didepannya ini memiliki kuantitas dan kualitas energi Mana yang sangat luar biasa.
Disaat itu juga, Daiki menyadari kalau saja mereka bertarung kemungkinan besar akan menjadi pertarungan panjang dan sengit.
Disisi lain.
Dai saat ini menjadi sangat terkejut dengan apa yang sedang dia lihat dengan matanya. Hanya dengan sekali lihat saja dia dapat mengerti kalau orang yang sedang bersandar dipohin itu sangatlah kuat.
Terlebih lagi, Dai juga merasakan sesuatu yang sangat tidak nyaman saat berada didekat orang itu.
Hanya dengan berada didekat orang itu, Dai merasa seperti nyawannya sangatlah terancam.
"Siapa kau ?" tanya Dai dengan sangat waspada.
"Itu pertanyaanku. Siapa kau ?" tanya Daiki balik.
Untuk sesaat, mereka berdua terdiam sambil terus saling menatap.
"Namaku adalah Ishikawa Daiki, dan kau siapa ?" kata Daiki memperkenalkan diri sambil terus waspada.
"Namaku adalah Dai. Apa yang kau lakukan di hutan ini ?" tanya Dai
"Itu bukanlah urusanmu" jawab Daiki.
__ADS_1
Mendengar jawaban Daiki, Dai pun menjadi merasa sangat kesal.
"Tentu saja itu urusanku, lagipula ini adalah tempat dia menungguku sebelumnya. Jadi lebih baik kau pergi dari sini" kata Dai sangat kesal.
"Pergi dari sini ? memang siapa kau memerintahku seenaknya ?" balas Daiki kesal
"Hey kau manusia sialan, lebih baik kau melakukan apa yang kusuruh secepatnya. Jika tidak aku akan melakukan sesuatu kepadamu" kata Dai menatap Daiki dengan tatapan dingin.
"Melakukan sesuatu ? memang apa yang bisa kau lakukan kepadaku ?" Daiki menatap Dai dengan tatapan tidak suka.
"Melakukan apa kau tanya ? Hmph, aku akan menghancurkanmu"
Tepat setelah Dai mengatakan hal seperti itu, tepat di bawah tanah dimana Daiki berada tiba-tiba saja Duri darah keluar dan mencoba menusuk tubuhnya.
Akan tetapi, tepat sebelum duri-duri darah itu menusuk tubuh Daiki, dia langsung menggunakan sihir ruang dan waktunya lalu menghindari duri-duri itu dan menghilang dari hadapan Dai.
"Kemana dia pergi ?!" Dai melihat kekelilingnya dengan panik.
"Apa yang sedang kau coba lakukan ?" tanya Daiki muncul tiba-tiba dibelakang Dai.
"Bagaiman-"
Bahkan sebelum Dai bisa mengatakan apa yang ingin dikatakan, Daiki langsung menyerang menggunakan artifak sihirnya yang berupa Tonfa dengan sangat kuat.
Karena serangan itu, Dai pun terlempar jauh kedalam hutan sambil terus menambrak pohon.
"Sial, apa-apaan dengan serangannya tadi ? ini sangatlah sakit. Terlebih lagi bagaimana dia bisa tiba-tiba muncul dibelakang tubuhku ? itu bahkan bisa dibilang teleportasi instan"
"Jadi bagaimana ? apa kau masih ingin menlanjutkan ini ?" tanya Daiki dengan santai.
"Kau pikir kau sudah menang ? hanya karena kau berhasil melukaiku ?"
Dai membentuk sebuah pedang bermata satu dengan sihir darahnya lalu dia menyerang Daiki dengan pedang itu.
Akan tetapi Daiki dapat dengan mudah menghindarinya.
"Apa hanya ini yang kau punya ?" tanya Daiki remeh.
"Haah ? tentu saja tidak ?"
Tepat setelah Dai mengatakan hal seperti itu, tiba-tiba saja, ada rantai darah yang mengikat tubuh Daiki dari tanah.
"Apa ?" Daiki terkejut.
"Matilah"
Dai membuat sebuah pedang darah raksasa diudara lalu menjatuhkannya dengan keceoatan tinggi kearah Daiki.
__ADS_1
"Secepat apapun kau, aku yakin serangan tadi pasti mengenaimu" kata Dai tersenyum sombong dan merasa puas.
Akan tetapi, tiba-tiba saja Dai merasakan keberadaan seseorang di belakangnya.
"Yang tadi itu hampir saja"
"Kau bagaimana kau bisa selamat dari seranganku tadi ?" Dai tidak dapat percaya dengan apa yang dia lihat didepannya.
"Menurutmu bagaimana aku bisa selamat ?" tanya Daiki tersenyum.
"Tch. Aku yakin itu hanyalah keberuntungan" Dengan sangat kesal, Dai menghujani Daiki dengan pedang darah.
"Kau pikir sihir seperti ini dapat menghentikanku ?" Daiki maju dengan kecepatan tinggi.
Melihat Daiki dapat menghindari semua serangannya seperti itu, bukan apa-apa. Membuat Dai menjadi semakin kesal.
"Hey Vampire jelek, kenapa kau daritadi hanya menyerangku dari jarak jauh ?. Apa mungkin kau takut mati kalau melawanku dari jarak dekat ?" Daiki memancing
"Apa kau bilang ?!" Dai membuat sebuah pedang darah lalu maju dengan kecepatan tinggi untuk menyerang Daiki.
Tepat setelah mereka berada sangat dekat, mereka berdua pun langsung saling menyerang.
Karena serangan mereka saling bentrok, sebuah percikan sihir terjadi di udara. Bahkan wilayah sekitar mereka menjadi hancur hanya karena satu kali bentrok serangan.
Walaupun begitu, mereka tidak berhenti hanya disana. Tanpa sedikitpun rasa ragu-ragu, mereka terus saling bertukar serangan yang memiliki potensi untuk langsung memberikan kerusakan fatal.
"Terima ini. Void Slayer Tonfa Art : Bashing Time Lock" Daiki mencoba untuk menyerang Dai dengan menggunakan teknik sihir tonfanya.
Akan tetapi, Dai dapat menahan serangannya itu dengan menggunakan sebuah tameng darah yang dia buat.
"Apa hanya itu yang kau punya ?" tanya Dai dengan sombong.
Perkataan itu telah membuat Daiki menjadi sangat kesal.
"Kau bajin**an" Daiki menyerang dengan lebih agresif dari sebelumnya.
Karena tidak dapat mengatasi serangan Daiki yang menjadi lebih agresif itu, Dai pun mendapatkan beberapa luka ditubuhnya.
"Sial. Terima ini"
Dari bawah tanah saat Daiki sedang fokus dengan dirinya Dai mengikat salah satu kaki Daiki dengan rantai darah lalu menariknya kedalam jauh kedalam tanah.
"Apa kau mencariku ?" Daiki muncul dibelakang Dai laku melancarkan serangannya.
Akan tetapi, secara tidak terduga serangan Daiki dapat ditahan oleh Dai dengan sempura menggunakan tameng darah.
"Apa ?!"
__ADS_1
"Kau pikir aku akan terkena serangan yang sama lagi ?" Dai memukul Daiki sekuat tenaga dengan tinjunya.
Karena tinjuan itu, Daiki pun terlempar cukup jauh kedalam hutan sambil terus menabrak batu dan pepohonan.