
Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating 5 ☆ dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )
.
Selamat membaca ~
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Ahh benar juga, biar aku memperkenalkan kalian. Daiki dia adalah Dai bawahan baruku,dan Dai ini adalah salah satu rekanku"
Mendengar apa yang kukatakan, Dai dan Daiki pun terkejut dengan wajah kesal.
"Karena aku sudah memperkenalkan kalian, bagaimana kalau kita segera pergi dari sini"
"Tunggu dulu sebentar. Apa kau ingin membawa si vampire sialan itu kembali bersama kita ?" tanya Daiki kesal.
"Itu benar. Apa kau tidak bisa melakukannya ?"
"Tentu saja aku bisa. Hanya saja aku ragu untuk membawanya" jawab Daiki.
"Ragu ? kenapa kau ragu ?"
"Hey hey hey, dia itu adalah seorang Vampire sialan kau tau. Aku yakin jika kita membawanya ke tempat yang banyak manusianya, dia akan menyebabkan masalah tidak perlu seperti orang gila" kata Daiki dengan suara keras.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Daiki, urat nadi muncul dikepala Dai.
"Kalau masalah itu tenang saja. Aku bisa jamin dia tidak akan melakukan hal yang dapat membuat masalah"
"Hoo. Jadi kenapa kau bisa yakin ?" tanya Daiki tidak percaya.
"Karena aku bisa melakukan ini. Dai kuperintahkan kau untuk tampar wajahmu"
Tepat setelah aku mengatakan hal seperti itu, Dai menampar wajahnya dengan sangat kuat.
"S-sial. Kenapa kau melakukan itu kepadaku ?!" tanya Dai sambil berguling-guling kesakitan.
"Jadi bagaimana ? apa kau sudah yakin sekarang ?"
"Tentu. Tapi aku memiliki satu pertanyaan" kata Daiki.
"Pertanyaan ? memang pertanyaannya apa ?"
"Bagaimana caranya kau melakukan itu ?" tanya Daiki sangat penasaran.
"Aku bisa mengotrolnya karena aku telah membuat kontrak ikatan jiwa dengannya"
"Membuat kontrak ikatan jiwa ? apa memang bisa mengotrol seorang mahkluk bangsawan dengan menggunakan kontrak ikatan jiwa ?" tanya Daiki terkejut.
Heh ?! kenapa dia terkejut.
__ADS_1
"Tentu saja dia terkejut. Lagipula teknik ikatan jiwa tuan dan pelayan hanya diketahui oleh mahkluk-mahkluk bangsawan tingkat Marquis keatas" kata Azel didalam pikiranku.
Jadi begitu toh.
"Apa kau bisa mengajariku cara melakukannya ?" tanya Daiki bersemangat.
"Apa yang kau bicarakan ? tentu saja tidak. Itu adalah rahasia"
Mendengar jawabanku, Daiki pun langsung merasa kecewa sekali.
"Daripada itu, bagaimana kalau kita segera pergi kembali ke markas cabang. Saat berlatih disini aku hanya memakan monster dengan cara dianggang tanpa bumbu sama sekali.
Karena hal itu, saat ini aku sangat ingin untuk memakan masakan yang normal setelah kembali"
"Zaaah Zaaah" Ryu mengatakan sesuatu kepadaku.
"Kau bertanya apa disana ada daging yang mengandung energi Mana ?. Tenang saja, disana pasti ada"
Mendengar jawabanku, Ryu pun mendekatkan kepalanya lalu meniilatku dengan lidah raksasa dan basahnya itu.
"Daritadi aku ingin menanyakan ini, tapi kenapa mahkluk yang terlihat seperti naga ini berada disini ?" tanya Daiki kembali normal setelah merasa kecewa.
"Namanya adalah Ryu familiar milikku. Dan juga dia bukanlah mirip naga melainkan naga benaran"
Mendengad apa yang kukatakan Daiki langsung terdiam seperti patung batu.
"Familiar ? Naga ? Heh ?"
Dai kemarilah, kita akan berangkat ke Amerika sekarang. Jika kau tidak segera datang kemari, aku akan membuatmu jalan kaki pergi ke sana"
Mendengar apa yang kukatakan, Dai pun langsung bergerak dengan kecepatan tinggi kearahku.
"Yosh. Daiki ayo mulai pergi"
Tepat setelah aku mengatakan itu, Daiki pun menggunakan sihirnya untuk memindahkan kami ke Amerika.
Setelah beberapa saat, kami pun tiba-tiba saja berada diatas langit dengan ketinggian yang sangat mengerikan.
"Huaaaaah" teriak Dai.
"Kenapa kita malah terjun diudara bukan langsung ke markas ?!"
"Mana mungkin aku melakukan itu. Jika aku malakukan itu, markas cabang akan menjadi panik karena kemunculan tiba-tiba seekor naga"
"Kau benar juga. Tapi kenapa kau tidak mengatakannya sebelumnya ?"
"Itu karena aku baru sadar kalau kita membawa naga saat aku sedang memindahkan lokasi kita kesini" jawab Daiki.
"Kalau begitu. bagaimana caranya agar Ryu bisa ikut ?"
__ADS_1
"Tidak mungkin dia bisa ikut kita ke markas cabang" jawab Daiki
"Jadi apa yang sebaiknya kita lakukan sekarang ?"
"Aku akan memindahkannya ke ruangan latihan milikku di Aetherion" jawab Daiki.
"Itu adalah ide bagus"
Daiki pun langsung memindahkan kami ke ruangan latihan miliknya yang berada di Aetherion.
"Guak" Dai jatuh kelantai dengan kepalanya duluan.
"Kalau disini, aku yakin tidak akan membuat panik siapapun"
"Ryu, kau tunggu disini dulu ok ? aku akan datang kesini saat aku memiliki waktu luang"
"Zaaah" jawab Ryu.
Setelah itu, Daiki pun langsung memindahkan kami ke markas cabang di Amerika.
"Guak" Dai jatuh dilantai dengan kepalanya duluan lagi.
"Oi, Dai apa kau baik-baik saja ?"
"Mana mungkin aku baik-baik saja. tulang leherku sudah tergeser dua kali" jawab Dai.
"Jadi Zoro apa yang akan kau lakukan sekarang ?" tanya Daiki.
"Karena aku sudah selesai, aku akan mengujungi rumah orangtuaku"
" Apa ingin aku ikut bersamamu ?" tanya Daiki.
"Tidak perlu. Aku akan datang kesana sendirian saja"
"Jadi begitu. Saat kau pergi diluar sana berhati-hati ok"
"Tentu saja. Kalau begitu aku pergi mandi dulu"
Aku pun langsung pergi ke kamar mandi, untuk membersihkan diri. Dan setelah aku selesai, aku pun segera menggunakan pakaian kasualku, lalu berangkat pergi keluar dari markas untuk pergi ke restoran makanan cepat saji.
Sesampainya aku disana, aku pun langsung memesan hampir semua makanan dan minuman yang tersedia disana.
Setelah aku selesai makan dan duduk untuk menunggu makanan turun ke perut selama beberapa menit. Aku pun pergi keluar dari restoran untuk pergi ke rumah orang tuaku yang berada di Amerika.
Akan tetapi saat aku keluar dari restoran makanan cepat saji, tiba-tiba saja semua orang berlari dengan panik dijalanan.
Apa yang sedang terjadi ?.
"Sepertinya ada monster yang sedang mengamuk.
__ADS_1
Tepat setelah Azel mengatakan hal seperti itu didalam pikiranku, tiba-tiba saja ada sesuatu yang menyerangku dari udara.