Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 169 : Misi Untuk Pewaris


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating 5 ☆ dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )


.


Selamat membaca ~


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Tunggu apa ?" tanya Dai memastikan


"Kau harus membantu dan melayani pengemban takdir kegelapan" kata Vlad


"Membantu dan melayani ? heh ?!" Dai tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Vlad


"Aku tau kau pasti merasa sangat heran, kenapa aku mengatakan ini kepadamu bukan ?" kata Vlad


"T-tapi Raj- maksudku Vlad kau bilang ini adalah misi yang harus ku kerjakan sebagai pewarismu bukan ?, aku tidak pernah menyangka kalau akan disuruh untuk melayani seseorang" kata Dai


"Misi khusus ini memang terdengar sangat aneh untuk seorang pewaris kekuatan dari raja Vampire sepertiku. Tapi sebenarnya sebelum aku menjadi seorang raja Vampire, aku dulunya adalah salah satu orang yang melayani si pemgemban takdir kegelapan"


Kata Vlad dengan ekspresi sedih setelah mengatakan hal seperti itu.


"Heeh ?! Raja Vlad dulunya juga adalah salah satu orang yang melayani pengemban takdir kegelapan ?" Dai terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Vlad.


"Walaupun terdengar sedikit tidak cocok untuk seorang raja Vampire pertama sepertiku, untuk menjadi salah satu orang yang melayani orang itu, adalah sesuatu yang tidak tergantikan untukku" kata Vlad murung


"Untuk berpikir kalau Raja Vampire pertama dulunya melayani seseorang. Itu adalah berita yang mengejutkan untukku. Lagipula siapa orang yang mengemban takdir kegelapan yang Raja Vlad maksud ?" tanya Dai dengan sopan


"Kau berbicara dengan sangat sopan dan kaku lagi" kata Vlad tersenyum masam


"M-maaf, walaupun aku sudah berusaha debgan sangat keras, aku hanya tidak bisa menganggap Raja Vampire pertama seperti seorang teman" kata Dai meminta maaf.


"Kau tidak perlu meminta maaf, kalau kau memang tidak bisa seharusnya kau tidak perlu memaksakan dirimu" kata Vlad tersenyum


"Kalau begitu, bisakah Raja Vlad memberitahuku siapa orang pengemban takdir kegelapan yang raja Vlad layani dulu ?" tanya Dai sangat penasaran


"Orang itu sudah lama mati beberapa ribu tahun yang lalu" jawab Vlad.


"Heh ?! kalau begitu, bagaimana caranya aku dapat mengerjakan misi yang anda berikan sebagai pewaris kepadaku ?" tanya Dai terkejut.


"Walaupun orang yang kulayani sudah lama mati, bukan berarti pengemban takdir kegelapan sudah tidak ada lagi" jawab Vlad


"Heh ?! kalau bukan orang yang anda layani dulu, jadi siapa orang pengemban takdir kegelapan itu ?" tanya Dai bingung.


"Aku juga tidak tau, siapa pengemban takdir kegelapan saat ini" kata Vlad dengan santai


"Heh ?! jadi bagaimana aku mengerjakan misi yang anda berikan ?" tanya Dai

__ADS_1


"Tentu saja itu juga termasuk tugasmu untuk mencari orang itu" kata Vlad tersenyum


"Heeeeh ?! bagaimana bisa aku menemukan orang itu ?!. Aku bahkan tidak memiliki sedikitpun petunjuk" kata Dai panik.


"Tenang saja, walaupun kau tidak memiliki sedikitpun petunjuk tentang orang itu, aku yakin kau pasti akan merasakannya setelah bertemu dengan orang itu" kata Vlad


"Kenapa anda bisa yakin tentang itu ?" tanya Dai


"Tentu saja karena kau adalah pewarisku" jawab Vlad tersenyum


Mendengar apanyang dikatakan oleh Vlad, Dai merasa seperti ada sebuah beban yang sangat berat dipunggunya.


"Ohh benar juga. Saat kau sudah keluar dari tempat ini, ingat jangan pernah mengatakan apapun yang bersangkutan dengan pengemban takdir kegelapan" kata Vlad mengingatkan


"Baiklah. Tapi bisakah anda memberitahu aku alasannya ?" tanya Dai sedikit penasaran


"Aku tidak bisa memberitahumu detailnya, tapi jika saja kau terlalu sering membicarakan sesuatu yang bersangkutan dengan pengemban takdir kegelapan, orang itu mungkin akan menyadarinya dan akan langsung datang mencarimu, dan itu akan berakhir sangat buruk untuk semua orang" jawab Vlad dengan wajah serius


"Jadi begitu" kata Dai mengerti.


"Karena aku sudah meberitahumu demua hal yang kuingin katakan, sepertinya sudah waktunya aku mewariskan kekuatanku kepadamu"


Kata Vlad lalu menggigit ujung jari jempolnya sampai keluar darah, lalu menempelkannya di atas kepala Dai.


Tepat setelah Vlad melakukan hal seperti itu, tiba-tiba saja Dai merasakan ada sesuatu yang masuk kedalam kepalanya.


"Itu adalah kekuatan yang ku wariskan kepadamu" jawab Vlad


"Jadi kekuatan seperti apa yang anda wariskan kepadaku ?" tanya Dai pemasaran.


"Kau akan mengetahuinya saat kau keluar dari tempat ini" jawab Vlad tersenyum.


"Walaupun anda mengatakan hal seperti itu, bagaimana caranya aku bisa keluar dari tempat ini ?" tanya Dai.


"Kau tidak perlu melakukan apapun" jawab Vlad.


Tepat setelah Vlad mengatakan hal seperti itu, Dai tiba-tiba saja merasakan rasa ngatuk yang sangat kuat.


"A-apa yang sebenarnya terjadi ?" kata Dai terjatuh ke lantai karena tidak kuat untuk menahan rasa ngatuk yang menyerang dirinya .


"Sebagai orang yang mewarisi kekuatanku, aku harap kau dapat mengerjakan misi yang ku berikan kepadamu.


Walaupun misi ini akan sangat sulit untuk dilakukan, aku yakin kau bisa melakukannya. Jadi berjuanglah" kata Vlad lalu menghilang diudara secara perlahan.


Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Vlad, Dai pun akhirnya kehilangan kesadarannya sepenuhnya.


.

__ADS_1


.


.


Setelah dia tertidur untuk beberapa waktu, Dai pun kembali tersadar dan langsung membuia matanya.


"Dimana aku ?" gumam Dai terbanhun


Dai pun langsung bangun dari tanah lalu duduk dan melihat sekitar.


Setelah melihat sekelilingnya, Dai pun menyadari kalau dia sudah kembali ke halaman istana ayahnya.


"Hey vampire sialan, apa kau sudah sadar sepenuhnya ?"


Mendengar suara familiar itu, Dai pun langsung mengeluarkan wajah agak kesal dan tidak ingin melihat wajah orang itu.


Akan tetapi walaupun dia sebenarnya dia tidak mau melihat wajah iblis yang menurutnya sangat menjengkelkan.


Entah kenapa didalam dirinya ada yang menyuruhnya untuk melihat orang itu. Dan tepat setelah dia berbalik dan melihat wajah orang yang menurutnya sangat menjengkelkan.


Setelah dia melihat wajah orang itu, tubuhnya tiba-tiba saja terasa seperti terkena sambaran petir. Dan disaat yang sama dia merasakan perasaan aneh didalam hatinya.


"Hey apa kau baik-baik saja ?"


"Pengemban takdir kegelapan" gumam Dai pelan secara tidak sadar.


Tepat setelah dia mengatakan itu, dia pun tersadar kalau dia sudah mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya tidak dia bicarakan.


Dan mulai memarahu dirinya sendiri karena sudah mengatakan hal itu walaupun sudah diingatkan.


"Oi ! kalau tidak salah namamu Dai bukan ?" tanya iblis itu


"Y-ya benar namaku memang Dai" jawab Dai sedikit gugup.


"Tadi sebelumnya kau mengatakan pengemban takdir kegelapan bukan ?. Apa mungkin kau mengetahui sesuatu tentang hal itu ?"


Mendengar apa yang barusan iblis itu katakan, secara tidak sadar Dai pun langsung terkejut.


"Jadi apa kau mengetahui sesuatu tentang hal itu ?" tanya iblis itu lagi.


Karena Dai merasa, tidak bisa menyembunyikannya lagi, dia pun mengatakannya.


"Aku memang mengetahui sesuatu tentang hal itu. Akan tetapi aku tidak bisa memberitahukan apapun yang bersangkutan tentang hal itu" kata Dai.


"Hah ?! kau tidak bisa memberitahuku sekarang ? memang kenapa ?" tanya iblis itu heran


"..........." Dai pun tidak menjawab.

__ADS_1


Karena merasa iblis itu akan mendesaknya teruas, Dai pun langsung pergi menuju istana tanpa mengatakan apapun lagi.


__ADS_2