
Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )
.
Selamat Membaca ~
.
"Jika kita kalah kita harus menggunakan seragam wanita, bukanya itu berlebihan !?" kata Azami tidak terima
"Jika kalian tidak ingin menggunakannya itu sangatlah mudah, kalian hanya perlu mengenaiku saat menyerang" kata Ayahnya Azami tersenyum
"Walaupun Kurogane-san mengatakan itu, ini terlalu sulit untuk dilakukan" Simon menambahkan
"Itu benar mana mungkin kita seorang siswa dapat mengalahkan hunter profesional" Zoro menambahkan juga
"Jika kalian memiliki waktu untuk komplain lebih baik jika kalian gunakab untuk maju menyerang" kata Ayahnya Azami
"Tch, sepertinya tidak ada cara lain ayo kita serang secara bersamaan mungkin saja kita dapat menyentuhnya" kata Azami serius
"Aku juga memikirkan hal itu"kata Zoro serius
"Kalau begitu tidak perlu membuang-buang waktu ayo kita maju" Simon menambahkan
Setelah mereka bertiga setuju menyerang bersama, mereka pun mengambil posisi bertarung mereka
"Apa yang kalian lakukan ? cepat kemari atau mungkin kalin sudah menyerah dan ingin menggunakan seragam sekolah gadis kesekolah, kalau memang begitu aku sangat kecewa dengan kalian" kata Ayahnya Azami mengejek mereka bertiga
Mendengar apa yang dikatakan membuat mereka bertiga kesal dan membara, tanpa basa-basi mereka maju dan mulai menyerang tanpa menahan diri sama sekali dengan menggunakan Artifak sihirnya
Walaupun mereka sudah mengerahkan seluruh kekuatan mereka untuk menyerang, Ayahnya Azami hunter bernama Kurogane Ryo dapat menghindari semua serangan seperti itu bukan apa-apa bahkan dia memiliki waktu untuk komentar
"Zoro kau memiliki reflek dan flesibilitas yang tinggi, tetapi kemampuanmu hanya itu saja walaupun seranganmu cepat dan dilepaskan diwaktu yang tepat itu tidak akan memberikan terlalu kerusakan jika lawanmu menggunakan Armor sihir tingkat menengah keatas" Ayahnya Azami menjelaskan kepada Zoro
"Sial !!!" kata Azami kesal
"Simon kau memang memiliki daya penghancur terbesar diantara kalian bertiga, tetapi kau terlalu banyak celah saat menyerang yang dapat digunakan oleh musuhmu untuk menyerangmu saat mereka menghindarinya, makanya saat kau bertarung waktu itu kau mendapat banyak sekali luka" Ayah Azami menjelaskan kepada Simon
"Tch, aku tidak dapat mengenainya sama sekali" kata Simon kesal
__ADS_1
"Dan terkahir kau Azami, memang kau memiliki kecepatan hanya saja jika kau hanya dapat menggunakan kecepatanmu sebatas itu, kau tidak akan dapat menjadi semakin kuat lagi. Apa lagi kemampuan kontrol Manamu yang tidak karuan padahal kau memiliki kapasitas Mana yang besar.
jika kau ingin mengontrol Manamu pertama kau harus bisa mengotrol emosimu , kontrol Manamu saat ini seperti air yang tidak dapat tenang dan dapat tumpah kapan saja dari wadahnya Tetapi jika kau sudah bisa mengotrol emosimu dengan baik kau pasti bisa menggunakan Mana didalam dirimu seperti kau menggunakan tangan dan kakimu" Ayahnya Azami menjelaskan kepada Azami
Setelah selesai menjelaskan kelemahan mereka Ayahnya Azami menyerang mereka dan membuat mereka terdorong mundur menjauh darinya
"Aku tidak habis pikir kita bertiga menyerang bersamaan bahkan tidak bisa menyetuhnya sekali pun" kata Azami
"Tidak hanya dia dapat menghindari serangan kita tanpa kesulitan sedikit pun dia juga bahkan sempat memberi tau kelemahan masing-masing dari kita saat menghindar" kata Zoro kepada Simon dan Azami
"Tapi kuakui ini adalah latihan paling bagus untuk menghilangkan kelemahan kita, jika bukan karena Kurogane-san yang menjadi musuh kita agar memberitau kita kelemahan kita masing-masing mungkin kita tidak akan pernah menyadari kelemahan kita sendiri" kata Simon tersenyum
Walaupun mereka berdua sedikit kesal untuk mengakuinya karena mereka diejek juga, tetapi mereka setuju dengan apa yang dikatakan oleh Simon karena memang begitu faktanya
"Walaupun begitu kita tetap harua dapat menyentuhnya agar kita tidak terkena hukuman yang mengharuskan kita menggunakan seragam wanita kesekolah" kata Azami dengan muka bermasalah
"Kau benar, aku tidak mau membayangkan aku menggunakan seragam wanita kesekolah" Zoro menambahkan
Setelah selesai melakukan percakapan mereka pun kembali mengambil posisi bertarung mereka
"Jika kalian ingin dapat mengenaiku kusarankan jangan menggunakan rencana seperti tadi bahkan yang tadi itu tidak bisa disebut rencana, serangan kalian tadi hanya menyerangku secara bersamaan tanpa sedikitpun rencana atau strategi" kata Ayah Azami
Mereka bertiga pun mulai berpikir untuk menemukan cara yang dapat memberikan mereka kesempatan untuk menyerang Ayahnya Azami
"Apa kalian mendapatkan sebuah ide ?" tanya Azami kepada mereka berdua karena sudah menyerah untuk mencoba berpikir
"Aku tidak dapat memikirkan apapun yang dapat digunakan untuk melawan Kurogane-san" kata Simon menyerah juga
"Jangan menyerah berpikir terus sampai dapat !!!" kata Azami menyemangati
"Jangan menyerah pantatmu kau aja sudah menyerah untuk memikirkan rencana" balas Simon kepada Azami
"Eeh !? aku tidak menyerah hanya istiraht sebentar" kata Azami mencari alasan
"Apa yang kalian bertiga sedang lakukan ? cepat datang kesini dan serang aku, atau mungkin kalian benar-benae sudah menyerah" kata Ayahnya Azami mengejek
Kekesalan Simon dan Azami pun bertambah membuat mereka ingin sekali memukul wajahnya walaupun mereka tidak bisa walaupun mencobanya
"Aku memiliki satu rencana yang mungkin dapat memberikan kita celah untuk menyerang" kata Zoro serius
__ADS_1
"Apakah kau serius ?" kata Azami
"Bisakah kau jelaskan detailnya ?" tanya Simon
Zoro pun memberitaukan rencananya kepada Simon dan Azami dengan membisikinya
"Itu mungkin dapat berhasil" kata Azami yakin
"Rencana ini memang mungkin daoat berhasil" kata Simon iku menyakinkan
Setelah mereka setuju untuk menjalankan rencana Zoro, mereka pun mengambil posisi bertarung mereka
"Kalau begitu aku mulai !!!" kata Zoro
(Silver Moon Edge Sword Art : Crestmoon Slash)
Tiga tebasan Mana berbentuk mengarah kepada Ayahnya Azami dan saat bersamaan Azami dan Simon maju mendekat kearah dia
Tetapi Ayahnya Azami pun tetap menghindarinya dengan mudah
"Heh !? sepertinya kali ini berbeda dari sebelumnya" kata Ayahnya Azami tersenyum
"Tentu saja berbeda kita tidak mungkin menggunakan sesuatu yang gagal dua kali" kata Azami mulai menyerang bersama Simon
Azami dan Simon pun menyerang dengan kekuatan penuh walaupun serangan mereka masih dapat dihindari dengan mudah
"Apa hanya segini saja !?" tanya Ayahnya Azami remeh
"Apa Kurogane-san melupakan sesuatu !?" kata Simon tersenyum
Tepat setelah Simon mengatakan itu Ada Tebasan Mana berbentuk bulan sabit yang mengarah kepadanya dari belakang
"Ehh !? bagaimana mungkin ?" tanya Ayahnya Azami kaget
"Apa Kurogane-san melupakan kalau Zoro tidak ikut maju menyerang juga"kata Simon tersenyum
Tepat Setelah serangan tebasan Mana yang dilepaskan Zoro hampir mengenainya, tiba-tiba Ayahnya Azami menghilang
"Kemana dia pergi !?" tanya Simon kaget karena Ayahnya Azami tiba-tiba menghilang
__ADS_1
"Yang tadi itu sangatlah berbahaya, tetapi kalian pasti tidak menyangka bahwa aku menggunakan sihir untuk menghindar bukan ?, memang sedikit lagi tapi sayang sekali kalian harus mencoba lagi" kata Ayahnya Azami tersenyum