Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 141 : Bertarung Untuk Mengulur Waktu


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating 5 ☆ dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )


.


Selamat membaca ~


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sial !, dia sudah mulai menyerang lagi.


"Terima ini !" kata lelaki berambut jambul kuning itu menyerang dengan tinjunya.


Dengan cepat Aku dan Kyoya langsung menghindari serangan tinjunya itu.


Tetapi setelah berhasil menghindari serangan lelaki berambut jambul kuning itu, Kyoya terjatuh ke lututnya.


"Kyoya apa kau tidak apa-apa ?"


Aku menarik Kyoya untuk kembali berdiri.


"Aku tidak apa-apa, hanya sedikit kelelahan" jawab Kyoya kembali berdiri


"Kalau begitu, lebih baik kalau kau segera beristirahat disuatu tempat"


"Apa yang kau katakan ? mana mungkin dia membiarkan aku pergi begitu mudah, terlebih lagi jika aku pergi bagaimana kau dapat mengalahkannya" kata Kyoya dengan ekspresi heran


"Kau tenang saja, masalah mengalahkannya aku mempunyai sebuah cara, jadi kau pergi beristirahat saja. Aku yakin penyerangan para hunter korup ini tidak akan berhenti disini saja, diwaktu yang akan datang kita pasti masih harua melawan mereka"


"Baiklah, tapu bagaimana caeanya aku pergi dari sini ?" tanya Kyoya


"Kalau masalah itu tenang saja, aku memiliki sihir yang dapat menahan seseorang, tetapi melihat dia sepertinya bisa menghancurkan sihir kita dengan mudah, kau hanya memiliki sedikit waktu untuk bergerak bebas dan pergi dari sini"


"Itu tidak masalah, walaupun aku sedang kelelahan, aku pikir aku masih bisa bergerak cukup cepat untuk kabur" kata Kyoya


"Kalau begitu bersiaplah, aku akan segera menggunakan sihirku"


"Apa kalian sudah selesai berbicara ?. Heavenly Fire Tiger Gauntlent Fist Magic Art : Roaring Fire Tiger"


Kata lelaki berambut jambul kuning itu yiba-tiba menyerang kami menggunakan sihir tinjunya.


"High Tier Demon Magic Art : Darkness Shield"


Dengan insting aku menggunakan sihir pertahananku untuk menahan serangan yang diarahkan kepadaku dan Kyoya.

__ADS_1


"High Tier Demon Magic Art : Dark Prison"


Setelah aku mengaktifkan sihirku, sebuah penjara hitam telah menutupi seluruh tubuh lelaki berambut jambul kuning itu sampai tidak terlihat lagi.


"Kyoya sekarang waktunya"


"Aku akan pergi"


Kata Kyoya lalu pergi menjauh dengan kecepatan tinggi.


*bum*


Tepat setelah Kyoya pergi, lelaki berambut jambul kuning itu mulai menyerang sihir penjara hitamku, bahkan menimbulkan sedikit retakan dipenjara hitam itu.


Seperti yang kuduga, penjara hitam tidak akan bisa menahanya untuk waktu yang lama.


Daripada itu, bagaimana dengan sihir terlarang yang akan kau beritahu kepadaku Azel ?, apa itu masih lama untuk selesai ?.


"Masih 7 menit lagi, informasi yang dibutuhkan untuk menggunakan sihir terlarang itu sangat banyak dan kompleks jadi jangan ganggu aku dulu, jika salah sedikit kemungkinan kau akan mati, jadi jangan bertanyan saat ini, aku akan memberitahumu nanti jika prosesnya sudah selesai" kata Azel dalam pikiranku


Tepat setelah Azel mengatakn hal itu, penjara hitam yang kugunakan menahan lelaki berambut jambul kuning itu hancur berkeping-keping.


"Itu adalah sihir yang cukup sulit untuk dihancurkan, tapi tetap saja aku madih berhasil menghancurkannya" kata lelaki berambut jambul itu berjalan ke arahku


Aku menaham lelaki berambut jambul kuning itu menggunakan sihir gravitasi yang kekuatanya telah kutekan.


"Apa kau pikir sihir lemah seperti ini bisa menghentikanku ?"


Seperti dia tidak merasakan apapun, lelaki berambut jambul kuning itu berjalan dengan santai kearah ku.


Sial ! jika saja aku bisa membawanya keluar dari kapal ini, aku pasti dapat menggunakan kekuatan penuhku.


Tetapi jika aku melakukan itu, aku yakin dia akan mulai membunuh orang-orang Black Monarch yang lain.


"High Tier Demon Magic Art : Dark Flare"


Aku menyerang lelaki berambut jambul kuning itu menggunakan sihir api hitamku dalam versi ditekan, dan menyebabkan ledakan api hitam kecil setelah menyentuhnya.


Tetapi sihir itu bahkan tidak memberikan dia sedikutpun luka.


"Jika hanya api yang memiliki tingkat kepanasan seperti ini, walaupun kau menyerangku berulang kali, sihir itu tidak akan bisa melukai"


Apa yang harus aku lakukan sekarang ?!, menyerangnya secara langsung hanya akan memberikanku luka yang tidak dibutuhkan.

__ADS_1


"Apa kau sudah selesai menyerang ?" tanya lelaki berambut jambul kuning itu tersenyum ke arahku


"Sudah selesai ? tentu saja tidak, serangan yang kulakukan barusan itu hanyalah pemanasan saja, seranganku yang sebenarnya akan baru dimulai"


Aku mengarahkan pedangku kepada lelaki berambut jambul kuning itu.


Sebenarnya sekarang aku tidak bisa melakukan apapun, jadi satu-satunya cara agar aku bisa megalahkan dia hanyalah mengulur waktu, sampai proses untuk menggunakan sihir terlarang itu selesai.


"Hmph, kalau begitu majulah ! tunjukkan aku serangan terbaikmu" kata lelaki berambut jambul kuning itu.


"Kalau begitu, aku akan mulai. Black Moon Edge Sword Magic Art : Crestcent Moon Slash"


Aku melepaskan sihir pedangku kearah lelaki berambut jambul kuning itu.


Tetapi situasinya tetap seperti sebelumnya, semuanya dihancurkan oleh lelaki berambut jambul kuning itu dengan mudah.


"Apa hanya segitu saja kekuatanmu ?" tanya lelaki berambut jambul kuning itu maju dengan kecepatan tinggi kearahku


"Aku belum selesai. High Tier Demon Magic Art : Black Ice Lotus"


Aku mencoba membekukan tubub lelaki berambut jambul kuning itu, tetapi hanya setelah beberapa detik dia berhasil dibekukan.


Dia langsung menghancurkan seluruh es yang membekukan dirinya dengan mudah, lalu bergerak


"Sial !, kalau begitu bagaimana kalau ini. High Tier Demon Magic Art : Dark Prison"


Aku menahan lelaki berambut jambul kuning itu dengan sihir penjara hitamku itu tepat didepanku.


Tetapi dia tetap dapat menghancurkannya dengan mudah dalam waktu beberapa detik, lalu mencekikku.


"Apa hanya ini saja ?"


Tanya lelaki berambut jambul kuning itu tersenyum sambil mengakatku dari keatas.


"Zoro, sihirnya sudah bisa digunakan, kau hanya perlu menyetuh tubuhnya saja dan dia akan menerima dampaknya" kata Azel tiba-tiba dalam pikiranku


Mendengar apa yang dikatakan oleh Azel membuatku tersenyum.


"Apa kau mempunyai kata-kata terakhir ?" tanya lelaki berambut jambul kuning itu bersiap untuk menghabisiku dengan tinjunya


"Kata-kata terakhir ? maaf saja, aku tidak tau apa yang kau bicarakan"


Aku memegang tangannya yang sedang mencekikku ke atas.

__ADS_1


__ADS_2