Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 163 : Masalah Di Kerajaan Raja Drake


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating 5 ☆ dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )


.


Selamat membaca ~


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah aku sampai disana, aku melihat ada sekumpulan orang sedang menyerang Ryu dengan menggunakan sihir.


"Hahaha, karena kau sudah berani menolak untuk menjadi budakku, akan kubunuh kau"


Kata salah satu Vampire dengan rambut pirang seperti Mia menyerang Ryu.


Melihat hal itu terjadi didepan mataku, membuat amarahku menjadi tidak terkendali, sampai membuatku tanpa sadar melepaskan semua aura energi Mana berattribut kegelapan.


"Oi kau ******** ! apa yang coba kau lakukan terhadap familiarku ?"


Aku mengeluarkan pedangku.


"Hmph. Memang kau siapa ?! aku adalah seorang pangeran vampire yang agung" kata vampire yang terlihat seperti Mia.


Mendengar apa yang dikatakan oleh vampire itu, membuatku menjadi semakin marah dan kesal.


"Mahkluk agung kau bilang ?"


"Benar. Mahkluk apapun yang menentang kehendakku harus dihukum dengan hukuman yang paling kejam" kata vampire yang miril dengan Mia itu dengan sombong.


"Itu benar. Pangeran adalah yang absolut"


"Tidak ada yang boleh melawan pangeran"


"Hidup pangeran"


Itulah apa yang dikatakan oleh para vampire yang berada didekatnya.


"Benar juga. Sebelumnya kau sudah memanggilku ******** kan ? karena hal itu aku akan menghukummu. Kalian cepat tangkap orang itu"


Kata vampire yang miril seperti Mia itu memerintah anak buah yang berada disekitarnya.


"Baiklah pangeran"


Kata salah satu anak buah vampire itu, lalu bergerak mendekat kearahku bersama-sama.


"Kalian ingin menangkapku ? apa kalian pikir kalian bisa ?"


"Tentu saja kami bisa. Jumlah kami lebih banyak daripada dirimu, terlebih lagi kami adalah vampire bangsawan.


Jadi berhentilah melawan dan serahkan dirimu dengam baik-baik, kalau tidak kami akan menggunakan kekerasan"

__ADS_1


Kata anak buah yang memimpin kelompok iti mendekat ingin menangkapku.


*Tzet* suara tebasan pedang.


Tetapi sebelum dia dapat menyentuhku, aku menebas kepalanya dan membuatnya jatuh berguling ditanah.


"Kalian pikir aku takut karena kalian adalah vampire bangsawan ?. Jika ingin melawanku setidaknya kalian harus seorang Raja Vampire"


Aku mengayunkan pedangku, untuk membersikan darah yang ada dipedangku.


"K-kau. Benarnya kau membunuh anak buah dari pangeran ini. Kalian cepat bunuh dia" kata vampire yang terlihat seperti Mia itu memerintah anak buahnya.


Setelah menerima perintah itu, semua anak buahnya pun langsung menyerangku bersamaan dengan sihir vampire mereka.


"Apa kalian pikir kalian bisa melukaiku hanya dengan sihir vampire tingkat menengah ?, dasar mahkluk bodoh. Darkness Edge Sword Magic Art : Dark Thurst"


Aku menebas seluruh anak buah vampire yang terlihat seperti Mia itu hingga hanya tersisa tubuh bagian bawahnya saja dengan satu gerakan teknik sihir pedangku.


"B-bagaimana mungkin kau bisa membunuh mereka hanya dengan satu serangan ?!"


Kata vampire yang terlihat seperti Mia itu terkejut tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Tidak mungkin kau bilang ? dasar vampire naif. Didunia ini sangat banyak mahkluk yang memiliki kekuatan yang sangat besar bahkan melebihi para mahkluk bangsawan"


Aku berjalan dengan santai kearah dimana vampire yang telihat seperti Mia itu berada.


"Kau pikir aku akan melepaskanmu setelah menyerang Familiarku ?!" Aku langsung menebas vampire itu dengan pedangku.


"Zoro, tolong jangan bunuh dia" teriak Raja Drake dari jauh.


Setelah mendengar teriakan Raja Drake, alu pun menghentikan ayunan pedangku tepat sebelum mengenai lehernya.


"Jangan membunuhnya kau bilang ?"


Aku menatap Raja Drake dengan tatapan dingin.


"Ayah !!! tolong selamatkan aku !!!" teriak vampire yang terlihat seperti Mia itu sambil menangis.


Jadi begitu. Pengeran Vampire sialan satu ini adalah putra dari Raja Drake.


"Seharusnya kau sudah menyadarinya dari pertama lihat kau tau. Lagipula wajahnya sangat mirip" kata Azel dalam pikiranku.


Aku tidak bisa berpikir jernih tadi. Entah kenapa aku merasa sangat marah sekali melihat, Ryu diserang.


"Raja Drake kenapa kau menghentikanku ? berikan aku alasan yang bagus. Jika tidak aku akan langsung tidak hanya membunuhnya, melainkan membakarnya hingga tidak ada yang tersisa"


"Dia adalah putra dan penerusku satunya. Jadi aku mohon untuk tidak membunuh dia" kata Raja Drake memohon.


"Hah ?! kau pikir hanya karena itu, aku akan membiarkan dia hidup ?. Dia sudah berani menyerang Ryu. Yang sudah kuanggap seperti keluargaku sendiri. Jika itu keluargamu apa kau akan membiarkan orang yang melukainya pergi ?"

__ADS_1


Mendengar apa yang kukatakan, Raja Drake terdiam dan tidak bisa menjawab.


"Tenanglah Zoro. Walaupun kau sangat marah, ini sudah terlalu berlebihan hanya karena vampire bodoh itu menyerang Ryu. Lagipula juga Ryu tidak mendapatkan sedikitpun luka" kata Azel dalam pikiranku.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Azel didalam pikiranku, kemarahanku pun meredah.


"Ryu apa kau baik-baik saja ?"


Aku melihat dengan tatapan khawatir kearah Ryu.


"Zaaaah" jawab Ryu sambil menggelengkan kepalanya.


"Baguslah kalau begitu"


"Ayah tolong selamatkan aku !!!" teriak pangeran vampire itu sambil menangis.


"Kau terlalu berisik" aku menendang pangeran Vampire itu ke arah dimana Raja Drake berada.


"Arggh" jerit pangeran vampire itu kesakitan setelah terkena tendanganku.


"Ingatlah. Jika kau ingin mencoba untuk menyerangku atau Ryu, lain kali aku akan benar-benar membunuhmu"


Aku menatap pangeran vampire itu, dengan tatapan yang penuh dengan niat membunuhku.


"Terima kasih, karena sudah membiarkan anakku hidup" kata Raja Drake berterima kasih sambil menundukkan kepalanya.


*Haaaa* Aku menghela nafasku


"Sudahlah, aku tidak ingin membicarakannya lagi. Sekarang aku ingin pergi keruanganku dan beristirahat"


Aku pergi masuk kedalam istana lalu kekamarku agar aku bisa langsung tidur di tempat tidur.


* * *


Di halaman depan Istana, Anak dari Raja Drake sangat ketakutan dan kebingungan dengan apa yang telah dia alami.


Dia sangat ketakutan setelah melihat betapa mengerikan individu yang merupakan pemilik Naga yang berada dihalaman Istana.


Selain hal itu, dia juga tidak mengerti kenapa ayahnya takut kepada individu itu. Bahkan sampai menundukkan kepalanya untuk memohon dan minta maaf.


Seharusnya ayah tidak perlu memohon dan meminta maaf, melainkan memerintah individu itu secara paksa.


"Ayah kenapa kau menundukkan kepalamu kepada orang itu ?! bukannya ayah adalah mahkluk terkuat yaitu seorang bangsawan yang memiliki gelar Raja Vampire yang agung ?!" tanya Anak Raja Drake kepada Ayahnya tidak mengerti.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Anaknya. Raja Drake menatapnya dengan tatapan datar.


"Ingatlah nak. Walaupun ayah adalah Raja Vampire, ayah belumlah ditingkat teratas dari gelar bangsawan. Dan terlebih lagi di dunia ini, mahkluk yang lebih kuat dari pada ayah yang seorang Raja Vampire sangatlah banyak, dan tentu saja termasuk naga dan pemiliknya"


Kata Raja Drake menasehati anaknya lalu pergi berjalan menuju istana meninggalkan anaknya disana.

__ADS_1


__ADS_2