Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 156 : Mencoba Kekuatan Baru Pedang Setelah Berevolusi


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating 5 ☆ dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )


.


Selamat membaca ~


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah semua aura kegelapan yang menutupi pedangku itu menghilang, aku pun langsung mendekat untuk melihatnya.


Pedangku itu sekarang memiliki ukuran lebih panjang dari sebelumnya, warna tetap hitam gelap hanya saja sekarang tubuh pedangnya sekarang meiliki corak unik .


Selain dari itu di temlat dimana lambang bulan sabit berada sekarang ada sebuah lambang lain.


Tetapi walaupun aku memperhatikannya dengan benar, aku tetap tidal dapat tau lambang apa itu.


Tapi selain penampilan, ada satu lagi perubahan yang sangat drastis dari pedangku Kurogi.


Itu adalah Auranya. Sebelumnya Kurogi memiliki aura yang kuat, tenang, dan damai.


Tapi sekarang aura yang dimiliki sangat jauh berbeda dari sebelumnya. aku bisa merasakan aura kegelapan yang sangat agresif dan mendominasi.


Dari pedang yang memiliki aura tenang, dan damai. Menjadi pedang yang memiliki aura yang mengerikan dan mendominasi.


Aku berani bertaruh, orang yang merasakan aura ini pasti akan merasa hidupnya sangat terancam, hanya dengan berada didekatnya.


"Walaupun penampilannya tidak berubah, aku dapat perasaan yang berbeda dari sebelumnya.


Sepertinya, evolusi pedangmu yang barusan telah meningkatkan pedangmu ke tingkat yang jauh lebih tinggi" kata Azel dalam pikiranku.


Apa kau yakin ? walaupun aku memang bisa merasakan peningkatannya, aku merasa tidak sebanyak itu.


"Itulah yang kau tidak tau. Walaupun proses evolusi pedangmu sudah selesai, sebenarnya itu bahkan belum berevolusi sampai setengahnya" kata Azel dalam pikiranku.


Bagaimana bisa proses evolusi pedangku belum selesai ?.


"Itu kemungkinan besar karena kau Zoro" kata Azel dalam pikiranku


Heh ?! evolusinya tidak selesai sepenuhnya karena diriku ?!.


"Benar. Apa kau ingat dengan apa yang kukatakan tentang artifak sihir iblis saat masih berada di akademi Golden Lion itu" tanya Azel dalam pikiranku.


Pada awalnya aku tidak mengerti apa hubungannya artifak yang digunakan oleh mahkluk supernatural dengan diriku, tetapi setelah aku memikirkannya lagi.


Aku pun langsung mengerti apa hubungannya hal itu dengan diriku.


Apa evolusi pedangku terhenti karena pedangku telah berubah menjadi artifak sihir yang digunakan iblis para iblis ?.

__ADS_1


"Kau benar. Artifak sihirmu telah berevolusi menjadi kuat mengikuti dirimu yamg terus berkembang menjadi kuat.


Tapi pada saat yang sama, ada satu masalah yang membuatnya berhenti ditengah-tengah evolusinya menjadi artifak sihir yang digunakan iblis sepenuhnya.


Dan itu karena dirimu yang belum sepenuhnya menjadi iblis. Karena alasan evolusi dari pedangmu pun terhenti secara paksa" kata Azel dalam pikiranku.


Jadi begitu. Aku mengerti alasan kenapa pedangku berhenti berevolusi. Tapi ada satu hal yang tidak ku mengerti.


"Hal yang kau tidak mengerti ? hal apa itu ?"


Aku tidak mengerti, dengan alasan kenapa pedangku yang tiba-tiba saja berevolusi, apa kau tau alasannya ?.


"Aku sebenarnya kurang yakin juga. Tapi kemungkinan besar itu karena energi Mana berattribut kegelapanmu yang telah masuk ke dalam pedang itu lalu merangsangnya untuk berevolusi" kata Azel dalam pikiranku.


Untuk sekarang, sepertinya penjelasan itu yang paling masuk akal.


"Daripada terlalu memikirkannya, sekarang lebih baik kalau kau mencoba menggunakannya untuk mengalahkan monster.


Lagipula, tuga yang aku berilan kedapanmu adalah membunub 200 ekor monster, selama sepuluh hari" kata Azel dalam pikiranku.


Kau benar juga. Kalau begitu sekalian mencoba kekuatan baru pedangku, aku akan memburu monster.


Setelah itu, aku pun pergi berkeliling hutan untuk mencari monster sebagai target latihan.


Dan setelah mencari selama 15 menit aku bertemu dengan sekelompok monster ras serigala air.


Serigala air adalah monster rank B yang cukup kuat. Tetapi karena mereka biasanya menyerang secara berkelompok, orang-orang selalu menilai mereka sebagai Rank A.


Aku bergerak maju kearah para serigala air itu, untuk menyerang.


Tetapi ada hal yang tidak terduga terduga terjadi.


Mereka dapat berhasil mengindari seranganku dengan mudah.


Setelah mereka berhasil menghindar, mereka pun langsung mencoba untuk menyerang balik.


Aku pun langsung menahan mereka dengan pedangku.


"Dasar serigalah sialan"


Aku pun mendorong pedangku, dan membuat para serigala yang mencoba menyerang balik itu, terdorong menjauh.


"Apa yang kau lakukan ? bisa-bisanya kau dibuat kewalahan oleh sekumpulan bola bulu yang berjalan" kata Azel dalam pikiranku.


Berisik. Tadi aku hanya sedikit tidak berhati-hati, dan lengah.


Para serigala air itu sekarang mulai mengelilingiku untuk mencari celah agar mereka dapat menyerang.

__ADS_1


"Oi oi oi, apa kalian pikir kalian adalah rantai makanan teratas ?. Jangan bercanda"


Aku mengalirkan energi Mana berattribut kegelapanku, ke pedangku.


Setelah aku berhasil mengalirkan enerhi Mana ke pedangku, tiba-tiba saja prdangku mengeluarkan aura kegelapan yang sangat padat.


Para serigala air itu zaja sampai bergetar ketakutan detelah merasakan aura kegelapan yang keluar dari pedangku.


"Zoro coba kau serangan para serigala air itu dengan msnggunakan teknik sihir pedangmu" kata Azel dalam pikiranku.


Heh ?! apa masih bisa aku gunakan ?.


"Aku juga tidak tau, tapi kemungkinan besar bisa" kata Azel dalam pikiranku.


Baiklah, aku akan mencobanya. Lagipula tidak ada salahnya mencoba.


"Yosh. Black Moon Edge Sword Magic Art : Crestcent Moon Slash"


Aku pun mencoba untuk menggunakan teknik sihir pedangku.


Tapi walaupun aku sudah menggunakan energi Manaku, teknik sihir pedangku tidak keluar-keluar juga.


Sepertinya memang benar-benar tidak bisa digunakan lagi.


"Sepertinya tidak hanya kekuatan dan bentuknya saja yang berubah. Nama dan Gambarannya juga ikut berubah" kata Azel dalam pikiranku


Heh ?! jadi apa yang harus aku lakukan sekarang ?!.


"Sederhana, kau hanya perlu membuat naga dan gambaran baru" kata Azel dalam pikiranku.


Haaaah ?! kau pikir itu mudah dilakukan ?!.


"Itu tergantung dari kemampuanmu. Lagipula kalau kau tidak bisa melakukannya sekarang, aku tidak tau kapan kau bisa" kata Azel dalam pikiranku.


Tch. Sepertinya aku tidak memiliki pilihan lain selain melakukannya.


Tepat saat aku sedang berbicara dengan Azel didalam pikiranku, para serigala air itu pun mulai bergerak maju menyerangku.


Tetapi karena aku tidak akan bertahan, jika hanya bertahan. Aku pun langsung bergerak menuju mereka untuk melawan langsung mereka.


Meskipun ini sebenarnya adalah langkah yang sedikit nekat. Tapi tetap lebih baik dari pada dikepung oleh mereka.


Sambil menahan para serigala air itu, aku pun memikirkan gambaran dan nama yang bisa digunakan untuk menggunakan teknik sihir pedang.


Akan tetapi walaupun aku sudah memikirkannya selama 10 menit penuh, aku masih belum menemukan gambaran yang dapat digunakan.


"Karena kau kelihatan kesulitan, aku akan membantumu sedikit.

__ADS_1


Kau tidak perlu mencari gambaran yang sama seperti dulu, atau hal kompleks lain.


Lebih baik kalau kau mencari gambaran, yang sederhana dan mudah dibayangkan" kata Azel dalam pikiranku


__ADS_2