
Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating 5 ☆ dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )
.
Selamat membaca ~
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tok Tok Tok
Ada seseorang yang mengetuk pintu kamarku.
"Siapa ?"
"Saya adalah Marya salah satu pelayan di istana ini. Saya diperintahkan oleh Raja untuk mengundang tuan sarapan bersama kata seorang wanita dari luar.
"Sarapan ya ? tentu aku akan segera kesana setelah berpakaian"
Aku mengganti pakian tidur yang disiapkan oleh pelayan dengan baju khususku yang biasanya kugunakan.
Setelah selesai berpakaian, aku pun langsung keluar dari ruaganku.
Diluar aku menemukan pelayan bernama Marya itu sedang berdiri menungguku.
"Kenapa kau masih disini ?"
"Itu karena saya diperintahkan oleh Raja untuk mengawal anda sampai ke ruang makan" kata wanita bernama Marya itu.
"Aku mengerti. Kalau begitu bagaimana kalau kau membawaku kesana"
Setelah mendengar apa yang kukatakan, wanita bernama Marya itu segera membawaku ke ruang makan.
Setelah beberapa menit berjalan kaki, kami pun akhirnya sampai di ruang makan.
Disana aku melihat raja Drake, Mia, dan anak laki-lakinya sudah duduk menungguku.
"Zoro kau akhirnya datang juga !!!" kata Mia dengan riang.
"Maaf karena sudah membuat kalian menungguku"
Aku duduk disebelah Mia.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita mulai sarapan" kata Raja Drake.
Tepat setelah raja Drake mengatakan hal seperti itu, para pelayan meletakkan sarapan didepan kami. Sarapan itu kurang lebih mirip seperti sarapan manusia pada umumnya, hanya saja mengandung banyak sekali energi Mana.
"Kalau begitu, selamat makan"
__ADS_1
Aku langsung menyambar makanan yang sda didepanku dengan kecepatan tinggi.
"Hey hey hey, kenapa kau makan seperti hewan ? makanan itu tidak akan pergi kau tau" tanya Azel dalam pikiranku.
Apa yang kau tau. Ini adalah makanan standar pertama yang ku makan semenjak aku pergi berlatih di Crying forest.
"Zoro, kenapa kau makan terburu-buru ? tenang saja makanan itu tidak akan menghilang" kata Mia disampingku
"Hmph, dasar orang rendahan" gumam anak laki-laki sialan raja Drake itu.
Mendengar apa yang digumamkan oleh anak laki-laki sialan raja Drake itu, aku menatapnya dengan tajam sambil menguyah makanan dimulutku.
Melihatku menatap dirinya dengan sangat tajam, anak laki-laki raja Drake itu menjadi ketakutan dan mulai mengeluarkan keringat dingin diwajahnya.
Setelah kami semua selesai sarapan, raja Drake pun mengajakku untuk berbincang-bincang lagi di ruangannya.
Walaupun aku sebenarnya tidak ingin menerima ajakannya karena akan berlangsung sangat lama, pada akhirnya aku tetap menerima.
Diruangan kerja raja Drake.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan denganku ?"
Aku duduk disalah satu sofa yang berada diruangan kerja raja Drake.
"Sekali lagi aku ingin meminta maaf kepadamu tentang keluakuan anak laki-lakiku kemarin" kata Raja Drake lalu menundukkan kepalanya.
"Kau tidak perlu meminta maaf, lagipula aku sudah melupakannya"
"Akan tetapi ingat tidak akan ada kesempatan kedua.Jika saja dia melakukan hal seperti itu lagi kepadaku atau orang yang berhubungan denganku, aku akan langsung membunuhnya" aku menatap raja Drake dengan tatapan yang penuh niat membunuh.
"Tentang masalah itu kau tenang saja, aku akan mengurus masalah itu"kata Raja Drake dengan sedikit keringat diwajahnya.
"Kalau begitu baguslah"
Aku menghilangkan niat membunuhku lalu tersenyum kepada raja Drake
"Jadi setelah ini apa yang akan kau lakukan ?" tanya Raja Drake kepadaku
"Setelah ini, aku akan kembali ke Crying Forest untuk bertemu dengan Daiki. Memang kenapa ?"
"Sebenarnya aku ingin meminta tolong kepadamu" kata Raja Drake dengan tatapan serius.
"Meminta tolong ? memang kau ingin meminta tolong tentang apa ?"
"Bisakah kau membawa anak laki-lakiku bersama denganmu ?" kata Raja Drake dengan serius.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Raja Drake, aku pun langsung terkejut.
__ADS_1
Tepat saat aku terkejut, anak laki-laki raja Drake masuk kedalam ruangan.
"Dai apa yang kau lakukan disini ?!" tanya Raja Drake terkejut melihat anaknya masukkrfalam ruangan.
Jadi nama anak laki-laki ini adalah Dai ya. Namanya dengan Mia hanya perbedaan huruf awal.
"Ayah !!! bagaimana bisa kau menyuruhku untuk pergi bersama iblis rendahan ini" kata anak laki-laki raja Drake tidak percaya
Mendengar apa yang dikatakan oleh anak laki-laki raja Drake bernama Dai ini, membuat urat nadi dikepalaku muncul.
Raja Drake yang menyadari bahwa aku merasa kesal, langsung memukul meja dengan marah.
"Rendahan kau bilang ?! apa kau tau kalau dia adalah individu yang telah menolong kerajaan ini dari invasi Raja Enzo saat itu ?!" kata Raja Drake dengan sangat marah.
"Maksud ayah iblis rendahan ini adalah orang yang telah menyelamatkan kita dari invasi raja Enzo saat itu ?! ayah jangan bercanda denganku. Mana mungkin mahkluk rendahan seperti dia bisa melakukan hal seperti itu" kata anak laki-laki raja Drake bernama Dai itu dengan sombong.
Mendengar perkataan itu membuat kemarahan raja Drake memuncak.
Dengan kecepatan tinggi, raja Drake langsung mendorongkan kepala anak laki-lakinya itu ke lantai, dan menyebabkan lantai hancur.
"A-apa yang ayah lakukan kepadaku ?!" kata anak laki-laki raja Drake bernama Dai itu sambil menahan rasa sakit.
"Sekarang aku sedang mengajarkanmu untuk menjaga kata-katamu" kata Raja Drake sambil menahan anaknya dilantai.
Sekarang apa yang harusnya aku lakukan ?!. Melihat dari sikapnya aku rasa sangat tidak mungkin untuk membawanya.
Walaupun bisa, dia mungkin hanya akan menjadi beban atau mungkin menjadi masalah yang sangat merepotkan.
"Ayah lepaskan aku" kata anak laki-laki eaja Drake kesakitan.
"Tidak sampai kau setuju untuk pergi bersama Zoro" kata raja Drake sambil terus menahan anaknya itu.
"Raja Drake. Karena dia tidak mau, kau tidak perlu memaksanya untuk mengikutiku"
"Itu benar ayah, aku tidak akan mau mengikuti iblis rendahan seperti dia" kata anak laki-laki raja Drake itu.
"Kamu !!!" kata raja Drake marah menekan anaknya itu semakin kuat
"Sudahlah lepaskan saja dia"
Mendengar apa yang kukatakan olehku, raja Drake pun langsung melepaskan tangannya dari anak laki-lakinya itu.
"Kalau begitu karena aku tidak memiliki urusan lagi, sekarang aku akan pergi"
Aku berdiri dari sofa lalu berjalan melewati Raja Drake dan anaknya untuk keluar dari ruangan itu.
"Zoro tunggu dulu, apa kau bisa untuk memikirkannya lagi untuk membawa Dai bersamamu ?!" kata raja Drake mencoba untuk menghentikanku.
__ADS_1
"Walaupun kau mengatakan hal seperti itu aku tidak akan mengubah keputusanku, lagipula aku tidak akan pernah membawa sampah yang hanya akan menjadi beban untukku"
Tempat setelah aku mengatakan hal seperti itu, Dai anak laki-laki raja Drake menghentikanku dengan memegang bahuku.