Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 22 : Pertarungan Yang Tidak Diperkirakan


__ADS_3

Ketiga orang berjubah hitam itu tiba-tiba menyerang kami, tapi kami dapat menanganinya dengan menghindari serangan mereka dengan mudah


"Sepertinya kalian bukan murid biasa. dapat menghindari serangan kami bertiga dengan mudah dan tanpa panik sedikit pun. Jika itu murid biasa dia pasti sudah mati tanpa dapat menghindari serangan kami karena rasa takut sudah memenuhi mereka" kata salah satu orang yang memiliki angka satu dijubahnya


"Aku tidak yakin tentang itu" balasku


"Yang tadi itu hampir saja" kata Azami lega


"Apa kalian tidak apa-apa ?" kataku cemas


"Kami baik-baik saja, jika mereka hanya menyerangan seperti tadi itu tidak mungkin kita terluka" jawab Azami


"Walaupun begitu, lebih baik kalau kita berhati-hati. Sepertinya serangan yang mereka lakukan tadi hanya untuk mengetes, apa kita bisa menghindarinya" kata Simon berhati-hati


"Seperti yang simon bilang, mereka sepertinya tadi hanya mengetes kita. Jadi kita harus tetap berhati-hati dan jangan lengah" tambahku


"Jadi apa rencana kita untuk mengalahkan mereka, Zoro-kun ?" tanya Yuna


"Aku sedang memikirkannya" jawabku


dengan kondisi terdesak aku sedang memikirkan apa yang harus aku lakukan untuk dapat mengalahkan mereka


Ide seperti apa yang cocok disaat seperti ini !!?. Jika kita melawan mereka dengan lima lawan tiga kupikir itu bukan ide buruk, tapi jika musuh kita lebih baik saat bertarung berkelompok kami akan kalah, sepertinya hanya itu cara yang dapat kita gunakan melawan mereka


"Sepertinya kali ini kita dapat bersenang senang sedikit. Mereka lebih baik dari pada hunter yang kubunuh sebelumnya" kata orang yang memiliki nomor dua dijubahnya


"Kamu memang tidak salah, tapi ingat jangan bermain terlalu lama karena kita masih ditengah misi" kata orang yang memiliki nomor tiga dijubahnya


"Kalau begitu bagaimana kalau kita selesaikan secepatnya" kata orang nomor satu


"Zoro-san, Apa rencana kita !!? Sepertinya mereka akan mulai menyerang" tanya Azami


"Jadi rencana kita begini, kita akan melawan mereka secara terpisah yang berarti kita akan melawan mereka berpisah dengan tiga kelompok. Kotagawa-san berpasangan dengan Shirokiba-chan, Azami berpasangan dengan Simon." jawabku menjelaskan


"Aku mengerti sekarang hnn !!?. Tunggu dulu jika aku berpasangan dengan Simon dan Shirokiba-chan dengan Kotagawa. Kamu dengan dengan siapa ??" tanya Azami terkejut


Aku terdiam setelah mendengar pertanyaan itu dan itu membuat yang lainnya merasa ada yang salah dengan rencana yang kubuat


"Zoro Kamu Jangan Bilang ini Berencana untuk" kata Simon


"Zoro-kun , kamu tidak berencana untuk melakukannya sedirian bukan" kata Yuna


Aku tetap terdiam tidak mengatakan satu pun kata-kata

__ADS_1


"Zoro apa yang kau pikirkan untuk melawan salah satu mereka sendiri" tanya Azami marah


Setelah aku berdiam setelah beberapa saat aku berbicara


"Kalian tenang saja, aku memiliki rencana untuk mengalahkan dia"


Setelah aku Mengatakan hal itu yang lainnya jadi berpikir bahwa aku ingin menahan salah satu dari musuh untuk mereka, agar mereka dapat mengalahkan musuh dengan kondisi yang menguntungkan


Tapi sebenarnya itu bukan alasan kenapa aku mengusulkan rencana itu. aku sebenarnya berencana menggunakan mode Iblisku setelah aku membawa musuhnya cukup jauh dari jangkaunan yang lain, tetapi aku tidak dapat memikirkan alasan bagus dan membuatku terus terdiam saat Azami dan yang lain bertanya. Tetapi entah kenapa hal ini membuat Azami dan yang lain berpikir bahwa aku ingin mempermudah mereka saat bertarung


"Kalau begitu, aku akan kupercayakan kepadamu"kata Azami menggenggam pedangnya dengan erat


Setelah Azami mengatakan hal itu, saah satu orang yang menggunakan jubah hitam itu mulai berbicara


"Apa kalian sudah siap para siswa hunter !!? jika kalian sudah siap kalian boleh menyerang duluan" kata orang bernomor dua


Setelah mendengar itu kami berlima mengambil posisi bertarung mereka lagi


"Karena kalian tidak datang kepadaku. Kalau begitu aku yang akan datang kepada kalian" kata orang bernomor dua


"Kalau begitu kita akan melakukannya seperti rencana yang Zoro katakan. Aku dan Azami akan melawan yang satu ini" kata Simon


"Kalahkan dia, Ok dan tentu saja jangan kalah dari dia" kataku memberi semangat


"Tentu Saja !!!" balas Azami dan Simon bersamaan


"Doa ? Kupikir lebih baik kamu yang melakukannya" jawab Simon


(Burning Fang Spear Art : Exploding Spear)


Simon menyerang orang itu dan menyebabkan orang itu terlempar cukup jauh. Seletah itu Simon dan Azami pun segera pergi menuju orang itu mendarat setelah terlempar


"Hooh. Anak laki-laki itu sepertinya menggunakan artifak sihir Rank A berattribut api. Aku yakin dia dapat memberikan perlawanan yang cukup besar, aku juga yakin teman-temannya juga memiliki artifak sihir yang sama atau mungkin lebih kuat" kata orang bernomor satu


"Heeeh, kalau begitu ini akan sangat baik. tapi tetap saja Pedro-san Jangan terlalu banyak bermain dengan mereka" kata orang nomor tiga mengingatkan


"Aku tau itu, tenang saja" balas orang yang Nomor satu


"Kalau begitu aku akan maju" kata nomor tiga


"Lakukan sesukamu" balas nomor satu


.

__ADS_1


.


.


Salah satu orang yang menggunakan jubah hitam itu datang kearah kami


'Zoro-kun, aku dan Shuna akan melawan orang yang satu ini" kata Yuna bersiao


"Kalau begitu, Kalahkan dia dan tolong jangan sampai kau terluka parah atau mati" kataku khawatir


"Tenang saja Zoro-kun, aku akan kembali dengan Kemenangan bersama Shuna" jawab Yuna


"Karena kita akan melawan yang satu ini, Apa kamu sudah siap Yuna !!?" tanya Shuna


"Tentu saja aku siap" jawab Yuna


"Aku datang untuk membunuh kalian" kata orang nomor tiga


"Coba saja, jika kamu bisa melakukannya" balas Shuna


(Middle Tier Magic Art : Wind Pressure)


Itu adalah sihir Jarak menengah yang Menggunakan Atrribur angin untuk mendorong musuhnya dengan tekanan yang tinggi. Penjelasan singkatnya seperti kamu sedang terbang dengan tekanan udara yang dirasakan oleh pesawat


"Apa !!?" orang nomor tiga terkejut


Orang Itu Terlempar menabrak dari satu bangunan kebangunan lain. Shuna dan Yuna pun pergi ke tempat orang itu terlempar


yang membuat ditempat itu hanya tersisa aku dan Satu orang yang menggunakan baju hitam


"Apa ini adalah rencana kalian Membiarkanmu Untuk menjadi korban agar yang lain dapat bertarung dengan Keunggulan" tanya nomor satu


"Apa maksudmu dengan msngatakan hal itu ?" tanyaku tersenyum


'Tentu saja, seperti yang kubilang kau dijadikan korban' jawab orang nomor satu itu


"Apa yang membuatmu Berpikir seperti itu?" tanyaku


"Apa kamu bodoh !!? Jika kamu bukan korban apalagi ?! Sudah jelas kamu tidak akan dapat mengalahkanku" jawab orang nomor satu itu


"Huhuhahahaha" aku tertawa terbahak-bahak


"Kenapa kamu Tertawa !!?. Apa aku mengetakana hal yang lucu !!!" tanya nomor satu dengan nada dingin

__ADS_1


"Tidak-tidak, hanya saja aku yakin kau akan menyesal pernah mengatakan hal itu" jawabku


Aura Iblis yang hitam keluar dari tubuh ku Dan Mengubah pakaiannya Seperti saat penyerangan saat itu, Dengan Topeng bercorak seperti seseorang yang tersenyun lembut. aku akan memberikan teror kepada orang yang berani untuk melawanku


__ADS_2