Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 61 : Menuju Semi Final ( V )


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )


.


Selamat Membaca ~


.


"Terima ini !!!" seru Shuna


(Wind Spirit Magic Art : Wind Mana Drive)


Cahaya hijau yang menyelimuti Shuna menjadi lebih terang dan tepat saat cahaya iru menjadi lebih terang tiba-tiba energi Mana Shuna kembali pulih seperti dia tidak pernah benar-benar menggunakan energi Mananya


Walaupun dia tidak tau bagaimana caranya energi Mananya tiba-tiba saja kembali pulih dia tetap menggunakannya karena dia tau itu bukan saatnya untuk memikirkan hal itu


Tanpa membuang-buang waktu dengan kembalinya energi Mananya Shuna langsung mulai memperkuat sihirnya saat Rey sedang lengah dengan seluruh kekuatannya


Hanya dalam sekejap situasinya langsung berubah. Sebelumnya Shuna yang sedikit lagi akan kalah sekarang telah membalikan keadaannya


"Bagaimana bisa energi mananya tiba-tiba pulih !?"tanya Rey terkejut dalam pikirannya


Sebelumnya Rey merasa menang telah berubah menjadi rasa keputusasaan hanya dalam sekejao mata


Karena dia tidak dapat lagi menahannya karena sudah kehabisan energi mana sihirnya pun berhenti, dan itu menyebabkan dia terkena serangan sihir Shuna dan terluka cukup parah karena sihir itu


Melihat keadaan Rey yang terluka para Wasit pun langsung memanggil tim medis agar segera ditangani secepatnya


Setelah Rey dibawah tim media untuk dibawah kerumah sakit dia pun mengumumkan pemenang dari pertarungan mereka


"Karena peserta Eustass Rey tidak dapat melanjutkan pertarungan, pemenangnya adalah Kotagawa Shuna" seru wasit mengumumkan


Para penonton sangat menikmati pertarungan antara Shuna dan Rey karena kesengitan pertarungan mereka, setelah pemenangnya diumumkan mereka semua bertepuk tangan


Tetapi orang yang memenangkan pertarungan yaitu Shuna tidak dapat menyadari para penonton bertepuk tangan akan kemenangannya karena dia sedang kesulitan mempertahankan kesadarannya karena tetapi dia tidak dapat menahannya dan mulai terjatuh


Disaat itu ada satu orang yang menyadari keadaan Shuna dan dia adalah Azami tetapi Shuna tidak mengenalinya karena kesadarannya sudah memudar


"Pertarungan yang hebat kau sudah berjuang sekuat tenaga, jadi beristirahatlah aku akan membawahmu keruang perawatan" kata Azami mengendong Shuna


Walaupun Shuna tidak dapat mengenali wajah orang yang membantunya, dia merasa tenang dan nyaman saat mendengar suaranya


Azami pun segera membawah Shuna pergi dari Arena dan menuju keruang perawatan


"Aku heran bagaimana kau bisa langsung tau bahwa Kotagawa akan jatuh"tanya Zoro heran

__ADS_1


"Itu hanya karena instingku yang mengatakan bahwa Kotagawa akan terjatuh"jawab Azami


"Insting ya !?"tanya Zoro


"Karena Shuna sangat kelelahan aku akan pergi membawahnya ke ruang perawatan dulu"kata Azami


"Kalau begitu, lebih baik kalau kau cepat-cepat kembali karena kau akan bertarung selanjutnta"kata Zoro


"Kau benar juga, aku akan segera kembali"kata Azami pergi


Setelah sampai diruang perawatan peserta Azami segera meletakkan Shuna ditempat tidur dan menyelimutinya


"Apa yang kau lakukan disini ?"tanya seseorang yang dari belakang


"Ahh ! rupanya dokter, aku habis meletakkan salah satu peserta yang sedang kelelahan kesini" jawab Azami


"Jadi begitu, kenapa dia bisa kelelahan tak sadarkan diri ?"tanya Dokter itu


"Saat dia bertarung dia menggunakan hampir semua energi mana yang dia punya"jawab Azami


"Jadi begitu, pantas saja dia sampai tidak sadarkan diri"kata Dokter itu


"Karena aku ada pertarungan sehabis ini jadi aku permisi dulu dokter"kata Azami pamit


Azami pun keluar dari ruangan perawatan peserta dan langsung pergi menuju Arena


"Wasit apa dia belum datang juga ?"tanya Luna kesal


"Aku juga tidak tau, jika dia tidak datang lima menit lagi dia akan didiskualifikasi dan kamu akan menjadi pemenangnya secara default"kata Wasit


"Apa yang dia lakukannya !? jika dia ingin menyerah tinggal bilang jangan membuatku menunggu seperti ini"kata Luna kesal


Disisi lain Zoro dan Simon sekarang sangat marah dengan Azami


"Apa yang sedang dilakukan oleh monyet itu"tanya Simon kesal


"Jika dia terdiskualifikasi aku pasti akan menghajarnya"kata Zoro kesal


Tepat saat Zoro dan Simon mengatakan hal seperti itu Azami pun akhirnya datang


"Maaf karena membuat kalian menunggu"kata Azami


"Apa yang kau lakukan !? kau bisa saja akan terdiskualifikasi kau tau !?"tanya Zoro marah


"Maaf maaf, saat perjalananku kembali aku tiba-tiba sakit perut jadi aku pergi ke kamar kecil dulu"jawab Azami

__ADS_1


"Daripada itu lebih baik kau cepat pergi kesana atau kau benar-benar akan terdiskualifikasi"kata Zoro


"Itu benar jika kau tidak cepat, monyet sepertimu pasti akan langsung didiskualifikasi ditempat" kata Simon mengejek


"Heh, jangan samakan aku dengan muka monyetmu itu"balas Azami pergi


"Apa kau bilang !!?"tanya Simon marah


Azami langsung pergi kearena dengan percaya diri


"Wasit maaf karena sudah terlambat" kata Azami


"Daripada meminta maaf kepadaku lebih baik kau meminta maaf kepadanya" kata wasit melirik kearah Luna


"Ahh benar juga, aku minta maaf karena sudah membuatmu menunggu" kata Azami meminta maaf


"Daripada itu lebih baik kau cepat-cepat bersiap dan mulai pertarungan ini"kata Luna masih kesal


"Kalau begitu baiklah"kata Azami pergi mengambil jarak


Azami pun berdiri diam setelah dia mengambil jarak yang cukup jauh agar pertarungan dimulai


"Apa kalian sudah siap ?"tanya Wasit kepada Azami dan Luna


mereka menjawabnya dengan anggukan ringan


"Kalau begitu, pertarungan dimulai !!!"seru Wasit dengan kuat


Setalah wasit memulai pertarungan Luna langsung menarik keluar Artifak sihirnya yang berupa sebuah Rapier berattribut api rank S dan mengambil posisi bertarungnya


Tetapi dia terkejut saat melihat kearah dimana Azami berdiri, dia tidak mengeluarkan artifak sihirnya dan hanya berdiri disana seperti apa yang dilakukan oleh pemenang pertarungan pertama yaitu Simon


"Apa yang kau lakukan ? kenapa kau tidak mengeluarkan artifak sihirmu ?"tanya Luna bingung


"Tidak ada alasan, daripada itu lebih baik tidak perlu terlalu memikirkamnya dan segera menyerang"kata Azami


Mendengar apa yang dikatakan oleh Azami membuat Luna merasa sangat marah karena dia merasa dia sedang diremehkan


"Kau akan menyesali karena sudah meremehkanku"kata Luna maju


.


"Sepertinya dia tidak mau kalah darimu, dia bahkan tidak menggunakan artifak sihirnya sama sepertimu"kata Zoro


"Hmph! dia pasti tidak akan dapat memenangkannya lebih cepat daripada aku"kata Simon sombong

__ADS_1


"Kalau menurutku, dia mungkin saja dapat memenangkannya lebih cepat daripada kamu, lagi pula dia adalah yang tercepat diantara kita bertiga"


Dengan begitu pertarungan antara Kurogane Azami melawan Murasaki Luna dimulai


__ADS_2