Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 91 : Amarah Zoro


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )


.


Selamat Membaca ~


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah melihat apa yang dilakukan oleh laki-laki itu kepada Azami dan Simon, aku merasakan sesuatu yang menusuk hatiku dan itu membuatku merasa sakit dan sangat tidak nyaman


Aku menjadi merasa tidak peduli apapun lagi !!! aku membenci laki-laki itu melebihi apapun didunia ini karena telah melukai Azami dan Simon !!! aku merasa sangat marah dan ingin menyiksa laki-laki itu sampai akhir hidupnya, aku ingin membunuh dia dan memusnahkan jiwa-jiwanya


Setelah perasaan penuh haus darah ini telah sepenuhnya mewarnai hatiku menjadi hitam, aku merasakan kekuatan iblis yang kumiliki menjadi lebih kuat, dingin dan kejam telah keluar menyebar keseluruh bagian stadiun


"Kekuatan apa ini ?! Zoro !" Azel terkejut dalam pikiranku


Tapi aku tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Azel karena sekarang dipikiranku hanyalah ada satu hal yaitu aku ingin membuat laki-laki yang melukai Azami dan Simon itu, dan rekan-rekannya mati sampai jiwa-jiwanya juga hancur tak bersisa


Setelah merasakan energi mana iblisku yang menyebar keseluruh stadiun laki-laki yang menyerang Azami dan Simon langsung menoleh kearahku dengan keringat dingin yang mengalir diwajahnya


"T-tidak m-mungkin apa kau adalah seorang iblis bangsawan ?!!!" kata Laki-laki itu bergetar ketakutan


Tanpa memperdulikan apa yang dikatakan oleh laki-laki itu aku langsung bergerak dengan kecepatan tinggi ke tempat dimana rekan dari laki-laki itu berada secara berkelompok


*Tzzt* suara tebasan


Tanpa sedikitpun peringatan aku langsung memontong kedua kaki mereka agar mereka tidak lari karena itu akan merepotkan


"Gwaaahh kakiku"

__ADS_1


"Tidak !!!!"


"Tolong kami !!!"


Itulah teriakan kesakitan dan ketakutan para orang-orang yang kupotong kakinya


"Bagaimana mungkin dia bisa bergerak secepat itu ?!" pikir laki-laki yang menyerang Azami dan Simon tidak percaya


"Jangan pikir kalian bisa keluar dari sini hidup-hidup setelah mencari masalah denganku dan teman-temanku" kataku melihat mereka dengan tatapan dan nada dingin


"T-tidak tolong selamatkan kami Shawn" teriak salah satu orang dikelompok orang-orang yang kedua kakinya telah terpotong


"Tch !!! kau pikir aku bisa menolongmu dari iblis bangsawan itu ?! jika aku melakukan hal bodoh mungkin aku akan bernasib sama sepertimu dan yang lainnya" pikir Laki-laki yang melukai Azami dan Simon


"Apa yang kalian teriakkan ?! kalian tidak perlu khawatir aku akan memastikan dia akan merasakan apa yang kalian rasakan sekaran" kataku dengan tatapan dan nada dingin


Mendengar apa yang kukatakan semua orang yang berada di stadiun tidak dapat untuk tidak merasakan keputus asa dan ketakutan lebih dari apa yang pernah mereka rasakan selama hidup mereka


"Gwaaaah"


"Tidak tidak tidak tidak !!!"


"Tolong hentikan"


Teriakan putus asa dan ketakutan para kelompok yang akan kupotong tangannya, tapi aku mengabaikannya dan terus melanjutkan memotong tangan mereka satu-satu


Laki-laki bernama Shawn yang melihat itu tidak dapat untuk tidak merasa mengeri terdiam setelah melihat lengan para rekannya telah dipotong satu per satu seperti memotong kue


"Jadi apa yang akan kau lakukan ? apa kau akan menonton rekan-rekanmu untuk teriksa sampai mereka mati ?" tanyaku menatap laki-laki bernana Shawn itu dengan tatapan benci

__ADS_1


Setelah mendengar pertanyaan dengan tatapan benciku dia merasakan hawa membunuh yang luar biasa dari tatapanku


"Kalau kau tidak ingin menolong mereka dan hanya berdiri diam untuk menonton saja itu tidak masalah !!! lagipula setelah ini aku akan benar-benar membunuh mereka dengan menusuk jantung mereka dengan perlahan, jadi lihatlah dengan teliti karena setelah ini adalah giliranmu" kataku berhenti menatap laki-laki bernama Shawn itu dan mulai menusuk jantung orang-orang dari kelompok itu dengan perlahan


Setelah mendengar perkataanku laki-laki bernama Shawn itu langsung mencoba melarikan diri sebab dia telah tidak tahan karena takut akan apa yang akan terjadi dengan dirinya jika dia tidak segera pergi dari sana


Tapi saat dia mencoba untuk melarikan diri dengan cara melompat tinggi dia tiba-tiba menabrak sesuatu seperti tembok diudara lalu jatuh ketanah


"Tidak mungkin !!! apa dia memasang sebuah barrier diseluruh stadiun ?!" pikir Shawn tidak percaya


"Apa kau terkejut dengan fakta aku memasang barrier disekitar stadiun ?! kan sudah kubilang setelah aku selesai membunuh rekan-rekanmu ini kau selanjutnya" kataku dengan nada dingin sambil melanjutkan menusuk jantung rekan-rekan laki-laki bernama Shawn


Mendengar apa yang kukatakan Laki-laki bernama Shawn itu merasa panik dan keputusasaan yang sangat mendalam


"Tidak tidak tidak !!! aku tidak akan mati disini !!!" teriak Shawn histeris


"Sepertinya perasaan putus asa sudah tak terkendali dan memenuhi dirimu" gumamku sambil berjalan menuju dimana laki-laki bernama shawn itu berada karena aku sudah selesai menusuk jantung semua rekan-rekannya


"Jangan mendekat !!! kalau kau mendekat aku akan membunuhmu !!!" teriak laki-laki bernama Shawn bergetar ketakutan


Tetapi aku menghiraukannya dan terus berjalan mendekat kearahnya dengan aura yang penuh haus darah, kejam, dan sangat gelap, dan setelah aku sampai didepannya aku berhenti


"Yang pertama adalah kedua kakimu" kataku dengan nada dingin memotong kekedua kakinya menggunakan pedang


*Tzzzzt* suara tebasan


"Ahhhhhg !!! K-kakiku" teriak Shawn kesakitan


"Ada apa ?! apa kau sudah tidak kuat lagi ?! tapi sayang sekali ini hanyalah permulaan, karena aku akan memastikan kau akan tersiksa sebelum mati" kataku memasukkan salah satu kaki yang kupotong tadi kedalam mulutnya lalu memotong jari-jarinya satu per satu

__ADS_1


"Tgifak twolog berhewgti" kata Shawn meminta ampun dengan kakinya sendiri dimulutnya


Tapi aku tetap menyiksanya lebih jauh lagi, seperti meminunkannya racun dengan menggunakan sihir iblis, menusuk kedua matanya, dan banyak lagi sampai dia benar-benar mati


__ADS_2