Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 176 : Ayah Dan Ibu Zoro


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating 5 ☆ dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )


.


Selamat membaca ~


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Sepertinya ada monster yang sedang mengamuk.


Tepat setelah Azel mengatakan hal seperti itu didalam pikiranku, tiba-tiba saja ada sesuatu yang menyerangku dari udara.


Dengan cepat aku pun menghindari serangan itu.


Setelah aku berhasil menghinadari serangan itu, aku melihat ada banyak bulu burung ditempat aku berdiri sebelumnya.


"Bulu itu sepertinya milik elang baja" kata Azel didalam pikiranku.


Elang baja ? itu menjelaskan kenapa bulu-bulunya bisa menancap cukup dalam di beton.


Jadi, seberapa kuat burung ini ? apa aku akan kesulitan menghadapinya ?.


"Kesulitan ? apa yang kau bicarakan ? mungkin jika itu adalah hunter normal melawan elang baja akan sulit.


Tapi itu tidak berlaku untukmu yang memiliki kekuatan bahkan melebihi seorang Demon Duke biasa. Kau hanya perlu menebasnya sekali dan dia akan langsung mati" kata Azel didalam pikiranku.


Yosh, kalau begitu aku akan membunuhnya dengan satu kali tebasan.


Aku pun mengambil posisiku dan mulai melepaskan energi Mana iblisku.


"Kau akan membunuh burung itu ? apa kau yakin ingin melakukannya ?" tanya Azel didalam pikiranku.


Hmm ? apa maksudmu mengatakan hal seperti itu ?


"Mungkin kau bisa mengalahkan burung itu jika kau menggunakan mode iblismu, tapi kalau gunakan itu sekarang bukannya kau hanya memberikan identitasmu sebagai iblis ke semua orang ?" kata Azel didalam pikiranku.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Azel didalam pikiranku, aku langsung menekan kembali energi Mana iblisku dengan panik.


Ahhhh benar juga !!!. Aku lupa kalau aku tidak bisa menggunakan mode iblis sekarang !!!. Jika aku hanya melawannya dengan mode normal sudah jelas kalau aku yang akan mokad.


Tepat saat aku sedang memikirkan jalan keluar dari situasi ini, elang baja itu pun mulai menghujaniku dengan bulu bajanya.


Aku pun dengan panik langsung kabur dengan kecepatan penuh sambil menghindari semua bulu-bulu baja itu.


Sial apa yang harus aku lakukan sekarang ?!.

__ADS_1


"Kalau menurutku lebih baik kalau kau langsung membunuhnya dengan kekuatan iblisnu.


Tapi walaupun aku memaksamuaku yakin kau tidak akan mau melakukannya bukan ?" kata Azel didalam pikiranku.


Tentu saja aku tidak bisa melakukannya.


"Kalau begitu, aku hanya punya ada dua cara agar kau bisa keluar dari situasi saat ini. Yang pertama, kau harus membawanya kesuatu tempat dimana tidak ada yang melihat,lalu membunuhnya.


Yang kedua, kau hanya perlu bertahan sampai kelompok hunter datang kesini untuk menyelamatkanmu" kata Azel didalam pikiranku.


Tch, kedua pilihan ini sangat merepotkan, tapi sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain memilih.


"Kalau begitu, pilihan mana yang akan kau lakukan ?" tanya Azel didalam pikiranku.


Tentu saja pilihan pertama. Lagipula bertahan dari serangan si burung bau ini sampai hunter datang, akan jauh lebih merepotkan.


Setelah itu aku pun langsung berlari mencari tempat yang tidak ada orang melihat sambil di ikuti oleh elang baja.


Akan tetapi saat aku sedang mencari tempat untuk membunuh elang baja itu, tiba-tiba saja ada orang yang maju menyerang elang baja itu dengan menggunakan sebuah katana.


Orang yang menyerang elang baja itu adalah seorang wanita jepang yang memiliki badan ramping berambut hitam panjang yang indah. dari wajahnya yang masih mudah dia terlihat seperti masih berumur 20-an, dan Zoro sangat mengenal wanita itu.


"Heh ?! bukannya itu adalah ibuku ?!"


Seorang pria berumur 30-an dengan rambut abu-abu pendek dan mata tajam berwarna merah, dia adalah ayahku Felix Frandes.


"Hmm ? sebelumnya aku tidak memerhatikannya. Secara tidak terduga ayahmu itu benar-benar sangat kuat" kata Azel tiba-tiba dalam pikiranku.


Well aku memang pernah dengar dari ibu sebenarnya ayahku adalah salah satu hunter terkuat, tapi saat itu aku tidak bisa percaya kata-kata ibu karena belum melihatnya secara langsung.


Tapi setelah memperhatikannya baik-baik, aku dapat merasakan energi Mana yang sangat meluap-luap didalam tubuh Ayahku. Bahkan aku merasa ayahku memiliku kekuatan yang setara dengan seorang Demon Duke.


"Setara dengan Demon Duke ? apa yang kau bicarakan ? jumlah energi Mana ayahmu itu bukan lagi di level Demon Duke.


Kekuatannya sudah bisa dibilang setara dengan kekuatan puncak Raja Vampire Drake saat dia belum kena kutukan" kata Azel didalam pikiranku.


Heh ?! apa ayahku memang sekuat itu ?.


"Memang apa gunanya aku berbohong kepadamu ?"


Jadi misalnya aku bertarung melawan ayahku dengan menggunakan kekuatan penuh mode iblisku menurutmu siapa yang akan menang ?.


"Jika kalian bertarung, aku yakin 100% kau akan kalah hanya dengan beberapa gerakan" kata Azel didalam pikiranku.


Heh ?! Apa kau serius ?!.

__ADS_1


"Tentu saja aku serius" kata Azel didalam pikiranku.


Tepat setelah Azel mengatakan hal seperti itu didalam pikiranku, aku menyadari kalau ayah dan ibuku sedang bergerak kearahku.


"Apa kau tidak apa-ap" ibuku terdiam setelah melihat wajahku dari dekat.


"I-ibu, ini aku anakmu Zoro"


Mendengar apa yang kukatakan, ibuku pun langsung memukul kepalaku cukup kuat.


"Ibu kenapa memukulk-"


Aku melihat ibuku menatapku sambil menangis. Melihat ibuku mengeluarkan air matanya langsung membuat hatiku menjadi sangat sakit.


"I-ibu. Kenapa ibu menangis ?"


Tanpa mengatakan apapun, ibuku langsung memelukku dengan sangat erat.


"Kemana saja kamu ?! beberapa bulan lalu akademi memberitahu kepada ibu kalau kau tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak.


Bahkan setelah ayah dan ibu meminta bantuan dari kantor pusat hunter untuk mencarimu, mereka tetap tidak bisa menemukanmu.


Apa kau tau betapa panik dan sakitnya hati ibu saat mengetahui kau tiba-tiba menghilang tidak ada kabar seperti itu ?!" Ibuku memelukku lebih erat dari sebelumnya.


Didalam pelukan erat ibuku, aku tidak bisa mengatakan apapun kepadanya. Disaat itu melebihi rasa sakit dihatiku, aku sangat marah dengan diriku sendiri karena telah membuatnya menangis.


"Ibu maafkan aku" Aku memeluk ibuku dengan sangat erat.


Disaat itu juga, aku berjanji untuk tidak akan pernah membuatnya menangis seperti ini lagi.


* * *


Didalam kerumunan orang yang melihat ayah dan ibu Zoro mengalahkan elang baja.


*Kring Kring Kring* Suara dering handphone.


"Apa kau sudah menemukan informasi tentang anggota Black Monarch iblis bertopeng itu ?" tanya seseorang dari handphone


"Sebenarnya aku barusan saja merasakan sedikit tanda-tanda dirinya, akan tetapi entah kenapa tiba-tiba menghilang"


"Itu sangat disayangkan"


"Tenang saja, walaupun dia menyembunyikan keberadaannya dengan menggunakan sedikit energi Mana yang kau berikan ini, aku pasti dapat menemukan identitas sebenarnya" kata seorang laki-laki berambut putih panjang didalam kerumunan orang-orang di kota.


Disaat itu juga, tanpa Zoro sedikitpun sadari, keputusannya untuk bertemu dengan orang tuanya akan membuat dirinya mengalami sebuah tragedy.

__ADS_1


__ADS_2