
Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating 5 ☆ dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )
.
Selamat membaca ~
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah kami memakai pengaman kami, rolling coaster yang kami naiki pun mulai bergerak.
"Zoro apa kau takut ?" tanya Agus yang duduk disampingku.
"Tidak juga"
"Hoho ~ apa kau yakin ?" tanya Agus dengan ekspresi yang sangat menjengkelkan.
Karena melihat ekspresi diwajahnya itu, membuatku menjadi merasa sangat kesal tak karuan.
"Daripada membicarakanku bagaimana denganmu ? apa kau tidak takut ?"
"Aku ? tentu saja tidak. Lagipula ini hanyalah hiburan kecil" jawab Agus melihat kebawah.
Tepat setelah dia melihat kebawah, dia tiba-tiba saja mengeluarkan ekspresi sangat terkejut.
"Hey ada apa ? apa kau sakit perut ?"
"Z-Zoro lihat kebawah" kata Agus.
Aku tidak mengerti kenapa dia tiba-tiba menyuruhku untuk melihat kebawah, walaupun begitu aku tetap melajukannya.
Setelah aku mengarahkan pandanganku kebawah, aku melihat ada awan putih yang terlihat seperti kapas hanya berjarak 1-2 meter.
"Zoro beritahu aku, apa ini cuma aku yang salah lihat atau yang sedang kulihat sekarang ini benar-benar sebuah awan ?" tanya Agus gemetar.
"Sepertinya ini memang awan, aku tidak menyangka kalau rolling coaster ini sampai setinggi ini" Aku mencoba untuk menyentuh awan.
"Sekarang ini bukan waktunya mengatakan hal seperti itu !!!, apa kau tidak sadar situasi kita saat ini ? kita sekarang sedang berada diatas awan" kata Agus panik.
"Jadi ?
Walaupun ketinggiannya melebihi apa yang ku pikirkan, tetap saja jika dibandingkan dengan terbang bersama Ryu ini hanyalah sebuah mainan anak-anak.
"Ini sangatlah menakutkan !!!!" teriak Agus panik.
__ADS_1
"Heh kenapa kau takut hanya karena ini ? bukannya kau sudah sering terjun dari ketinggian ?"
"Memang itu benar, tapi aku tidak pernah sampai setinggi ini. Terlebih lagi aku sangat sangat tidak yakin dengan pengaman ini dapat menjamin keselamatan kita.
Sial, semakin aku memikirkannya semakin mengerikannya situasi saat ini" kata Agus panik.
Tepat setelah Agus mengatakan hal seperti itu, kami pun sampai dipuncak jalur rolling coaster.
Saking tingginya tempat kami berada, kami bahkan tidak bisa melihat apapun dari sana karena tertutupi awan.
"T-tidak !!!!" Agus teriak tepat saat rolling coasternya turun dengan kecepatan tinggi.
10 menit berlalu setelah, kami menaiki rolling coaster. Agus sekarang sedang duduk di salah satu bangku umum disana sambil terus muntah di sebuah kantong plastik.
Sedangkan Charllote sedang pergi membeli minuman dan obat muat untuk Agus minum.
"Apa kau tidak apa-apa ?"
"Zorokah ? Aku tidak apa-ap" Agus terhenti lalu muntah lagi di kantong plastik.
Setelah 5 menit berlalu, Charlotte pun akhirnya datang kembali juga.
"Oooi ! aku sudah membeli obat mual dan beberapa minuman" Charlotte berlari kearah dimana aku dan Agus sedang duduk.
"Akhirnya datang jug-" Agus muntah lagi.
"Karena Agus sudah tidak muntah-muntah lagi, apa yang akan kita lakukan sekarang ?"
"Hmmm, bagaimana kalau kita berkeliling dulu" kata Charlotte.
"Baiklah"
Kami pun jalan-jalan berkeliling Theme Park untuk mencari hal untuk dilakukan.
*Boooom*
Akan tetapi tiba-tiba saja ada ledakan besar yang muncul ditengah-tengah kerumunan orang.
"Apa yang terjadi disana ?" tanya Agus
Dilokasi terjadinya ledakan, kami melihat ada beberapa orang dengan topeng aneh sedang berdiri disana.
"Jika kalian tidak ingin mati lebih baik kalian menyerahkan diri kalian sekarang juga" kata seorang laki-laki dikelompok orang-orang bertopeng itu.
__ADS_1
Mendengar apa yang dikatakan oleh lelaki bertopeng itu, sebagian orang yang berada disana berhenti melawan.
Akan tetapi sebagian lainnya, tetap mencoba melawan dan melarikan diri.
"Karena kalian tidak mengikuti apa yang kukatakan jangan salahkan aku untuk membunuh kalian" kata lelaki bertopeng itu lalu mulai menebas orang-orang yang mencoba untuk melawan atau kabur dengan menggunakan pedang dalam sekejap.
"T-tidak jangan bunuh aku !!!" teriak salah satu wanita yang mencoba melarikan diri.
"Kau pikir jika kau memohon aku akan mendengarkan ?" Lelaki bertopeng itu menebas wanita yang memohon itu menjadi dua.
"Jadi apa masih ada dari kalian yang ingin mencoba untuk melawan atau melarikan diri ?" tanya Lelaki bertopeng itu mebghadap ke orang-orang.
Semua oranh yang berada disana terdiam membantu karena ketakutan.
"Baguslah kalau kalian mengerti" kata laki-laki bertopeng itu.
.
"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang ? apa kita akan menolong orang-orang itu ?"
"Tentu saja kita akan menolong mereka !" jawab Agus.
"Walaupun begitu, kita tidak bisa menggunakan kekuatan kita disini, jika kita menggunakan kekuatan kita mungkin ada musuh yang menyadarinya" kata Charllote
"Apa yang Charllote katakan memang benar"
"Kalau begitu sebaiknya apa yang kita lakukan ?" tanya Agus.
"Sebenarnya aku juga tidak tau"
Tepat saat kami sedang memikirkan cara bagaimana untuk menyelamatkan orang-orang itu, kami tiba-tiba saja merasakan adanya energi Mana yang besar sedang datang kemari, dan energi Mana itu sangat familiar untukku.
"Oi oi oi, energi Mana macam apa ini ?" kata Agus terkejut.
"Aku juga tidak tau" kata Charllote juga terkejut.
"Hmm ? bukannya ini adalah energi Mana miliki ayahmu ?" kata Azel didalam pikiranku.
Kau benar ! itu adalah energi Mana ayahku, pantas saja aku merasa sangat familiar dengen energi itu.
"Agus, Charlotte sepertinya kita tidak perlu bersusah payah lagi untuk menolong orang-orang itu"
"Apa maksudmu berkata begitu ?" tanya Agus bingung.
__ADS_1
"Kau sebelumnya merasakan energi Mana yang sangat besar barusan bukan ? orang itu adalah ayahku"
Mendengar apa yang kukatakan, Agus dan Charlotte pun menjadi sangat terkejut.