I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Kita adalah sahabat


__ADS_3

Fiona tak menyangka jika Galen berani menciumnya begitu saja tanpa seizinnya, namun Fio juga ikut hanyut dan merasakan ciuman dari sahabat nya itu, ah sekarang mereka berdua sedang diselimuti gejolak yang mulai merambat dalam diri mereka, keinginan untuk mencumbu dan memadu kasih sangat terasa dalam diri keduanya.


Awalnya Fio malu untuk membalas ciuman Galen, namun lama-kelamaan ciuman itu membiusnya hingga tanpa sadar Ia pun membalas ciuman Galen dengan penuh kelembutan.


Tanpa di sadari, kini tangan Galen memegang tengkuk Fio dan menciumnya dengan begitu dalam dan sangat lembut. Ah entah sejak kapan tangan Galen mulai menyusup ke dalam baju tipis Fiona, tapi kenapa Fio tidak menolaknya, hingga akhirnya apa yang dinantikan oleh Galen pun mulai terealisasikan, keduanya sudah siap untuk merasakan malam pertama, sejenak Galen melupakan janjinya kepada Bryan.


"Fio! Maafin Gue!" bisiknya pada telinga Fiona.


"Galen! Apa yang akan Elu lakukan sama Gue?" jawabnya saat berada di bawah Kungkungan Galen. Sementara yang di sana sudah siap untuk menerobos pintu masuk dunia surgawi.

__ADS_1


Hampir saja kepala botak itu menyentuh lembah kenikmatan milik Fio, tiba-tiba saja bayangan Bryan melintas dalam kepala Galen, janji itu terngiang Kembali saat Galen mengucapkan janji kepada sahabatnya itu.


"Ah ... tidak! Ini tidak boleh!"


Galen kembali bangkit dan berdiri, tubuhnya sudah polos begitu pun dengan Fiona. Galen memakai kembali pakaiannya dan menutupkan kembali selimut pada tubuh Fio yang bajunya sudah Ia lepas semua. Fio menatap wajah Galen yang tampak malu.


"Maafin Gue! Tak seharusnya Gue melakukan itu sama Elu, Gue akan berusaha untuk tidak menyentuh Elu meskipun Elu sudah resmi menjadi istri Gue, karena Gue sudah berjanji kepada Bryan untuk menjaga Elu untuknya, kita adalah sahabat, sampai kapanpun kita akan tetap bersahabat, kebahagiaan Elu adalah kebahagiaan Gue juga." ucap Galen kepada Istrinya.


Akhirnya malam itu Galen tidur di sofa, dan Fio tidur di ranjang, Fio menatap Galen dengan kasihan, Ia berkorban demi Bryan untuk tidak menyentuh dirinya, sungguh Fio salut dengan pengorbanan Galen.

__ADS_1


"Elu laki-laki yang kuat Len! Gue yakin suatu hari nanti, Elu akan mendapatkan kebahagiaan, maafkan Gue juga." gumam Fio sembari memakai bajunya kembali.


Sejenak Fio masih mengingat bagaimana dirinya dan Galen hampir saja melakukan hal itu, milik Galen sempat menyentuh bagian sensitif miliknya, hampir saja Galen mendorongnya, namun akhirnya Galen mengurungkan niatnya, karena Ia tetap memegang janjinya kepada Bryan.


Galen tahu betul jika Bryan dan Fiona saling mencintai, tidak mungkin baginya merusak hubungan itu, meskipun sebenarnya Galen lah yang lebih berhak atas diri Fiona. Namun Galen sadar jika Fiona tidak mungkin mencintainya, mereka hanya bersahabat dan tidak mungkin Galen menodai persahabatan mereka.


Malam itu keduanya gelisah, setelah kejadian yang hampir saja membuat keduanya melepaskan status perjaka dan perawan itu, Fiona dan Galen seolah tidak bisa melupakannya begitu saja, bagaimana Fio begitu menikmati cumbuan darinya dan bagaimana Fio pasrah dengan apa yang di lakukan oleh Galen.


"Shiiit! Kenapa Gue nggak bisa tidur! Kenapa bayangan Fio sekarang delalu ada dalam otak Gue, asseeeemmm." gumamnya saat mengingat dirinya hampir saja menerobos benteng keperawanan Fio.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2