I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Antara suka dan kagum


__ADS_3

"Udah ah, Gue mau keluar dulu, Mama pasti udah nungguin kita, Elu mandi sana! Udah gitu sarapan dan kita berangkat." ucap Fio sambil membuka pintu kamar mereka. Galen memperhatikan punggung Fio yang mulai menghilang di balik pintu.


Galen mengusap wajahnya kasar, kemudian dirinya segera pergi ke kamar mandi, dan setelah beberapa menit, putra Aldo itu tampak melihat ke sisi jendela, tanpa sengaja ia melihat Fio yang sedang berbincang dengan tukang kebun di rumahnya.


Sejenak Galen tersenyum melihat gadis itu, antara suka dan kagum itu beda tipis, Galen mengagumi sosok Fio yang selalu optimis dan tidak mudah menyerah, mereka berdua adalah teman seangkatan saat SMA hingga kuliah, sama halnya dengan Bryan, namun rupanya Bryan sudah mengincar Fio sejak dulu, Bryan menyatakan cinta kepada Fio saat mereka duduk di kelas 12 SMA, dan setelah lulus Bryan, Galen maupun Fio sama-sama masuk di Universitas yang sama.


Hingga akhirnya Bryan berniat untuk melamar Fio, namun keinginan Bryan untuk melamar pujaan hatinya itu terkendala restu orang tua Fio, yang tak lain adalah William Anthony.


Willy menginginkan menantunya punya kelebihan yang menurut nya unik, entahlah Willy tidak sembarangan memilih calon menantu, Ia begitu pilih-pilih dalam urusan jodoh anaknya, hingga akhirnya persyaratan Willy itu di dengar oleh Ruli, Ruli melihat sang anak yang memang serius dengan putri William Anthony itu, akhirnya Ruli memutuskan untuk melanjutkan studi Bryan ke London.


Namun ternyata Willy telah menemukan seorang pemuda yang menurut nya sangat cocok untuk dijadikan suami Fiona, yang tak lain adalah Galen Ray Surendra, putra dari Aldo Alexander.


Willy melihat bagaimana saat Galen bekerja sama dengan sang Papa, pemuda itu begitu terlihat sangat serius, meskipun di setiap harinya Galen terkenal konyol oleh teman-temannya, namun ternyata putra Aldo mempunyai segudang prestasi yang luar biasa, dan itulah yang membuat Willy semakin penasaran dengan sosok Galen, hingga suatu hari Galen berhasil mengambil hati seorang William Anthony dengan terobosan baru yang Ia kenalkan kepada Willy.


Mulai saat itulah Willy bertekad menikahkan putrinya dengan pemuda itu. Karena ia yakin Galen akan membuat putrinya bahagia. Entahlah ini sebuah kebetulan ataukah sudah jodoh, nyatanya Galen dan Fiona adalah sahabat, sangat mudah untuk mempersatukan mereka berdua, belum lagi dukungan dari kedua pihak keluarga yang sama-sama menginginkan pernikahan itu terjadi.


*


*

__ADS_1


*


*


"Fio! Elu memang sahabat Gue, tapi kenapa akhir-akhir ini Gue ngerasa ada yang aneh, Gue tiba-tiba merasa tak rela jika suatu saat nanti, Elu balik dengan Bryan, apa Gue udah egois ya! Bryan dan Elu teman terbaik Gue, ah pusing Gue!" ucapnya sembari memandang Fiona yang mulai berdiri dan hendak masuk ke dalam rumah, tiba-tiba saja Fio tanpa sengaja melihat Galen memperhatikan dirinya dari balik jendela kamarnya.


"Galen? Ngapain dia di sana? Hmm nggak ada siapa-siapa, lihatin siapa sih dia?" pikir Fio sembari memperhatikan sekeliling, sementara yang dilihat hanya dirinya sendiri di tempat itu.


Sejenak Fio terdiam, Ia curiga jika Galen tengah memperhatikannya. Lantas Fio menundukkan wajahnya dan segera pergi dari sana, entahlah kenapa tiba-tiba saja dirinya merasa malu saat Galen memperhatikannya, biasanya mereka tidak ada saling curi-curi pandang seperti pagi ini. Kali ini Galen benar-benar membuat pipi Fiona bersemu malu.


"Galen ngapain sih lihatin Gue! Kan malu!"


Fiona kemudian masuk ke dalam rumah dan segera duduk di meja makan, sudah ada Aldo dan Vega yang menunggu kedatangan mereka.


"Sudah Pa! Mungkin sebentar lagi Galen ke sini!" jawabnya sembari tersenyum.Tak berselang lama, Galen turun datang menghampiri mereka bertiga.


"Pagi Pa, Ma!" sapa Galen kepada Aldo dan Vega.


"Hmm tumben kamu bangun pagi! Pasti dibangunin Fio ya? Papa maklum kalian berdua pasti kecapekan begadang semalaman." ucapan Aldo membuat Galen dan Fio saling menatap.

__ADS_1


"Hehehe iya Pa! Kita berdua benar-benar kelelahan, pokoknya video yang Papa kirimkan benar-benar hot hot pop." seru Galen berbohong.


Vega yang mendengar ucapan sang putra tampak terkejut dan melihat ke arah suaminya yang saat itu sedang sarapan.


"Hmm, video apa yang Papa kirimkan untuk Galen?" tanya Vega dengan wajah seolah detektif yang sedang menginterogasi tawanannya. Aldo tampak tersenyum cengar-cengir melihat wajah istrinya.


"Hehehe bukan video apa-apa Sayang! Cuma memberi pengetahuan sedikit kepada Galen, biar dia bisa pintar seperti Aku!" jawabnya dengan wajah tanpa dosa.


Vega tampak menepuk jidatnya, sungguh Suaminya itu dari dulu sampai sekarang tetap konyol.


"Mama Jangan marahi Papa dong Ma! Dari papa Galen jadi tahu apa itu minul-minul." ucapnya sembari tertawa kecil.


Fiona agaknya ikut tersenyum mendengar pernyataan dari Galen, sekilas Ia teringat tentang kejadian semalam yang membuat keduanya hampir saja mempraktekkan tutorial video indehoy itu.


Galen melihat kearah Fio yang sedang tersenyum, Galen menatap lekat wajah sahabatnya itu, yang tak lama Fio menyadari jika Galen tengah memperhatikannya. Dan adegan saling pandang itu pun tidak bisa terelakkan.


"Galen!"


"Fio!"

__ADS_1


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2