
Hampir saja Galen menyentuh bibir itu, tiba-tiba saja Ia teringat Bryan sahabat nya yang kini sedang melanjutkan studinya di luar negeri, janji itu terngiang selalu dalam fikirannya.
FLASH BACK ON
"Bro, Gue minta maaf, Gue nggak bermaksud menyakiti hati Elu dan Gue nggak bermaksud memisahkan kalian berdua, tapi Elu tahu sendiri orang tua Gue dan orang tua Fiona, sudah sepakat untuk menjodohkan kami, apalagi Elu tahu sendiri Nenek Gue jatuh sakit pas Gue nolak di jodohin, Gue nggak bisa berbuat apa-apa, terpaksa Gue dan Fiona nikah." ucap Galen kepada Bryan, teman semasa kecil dan juga sahabatnya itu.
Bryan pun tidak bisa berbuat apa-apa, dirinya sendiri juga di tuntut oleh kedua orang tuanya untuk melanjutkan studinya ke luar negeri, Bryan terpaksa harus berpisah dengan sang kekasih yang dipacarinya semenjak SMA itu, dan kini mereka harus menjalani LDR selama beberapa tahun.
"Gue juga nggak bisa berbuat banyak, Bokap dan Nyokap udah niat banget ngirim Gue ke luar negeri, jadi Gue terpaksa harus berpisah dulu dengan Fiona." balas Bryan dengan muka lesu.
"Terus Gue musti gimana dong bro! Gue nggak enak banget sama Elu dan Fiona, kalian berdua berarti banget buat Gue, sebisa mungkin Gue akan melakukan apa pun supaya kalian bisa bersatu." ucap Galen yang sungguh-sungguh ingin melihat kedua sahabatnya itu menikah.
Sejenak Bryan berpikir sesuatu agar Ia tetap bisa menjaga Fiona meskipun dirinya tidak berada di sampingnya. Bryan berucap kepada Galen.
"Bro! Sebagai sahabat Gue, Elu mau kan melakukan sesuatu untuk Gue dan Fiona?" Bryan menatap serius wajah sahabatnya itu.
"Apapun akan Gue lakukan untuk kalian berdua, katakan apa yang harus Gue lakukan?"
"Menikahlah dengan Fiona, tolong jaga Dia, setelah Gue kembali ke Indonesia, Gue akan menikahi Fiona secara resmi, dan Elu boleh meninggalkan nya, tapi itu pun jika Elu mau, namun jika tidak mau, Gue nggak bisa maksa, karena Gue yakin Elu pasti bisa melindungi Fiona, Elu sahabat Gue Len! Gue percaya banget sama Elu." ucap Bryan, putra dari Ruli dan Riris itu.
__ADS_1
"Baiklah! Demi persahabatan kita, Gue akan melakukannya buat Elu!" balas Galen dengan serius.
"Dan satu hal Len! Gue emang mengizinkan Elu untuk menikah dengan Fiona, tapi itu tidak membuat Elu bebas melakukan apa saja kepada Fiona, tetap jauhi Fiona, jangan sentuh dia, Gue mohon! Gue sangat mencintainya." pinta Bryan kepada sahabatnya itu.
Galen menghela nafasnya tentu saja Ia menyetujui permintaan Bryan, Galen adalah saksi perjalanan cinta mereka berdua.
"Elu tidak usah khawatir, Gue janji tidak akan pernah menyentuh Fiona, Fiona adalah milik Elu." ucap Galen sungguh-sungguh.
"Thanks Bro! Elu memang sahabat yang selalu setia, Gue percaya sama Elu."
Kedua sahabat itu saling merangkul. Sejak kecil Galen dan Bryan selalu bersama hingga akhirnya mereka dipisahkan karena Bryan akan melanjutkan pendidikannya ke luar negeri.
"Sampai jumpa Len! Gue titip Fiona bersama Elu, tolong jaga Dia, Gue pergi dulu, sampaikan ucapan maaf Gue padanya, hari ini Gue langsung terbang ke London." ucapan terakhir Bryan sebelum dirinya terbang ke London untuk beberapa tahun.
FLASH BACK OFF
"Tidak! Maafin Gue!" ucap Galen sembari menjauh pergi dari Fiona yang masih berdiri di tempatnya. Fiona melihat Galen pergi ke luar kamar.
"Astaga! Apa yang baru saja Aku lakukan? Galen? Tidak tidak, maafkan Aku Bryan, ini tidak boleh." ucapnya sembari berjalan menuju ke tempat tidurnya.
__ADS_1
Sementara Galen terlihat pergi ke luar rumah, Aldo melihat sang putra yang sedang duduk di kursi depan sembari pandangannya jauh menerawang.
"Heh Kamu ngapain di sini? Pengantin baru malah di luar, kenapa? Viona nggak mau sama kamu? Atau lagi kedatangan tamu istrimu?" tanya Aldo yang sudah biasa dengan kata-kata konyolnya.
"Bukan!" jawab Galen
"Lah terus?" Aldo tampak penasaran.
"Aku yang nggak mau Pa, Galen tidak bisa melakukannya." balas Galen yang membuat Aldo mengerutkan dahi.
"Eh dengerin Papa, malam pengantin itu adalah malam yang paling dinantikan oleh kebanyakan pengantin baru, lah kamu malah nggak mau, kamu belum tahu sih rasanya minul-minul tuh kayak apa!" seloroh Aldo sambil cengar-cengir.
"Hah, maksud Papa apa itu minul-minul?" tanya Galen sambil garuk-garuk kepalanya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
...Hayo siapa yang tahu apa itu? 🤔😁...
__ADS_1