I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Bukan sekedar makan malam


__ADS_3

Perlahan laki-laki itu pergi meninggalkan Reyna yang terlihat begitu bersedih, spontan Reyna membalikkan badannya dan segera melangkahkan kakinya untuk pergi, sesekali Filio menoleh ke arah Reyna, begitu pun juga dengan Reyna, seolah dirinya tidak rela jika Filio harus pergi darinya, gadis itu sempat menoleh ke belakang, dan akhirnya tatapan mereka berdua pun beradu kembali, namun dengan cepat Reyna memalingkan wajahnya.


"Ihh kok sama-sama noleh sih! Aku lagi sedih lihat kamu pergi, Mas! Kok malah noleh sih." gumamnya sembari terus melangkah ke depan, hingga akhirnya Reyna menghilang dari pandangan Filio.


Sementara itu Fio dan Galen keluar dari kamar mandi, Fio tampak merapikan rambut dan bajunya sementara Galen tampak merapikan ikat pinggangnya yang terlihat mengendur.


Fio menatap Galen dengan senyum nakal sembari mencubit pinggang Galen.


"Ihh kamu nakal banget tahu nggak sih!" ucapnya yang diiringi pelukan dari Galen.


"Udah dong! Kamu enak, Aku enak, kita sama-sama enak, ya udah!" balasnya dengan senyum sumringah.


Tanpa sengaja Fio melihat sang kakak yang tengah berjalan dengan wajah yang tampak lesu tak berdaya.


"Eh ... si Abang kok kusut gitu sih mukanya, ada apa sih? Musti tanya nih." seru Fio yang terkejut melihat perubahan pada Filio, sang kakak.


"He em, mungkin mereka berdua sedang berantem?" sahut Galen menebak.


"Yeeee ... setiap hari mereka juga berantem. Kita ke sana yuk, Aku mau tahu apa yang terjadi sama Bang Filio."


Kemudian Fio dan Galen sengaja datang menghampiri Filio yang hendak pergi dengan mobilnya.


"Abang! Bang Filio tunggu!" seru Fio kepada Filio yang hampir saja Ia masuk ke dalam mobilnya.


"Fio, Galen! Kalian berdua."


Filio terlihat kaget akan kedatangan sang adik dan adik iparnya.


"Kalian! Ada apa, kalian perlu sesuatu?" tanya Filio yang tak bisa menyembunyikan kesedihannya, Fio mendekati sang kakak dan berbicara kepadanya.


"Abang kenapa? Fio merasa ada sesuatu yang Abang sembunyikan, katakan Bang! Abang ada masalah?" tanya Fio menyelidik.

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa, Abang baik-baik saja." jawabnya mengelak.


"Kalau baik-baik saja kenapa mata Abang memerah? Abang habis menangis?" pertanyaan Fio rupanya membuat Filio mengerjabkan matanya sembari mengusap rahangnya, mencoba untuk bersikap santai dan terlihat baik-baik saja di hadapan sang adik.


"Oh ... ini, tadi Abang kelilipan, mata sakit banget, jadi Abang ucek nih mata, nggak tahunya tambah parah." alibinya dengan memaksakan senyumnya.


"Abang kenapa sih? Abang pake rahasia-rahasiaan ya sama adek sendiri, Abang jahat." desak Fio sembari mengerucutkan bibirnya. Filio tampak menenangkan sang Adik dengan mengatakan hal yang sebenarnya.


"Baiklah! Abang minta maaf, sepertinya kamu harus tahu semuanya."


Kemudian Filio menceritakan semua yang telah terjadi antara dirinya dan Reyna serta rencana perjodohan yang sudah direncanakan oleh Daddy dan Mommy mereka. Filio juga menceritakan bagaimana hubungan nya dengan Reyna yang kini Terpaksa harus kandas di awal perjalanan, baru saja mereka mengetahui perasaan masing-masing, namun nyatanya takdir berkata lain, Reyna sudah dijodohkan dengan orang lain, pun sama Filio juga sudah dijodohkan dengan gadis lain.


Sejenak Fio berpikir ada sesuatu yang aneh dari perjodohan mereka berdua. Sementara Galen tampak sedang ikut bersedih mendengar kisah cinta Filio dan Reyna, Galen terlihat sesenggukan sesekali mengusap ingus di hidungnya.


"Kamu kenapa, Sayang? Mewek gitu?" tanya Fio kepada sang suami yang tampak bersedih.


"Oh ... sungguh cinta derita nya tiada akhir, kisah cinta Bang Filio dan Reyna benar-benar membuatku menangis." jawabnya sembari memeluk pundak sang istri. Fio tampak memutar bola matanya melihat kelakuan suaminya yang konyol.


"Hmm ... kamu ini gimana sih, Aku ini ikut sedih loh sayang, kamu ndak kasihan apa sama mereka." Jawab Aldo.


"Ya kasihan! Terus aku harus melakukan apa dong?" jawabnya sembari menyilangkan kedua tangannya.


"Eh tunggu-tunggu, mending Gue telepon Uti saja, kira-kira tebakan ku benar nggak ya?" gumam Fio.


Hari itu juga Fio menghubungi Liora untuk menanyakan tentang perihal perjodohan sang kakak.


"Apa Uti? Jadi ... gadis yang dijodohkan dengan Abang adalah ...."


"Kamu sudah tahu siapa dia, kan?"


"Iya Uti! Sekarang Fio tahu."

__ADS_1


"Kamu jangan bilang-bilang sama Abang mu, kita sepakat untuk memberi kejutan untuk nya."


"Assiapp Uti!"


Akhirnya Fio tahu siapa gadis yang akan menjadi kakak iparnya itu.


*


*


*


*


Matahari pun mulai tenggelam di ufuk barat, Reyna masih duduk terdiam depan meja riasnya, sang Mama datang dengan membawa sebuah gaun cantik untuk dikenakan oleh sang anak dalam acara jamuan makan malam bersama calon besannya nanti.


"Reyna! Kok masih di situ, cepat ganti bajumu, Mama sudah bawakan gaun yang indah untukmu, kamu pasti suka." ucap Luna sembari memberikan gaun cantik berwarna baby pink itu, dengan aksen bunga kecil di sekitar pinggang, gaun dengan siluet yang menunjukkan lekuk tubuh indah si pemakainya.



"Apakah ini tidak berlebihan, Ma! Ini hanya acara makan malam biasa kan, Ma?" ucap Reyna sembari memperhatikan gaun dengan warna soft itu.


"Ini bukan sekedar makan malam biasa sayang, kamu akan bertemu dengan calon suamimu, dan pastinya malam ini akan menjadi malam yang tidak akan pernah kamu lupakan. Cepatlah pakai! Mama dan Papa menunggu mu di luar, jangan lama-lama!" titah Luna sembari pergi dari kamar Reyna.


Reyna memandangi gaun itu, tiba-tiba saja perasaannya menjadi aneh.


"Kok aku deg-degan sih."


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


__ADS_2