
Di saat Fio sedang asik bercengkrama dengan Zyva, tiba-tiba saja ia mendengar ponselnya berdering.
"Eh, Zyva sebentar ya!" pamit Fio saat ia melihat nomor Galen yang sedang menghubunginya. Fio sepertinya pergi menjauh sedikit dari Zyva.
"Halo Galen! Ada apa Sayang!"
"Hmm ... kamu belum tidur?"
"Belum, Aku sedang ngobrol sama Zyva, sepupuku." jawab Fio.
"Aku nggak bisa tidur nih! Kamu pulang dong! Sumpah beneran Aku nggak bisa tidur, masa kamu tega sih sama Aku?" ucap Galen memelas. Fio tampak menggelengkan kepalanya dan memijit pelipisnya. Sontak apa yang dilakukan oleh Fio mendapatkan perhatian dari Zyva yang tak sengaja melihat Fio.
Zyva tersenyum karena tak sengaja pembicaraan Fiona dan Galen terdengar oleh gadis itu.
"Aduh Galen! Ya nggak mungkin dong sayang Aku pulang, ini sudah jam sepuluh malam, tahan sedikit napa?" pinta Fio yang tentu saja mengerti maksud suaminya.
"Nggak bisa, Aku udah paksa tidur tetap aja nggak bisa tidur, ayok pulang yuk! Aku susul ya sekarang, daripada Aku tersiksa kayak gini, mending aku susul kamu, tunggu aku sayang!" ucapnya dengan langsung menutup teleponnya.
"Tut ... Tut ... Tut ..."
Fio begitu terkejut saat mendengar tiba-tiba saja Galen menutup ponselnya.
"Halo Galen! Sayang! Halo ... aissss malah ditutup, hmm dasar kamu!" ucap Fio sedikit kesal.
Fio kembali ke tempat duduk semula bersama Zyva, Fio kembali melanjutkan obrolannya dengan Zyva, sementara itu Zyva bertanya kepada Fio tentang suami dari sepupunya itu.
"Itu tadi suamimu?" tanyanya dengan tersenyum.
"Hehehe Iya!" jawab Fio sambil malu-malu.
"Ya ampun Fio, kamu beruntung sekali punya suami yang candu banget sama Kamu," ucap Zyva yang membuat Fio semakin merona pipinya.
__ADS_1
"Hmmm nggak gitu Zyva, dia tuh nggak bisa tidur katanya banyak nyamuknya." jawab Fio berbohong. Zyva justru tertawa mendengar penuturan dari Fio.
"Ya ampun Fio! Suamimu itu lucu ya, kalau menurut ku sih suamimu sedang membutuhkanmu, lebih baik kamu pulang saja, kasihan tahu!" seru Zyva sembari menggoda Fio.
"Pulang? Di jam segini? Enggak ah, besok aja sekalian, biar dia tahan dulu semalam, masa nggak bisa sih! Aku masih pingin ngobrol sama Kamu," seru Fio kepada Zyva.
Kedua gadis itu melanjutkan obrolan mereka hingga akhirnya Fiona menanyakan tentang bagaimana kisah cinta Zyva selama di London.
"Eh Zyva! Ngomong-ngomong kamu udah punya pacar apa belum sih?" pertanyaan Fio membuat Zyva diam sesaat.
"Enggak!" jawabnya singkat.
"Masa sih Kamu belum punya pacar? Nggak percaya Aku?" kata Fio.
"Emang Aku nggak pernah punya pacar, beneran!" jawabnya lagi.
"Sahabat atau teman dekat saat di sana? Pasti ada dong! Nggak mungkin nggak ada." celetuk Fio yang membuat Zyva teringat akan seorang Bryan.
"Zyva! Kamu kenapa?" tanya Fio penasaran.
"Oh ... nggak apa-apa kok, it's okay!" jawabnya mencoba tersenyum, namun ternyata Zyva terlihat bersedih.
"Hei ... Kamu nangis loh! Ayolah Zyva, katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi?" Fio melihat air mata yang keluar dari sudut mata Zyva. Fio merasa jika sepupunya itu sudah menyembunyikan sesuatu.
"Zyva Pliss! Kamu nggak perlu nyembunyiin sesuatu dariku, Aku tahu betul siapa dan bagaimana Kamu, sekarang kamu harus katakan padaku, jangan pendam sendiri masalahmu, mungkin saja aku buat menolongmu!" desak Fio agar Zyva mau mengatakan hal yang sebenarnya.
Sejenak saat Fio mengatakan hal itu, Zyva terlihat langsung memeluk Fio penuh keharuan, ada sesuatu yang membuat Zyva begitu bersedih.
"Zyva! Kamu kenapa? Aku tahu kamu sedang tidak baik-baik saja, katakanlah! Aku akan mendengarkannya dengan baik, bicarakan apa yang menjadi unek-unek di hatimu, Zyva!"
Zyva merasa mungkin Fio adalah orang yang tepat untuknya menceritakan tentang semua yang telah terjadi padanya saat di London. Akhirnya Zyva mulai membuka suara tentang kejadian naas yang menimpa dirinya.
__ADS_1
"Fio! Aku mohon jangan bilang pada siapapun tentang apa yang akan aku ceritakan kepadamu, Aku Mohon!" pinta Zyva agar Fio merahasiakan tentang keadaan dirinya kepada siapapun.
"Tentu saja! Aku tidak akan bilang-bilang kepada siapapun, kamu bisa pegang kata-kataku." jawab Fio yakin.
Zyva menundukkan wajahnya dengan di iringi air mata yang membasahi pipinya, Zyva mengungkapkan tentang rahasia besar dirinya kepada Fio.
"Saat di London, Aku tidak sengaja bertemu dengan seorang cowok asal Indonesia juga, kami berkenalan hari itu, dan akhirnya kita pergi jalan-jalan bareng dan ...."
Zyva tampak menceritakan semua yang terjadi saat Bryan bersamanya, hingga kata terakhir yang Zyva ucapkan yang membuat Fio sangat terkejut dan tidak percaya.
"Pria itu sudah merenggut kesucian ku, Dia mengambil paksa dariku, katakan Fio! Aku harus bagaimana?" ucap Zyva sembari terisak-isak.
"Apa? Zyva kamu tidak bercanda, kan?" Fio begitu terasa saat mengetahui jika Zyva sudah tidak suci lagi gara-gara pria itu.
"Tidak Fio! Dia sudah menodai ku, Aku bingung harus apa." jawabnya sembari memeluk Fio.
"Pria itu harus bertanggung jawab kepada mu , Zyva!" ucap Fio sembari mengusap pundak sepupunya.
"Astaga! Sungguh tega banget laki-laki itu membuat Zyva seperti ini, laki-laki itu tidak boleh lepas tanggung jawabnya, Dia harus menikahi Zyva." gumam Fio yang berniat untuk membantu sepupunya itu.
Sementara itu mobil Galen sudah berada di depan pagar Mansion mewah William Anthony.
"Huffftt ... Akhirnya! Aku datang sayang!"
*
*
*
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥