
Galen segera mengulurkan tangannya kepada Mawar, agar gadis malang itu segera berdiri.
"Sorry! Gue udah bikin Elu terjatuh!" ucap Galen sembari menarik tangan Mawar agar gadis itu berdiri.
"Iya nggak apa-apa." jawab Mawar sambil membersihkan wajah dan bajunya yang terkena debu, sementara teman-teman Galen yang melihat Mawar terjatuh gara-gara teman somplaknya itu tampak menahan tawa, antara lucu dan kasihan melihat adegan Mawar yang sedang terjatuh.
"Anjayyyy, gila tuh si Galen! Anak orang di bikin gitu, dasar semprul!" ucap teman-teman Galen.
Setelah Mawar membersihkan bajunya, Galen dan Mawar melanjutkan perjalanan menuju ke tempat restoran dimana Fio sedang makan siang bersama seorang pria, Galen terlihat mengeratkan giginya saat mulai mendekati restoran itu.
"Hmm ...awas aja kalau dia berani-beraninya menyentuh Fio, Gue patahin lehernya." gumam Galen saat mulai masuk ke dalam restoran, Mawar tampaknya menggandeng tangan Galen, Galen memang sengaja membiarkan Mawar menggandeng tangannya sebagai tanda permintaan maaf nya karena kini Mawar sedikit susah berjalan.
Awalnya Fio belum menyadari kedatangan Galen di restoran itu, Fio tampaknya sedang menunduk karena Ia sedang menikmati makanannya, tiba-tiba saja Reyna menggoyangkan tangan Fio, seolah Reyna ingin Fio mengetahui sesuatu.
"Fio! Coba lihat siapa yang datang?" Reyna berbisik lirih di telinga Fio.
"Siapa sih?"
Spontan Fio mengangkat wajahnya dan alangkah terkejutnya, dia melihat Galen bersama Mawar tampak berjalan mesra menuju sebuah meja di seberang meja tempatnya makan.
"Galen!"
Galen tampak pura-pura tidak merespon tatapan Fio kepadanya, Ia terlihat cuek dan pura-pura baik kepada Mawar. Sesekali Galen menyentuh tangan Mawar dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana reaksi Fio saat melihat dirinya bermesraan dengan Mawar.
__ADS_1
"Ihhh Galen ngapain sih pegang-pegang tangan tuh cewek, nggak ngehargai Gue banget di sini, sebel!" umpatnya sambil menusuk-nusuk makanannya dengan garpu, dan itu membuat Bastian terkejut.
"Fio! Kamu kenapa? Makanannya nggak enak ya?" tanya Bastian.
"Enggak Pak! Nggak apa-apa, makanan nya enak kok." jawabnya sambil melirik ke arah Galen yang sedang makan berdua dengan Mawar. Kemudian Fio sepertinya sudah tidak selera makan lagi, apalagi setelah dirinya melihat Mawar yang tampak menyuapi Galen. Mawar terlihat mengepalkan tangannya dan dengan ekspresi marah Fio memalingkan wajahnya dari pemandangan yang membuat nya sakit mata itu.
"Fio! Ada apa lagi?" tanya Bastian kembali.
Fio menggelengkan kepalanya dan tersenyum kepada Bastian, sementara mata Galen masih terus mengawasi istrinya. Rupanya Bastian melihat sebiji nasi ada di sudut bibir Fio, Bastian berinisiatif untuk mengambil buliran nasi itu dari bibir Fiona menggunakan tisu.
"Fio tunggu, ada sesuatu di mulut kamu, biar aku bantu bersihkan." ucap Bastian sembari mengambil tisu dan Ia usap kan pada ujung bibir Fiona. Sementara itu Reyna melihat Galen yang ancang-ancang untuk segera datang ke tempat mereka makan, Reyna melihat wajah Galen tampak memerah, itu artinya Galen benar-benar marah dan kesal.
"Waduh gawat! Galen marah tuh, gimana ini!" gumam Reyna yang bingung saat melihat antara Galen dan Fiona.
Galen benar-benar sudah tidak bisa mengontrol emosinya, pria itu langsung berdiri dari tempat duduknya dan segera menghampiri meja dimana Fio berada.
Akhirnya Bastian dikejutkan dengan seseorang yang sedang memanggil nama Fio di belakang nya.
"Fio! Ayo kita pulang!" ajak Galen sembari menatap serius wajah istrinya.
Sementara itu Bastian tampak terkejut dengan kedatangan Galen yang mendadak, Bastian berdiri dan menatap Galen.
Fio dan Reyna tampak deg - degan melihat Galen yang sedang berhadapan dengan dosen barunya itu.
__ADS_1
"Aduh Fio gawat! Galen kayaknya marah tuh!" seru Reyna kepada Fio yang juga khawatir jika Galen berbuat macam-macam kepada Bastian.
"Siapa kamu?" tanya Bastian.
"Saya suaminya Fio." jawab Galen kepada Bastian.
"Apa? Kamu suaminya Fio? Itu tidak mungkin, mana mungkin Fio mau menikah dengan cowok seperti kamu." ucap Bastian yang membuat Galen semakin tersulut emosi.
Tiba-tiba saja Galen mengangkat kerah baju Bastian, dan hampir saja Galen melayangkan genggaman tangannya pada wajah Bastian, namun dengan segera Fio melerainya.
"Galen stop! Lepaskan Dia!" Fio tampak memisahkan mereka berdua, dan Galen pun melepaskan tangannya dari kerah baju Bastian.
"Oke oke, kita pulang, tapi Gue mohon jangan bikin keributan di sini, malu!" ucapnya sembari menatap mata Galen dalam-dalam. Galen agaknya sedikit tenang karena Fio mau ikut pulang bersamanya.
"Pak Bastian! Maafkan Saya, saya tidak bisa melanjutkan makan siang ini, saya harus pulang, terima kasih banyak atas jamuannya, Saya permisi! Reyna Gue pulang dulu!" pamit Fio kepada Bastian dan Reyna.
Fio segera menghampiri Galen dan segera mengikuti Galen untuk pulang bersamanya. Galen menggandeng tangan istrinya dan mereka berjalan menuju parkiran mobil.
Sesampainya di sana, Fiona melepaskan tangannya dari genggaman tangan Galen.
"Lepaskan tangan Gue!" ucapnya sembari menepis tangan Galen.
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥
...Setelahnya apa yang akan terjadi pada mereka? 🤔...