I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Membangunkan Galen


__ADS_3

Hingga keesokan harinya, Fio sudah bangun duluan sebelum Galen, sebagai seorang istri Fio mulai menyiapkan segala keperluan suaminya sebelum berangkat ke kampus, mereka berdua masih melanjutkan kuliah di Universitas yang sama, Galen di Fakultas Teknik sedangkan Fiona di Fakultas hukum.


"Galen! Bangun woi sudah pagi nih, molor mulu." Fio tampak mencoba membangunkan Galen yang masih terpejam.


"Hmm apaan sih, ngantuk tahu!" jawabnya sambil menutup matanya dengan bantal.


"Huuuhh dasar! Tukang molor, tuh udah Gue siapin baju Elu, Gue nggak mau ya di cap sebagai istri yang nggak becus ngurus suami, cepat bangun! Elu mau kita terlambat ngampus!" seru Fiona kepada Galen yang masih bermalas-malasan.


"Ah ...udah udah pergi! Dasar ciwi-ciwi, nggak Elu nggak Mama, suka gangguin orang tidur aja." jawabnya kesal.


"Ya udah! Bodo amat Elu bangun siang kek, bangun Besok kek, yang penting Gue udah ngingetin." Fio berkata sambil keluar dari kamar.


Setelah Fiona menyiapkan keperluan Galen, kemudian Ia segera turun dan membantu Ibu mertuanya untuk membantu menyiapkan sarapan.


"Selamat pagi Ma!" sapanya kepada Vega yang sedang berada di dalam dapur.


"Eh Fiona! Pagi juga sayang! Galen udah bangun?" tanya Vega.


"Belum, Ma!"


"Ya ampun! Tuh anak dari dulu sampai sekarang kebiasaan bangun siangnya masih saja nemplok, persis banget sama Papanya." ujar Vega sembari menggelengkan kepalanya. Fiona tampak membantu sang mertua yang sedang menyiapkan sarapan.

__ADS_1


"Masa sih Ma! Terus kalau Mama bangunin Papa pakai apa?" tanya Fio.


"Hmm ... dengar ya sayang! Kedua laki-laki itu kalau bangun pasti suka telat, kalau dibangunin mintanya di cium dulu, kalau Galen biasanya minta dipijitin dulu kakinya, baru deh bangun tuh bocah." ujar Vega.


"Ohhh gitu ya Ma! Pantesan aja susah banget buat dia berdiri." gerutu Fio.


"Apa? Masa sih susah buat Galen berdiri? Ya cukup di senggol aja dong Fio! Gampang kok." ucap Vega yang agaknya salah faham.


"Hah? Di senggol Ma?" Fiona berpikir jika yang dimaksud oleh Vega adalah di senggol adik kecilnya.


"Iya! Senggol aja nanti juga Dia bangun!" ucap Vega santai.


"Oh ...gitu ya Ma! Oke deh biar Fio coba bangunin Galen dulu, siapa tahu tips dari Mama bisa bikin Galen berdiri dan bangun." ucap Fio sambil melangkahkan kakinya menuju ke kamar mereka.


"Ya ampun! Emang dasar tukang molor, hmmm awas saja ya, Gue bikin bangun Elu." ucapnya sembari duduk di sebelah kaki Galen, perlahan Fio mulai menyentuh kaki Galen, Ia mendengar dari sang mertua jika untuk membangunkan Galen adalah dengan memijit kakinya.


Awalnya Fio memijit dengan pelan, lama-lama Fio mengeraskan pijitannya dan sesekali mencabut bulu kakinya, sontak saja Galen terkejut setengah mati saat bulu kakinya di cabut tiba-tiba oleh Fio.


"Eh kadal curut , asseeeemmm ... kaki Gue napa nih!" Galen tampak mengelus-elus kakinya namun dirinya masih memeluk bantal yang berada di bawah kepalanya.


"Loh! Kok nggak bangun juga, hmm harus pakai jurus kedua nih, kata Mama suruh senggol, oke otw." ucap Fio sembari duduk di samping paha Galen.

__ADS_1


Perlahan tangan lentik Fio memijit paha Galen, sejenak Galen menggeliat dan semakin terlentang hingga terlihat jelas adik kecilnya Galen terlihat nongol meskipun ia memakai celana pendek.


"Aisss! Apaan tuh? Belum di senggol kok udah bangun sih, duh Galen bikin spaneng aja, masa iya Gue harus senggol tuh uler, entar gigit lagi, tapi Gue nggak punya pilihan lain, bisa-bisa Galen telat ngampus, udah ah senggol aja!"


Fiona tampak nya memberanikan diri untuk menyenggol adik kecil Galen yang dipagi hari sudah terbiasa bangun sendiri.


"Toel... toel...toel"


Beberapa kali colekan dari tangan Fio membuat Galen tiba-tiba membuka matanya, karena Ia merasa ada yang sedang mengganggu ketentraman kelelakiannya.


"He ... apa yang ngapain Lu?"


Spontan Galen meriah tangan Fiona dan merebahkan tubuhnya di atas sofa yang ia tiduri. Galen baru menyadari jika itu adalah perbuatan Fiona yang sudah mencolek-colek burung empritnya Galen.


"Elu! Ngapain Elu colek-colek?" Galen tampak menatap tajam bola mata Fio.


"Gu_gue nggak bermaksud ganggu Elu, Gue cuma mau bangunin Elu dodol!" ucap Fiona yang berada di bawah tubuh Galen.


"Puas Elu! Sekarang Gue udah bangun nih, Elu harus tanggung jawab dong, mana cenut-cenut lagi." Galen tampak meringis karena menahan rasa nyeri pada adik junior nya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2