
Sementara itu Eve dan Liora tampaknya sudah sampai di depan rumah Aldo dan Vega. kedua wanita itu di sambut oleh Vega yang kebetulan hari itu sedang berada di teras rumah.
"Selamat pagi jeng Vega!" sapa Eve kepada besannya itu.
"Ya ampun Jeng Eve dan Nyonya Liora! Mari masuk!"
Mereka tampak cipika cipiki sebelum akhirnya Vega mempersilahkan tamu istimewanya itu.
"Mari silahkan duduk!" Vega mempersilahkan Eve dan Liora untuk duduk di ruang tamu. Sementara itu keduanya tampak sedang menanyakan perihal kejadian yang menimpa Fio seusai pulang dari hotel, ketika mereka sedang menghadiri pesta pernikahan Filio dan Reyna.
"Bagaimana keadaan putri Saya, Jeng? Apa Fio baik-baik saja!" Eve tampaknya begitu mengkhawatirkan keadaan putrinya, kira-kira sudah sebulan mereka menikah dan baru kali ini Eve mendengar jika putrinya itu pingsan.
"Fio baik-baik saja, Jeng! Mari Saya antar ke kamarnya!"
Vega kemudian mengantarkan Eve dan Liora untuk menemui langsung putri kesayangannya itu.
Sesampainya di kamar Fio, Eve dan Liora melihat Fio sedang duduk sembari merebahkan tubuhnya di atas ranjang, Ia begitu terkejut ketika Vega datang bersama dengan Mommy dan Uti nya.
"Fio, Sayang! Coba lihat siapa yang datang." Vega menunjukkan Mommy dan Uti nya yang sudah sangat mencemaskan keadaannya.
"Mommy!"
__ADS_1
"Fio! Kamu baik-baik saja kan, Sayang?"
"Fio baik-baik saja kok, Mommy. Cuma kepala Fio sedikit pusing." jawabnya sembari memegang keningnya yang masih terasa pusing.
Rupanya keluhan sang cucu membuat Liora senang, akhirnya keinginan nya untuk mendapatkan cicit akan segera tercapai.
"Fio, Sayang! Apa yang kamu rasakan? Apa kamu merasa ingin muntah atau mual-mual?" tanya Liora penasaran.
Fio menggelengkan kepalanya, Fio tidak pernah merasa mual apalagi muntah, hanya saja kepalanya yang sedikit pusing. Entah kenapa di malam resepsi pernikahan Filio dan Reyna, Fio merasa kepalanya terasa berat dan tiba-tiba saja ia terjatuh. Tapi Untung saja Fio pingsan saat sampai di rumah.
"Memangnya kenapa Uti? Kalau Fio muntah -muntah, apa Fio punya penyakit tertentu?" tanya gadis itu polos.
"Oh ya Fio! Uti mau tanya, apa bulan ini kamu sudah datang haid?" tanya Liora menyelidik.
"Datang bulan? Sepertinya belum deh Uti, biasanya tanggal 24 tapi sekarang tanggal 26, eh kok telat sih, nggak biasanya loh Uti? Emang kenapa Itu?"
Liora tersenyum sumringah, begitu juga dengan Eve dan Vega, dua wanita itu tampak bahagia mendengar jika Fio terlambat datang bulan.
"Oh ya ampun! Semoga saja dugaan Uti benar, jika kamu sedang hamil, Sayang!" ucapnya dengan ekspresi yang bahagia.
"Hamil?" Fio membulatkan matanya, Ia juga tak menyangka jika secepat itu dirinya hamil. Fio pun ikut tersenyum bahagia jika memang benar dirinya sedang hamil.
__ADS_1
"Untuk memastikan nya, sebaiknya kita ke dokter, kita semua ingin berita ini menjadi sebuah kebahagiaan dalam keluarga kita." ucap Eve sembari mengusap wajah putrinya.
Di balik canda tawa ke empat wanita itu, tiba-tiba saja terdengar suara dari arah samping rumah, suara seseorang yang sedang muntah-muntah.
"Hoek ... hoek ... hoek ... aduuhh mual banget ... hoek!
Rupanya suara itu adalah suara Galen yang sedang memuntahkan isi perutnya. Namun, sang Papa dengan gigihnya membantu sang anak untuk meringankan muntah-muntahnya.
"Aduuuh ... kamu tuh kenapa? pasti kamu masuk angin nih, makanya kalau tidur pakai bajumu, kalau tidur telanjang bulat ya jadi gini, kan?" ujar Aldo sambil memijit tengkuk Galen.
Setelah Galen sedikit baikan, Ia tampak memegangi perutnya yang tiba-tiba saja merasa mual.
"Ah ... papa, tidur pakai baju itu kurang afdhol, ribet nggak bisa langsung ke pusatnya." jawaban konyol dari putranya membuat Aldo teringat akan masa mudanya ketika menjadi pengantin baru.
"Hehehe ... iya juga sih, mana si Otong pingin nya masuk terus lagi." imbuh Aldo yang membuat Galen tertawa.
Namun, rasa mual itu kembali datang, dan lagi-lagi Galen muntah-muntah, meskipun tidak ada muntahan yang keluar tapi cukup membuat pria itu lemas.
Sementara itu ke empat wanita yang melihat Aldo sedang memijit tengkuk Galen tampak tertawa kecil, tingkah Aldo dan putranya itu memang konyol tapi cukup membuat bibir mereka tersenyum.
"Kamu lihat suamimu! Kamu yang hamil tapi dia yang muntah!" seru Liora kepada Fio yang tertawa melihat suami dan papa mertuanya yang terlihat akrab itu.
__ADS_1