
Kini Zyva sudah bersiap untuk pergi bersama Fio untuk bertemu dengan Bryan. Zyva terlihat gugup, entahlah kenapa tiba-tiba dirinya merasa seperti itu, ini adalah pertemuan Zyva yang kedua dengan Bryan.
Setelah Fio dan Zyva berpamitan dengan Ellen dan Rafael, mereka berdua segera menuju taman kota, tempat dimana Fio dan Bryan janjian ketemuan. Namun sepertinya Bryan yang datang terlebih dahulu daripada Fio.
Bryan terlihat duduk di sebuah kursi panjang dengan pemandangan kota di malam hari. Fio rupanya sudah melihat kehadiran Bryan di sana.
"Zyva! Itu Bryan, ayo kita ke sana!" ajak Fio sembari menggandeng tangan Zyva.
"Tapi Fio, Aku takut!" jawabnya dengan ekspresi gugup.
"Udah nggak apa-apa, ini saat nya kalian saling bicara, dan Aku akan membantumu, ayo!"
Di saat Bryan sibuk memperhatikan ponselnya, tiba-tiba saja Fio datang di depannya.
"Bryan!"
Mendengar suara yang begitu Ia kenal, Bryan dengan segera mengangkat wajahnya dan Ia melihat kedatangan Fio di depannya, Bryan begitu terkejut melihat Fio berdiri dengan seorang gadis yang selama ini ia cari-cari.
Sontak Bryan berdiri dari duduknya dan melihat kedua gadis itu tengah berdiri tepat di depan nya, sementara Zyva terlihat menundukkan wajahnya karena Ia sangat takut jika Bryan akan menolak untuk bertanggung jawab kepadanya.
"Zy_Zyva! Kamu ada di sini! Aku mencarimu selama ini, Syukurlah Aku bisa menemukan mu disini, Fio! Terima kasih Elu udah bawa Zyva kemari," seru Bryan yang membuat Fio terkejut melihat sikap Bryan yang seolah-olah dirinya sedang mencari-cari keberadaan Zyva.
__ADS_1
"Bryan! Jadi selama ini, Elu udah mencari keberadaan Zyva? Dan Elu udah tahu apa yang udah Elu lakuin kepada Zyva?" tanya Fio penasaran.
"Iya! Sorry Fio, sepertinya Gue tidak bisa melanjutkan keinginan Gue untuk menikahi Elu, apa yang udah Gue lakuin kepada Zyva sangat terkutuk dan keji, untuk menebus semua kesalahan Gue padanya, maka Gue harap Elu bisa mengerti, jika Gue akan menikahi Zyva."
Zyva menatap wajah laki-laki yang pernah mengungkungnya itu, sangat jelas terlihat bayangan Bryan yang saat pria itu bergerak-gerak di atas tubuh Zyva. Sejenak Zyva menitikkan air matanya, kala Bryan tidak mendengarkan rintihan nya.
Bryan melihat air mata yang keluar dari sudut mata Zyva, Bryan mendekati Zyva dan menghapus air mata yang turun membasahi pipinya.
"Aku minta maaf sama kamu, hari itu setelah Aku terbangun, Aku melihat bercak darah yang tertinggal di sprei, Aku bingung dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi? Dan Aku mulai sadar jika Aku baru saja menghilangkan kesucian seorang gadis, Aku benar-benar tidak mengingat kejadian saat malam itu, karena aku terlalu mabuk, dan setelah Aku melihat bukti CCTV, di situ aku baru tahu jika yang datang ke apartemen adalah kamu, di situlah aku sadar jika gadis yang sudah aku nodai adalah Kamu, Zyva!"
Zyva menatap lekat-lekat bola mata Bryan, ada kesungguhan dalam mata Bryan, namun ada yang masih mengganjal dalam hati Zyva.
"Apa kamu serius? Kau tahu saat itu perasaan ku benar-benar hancur, Aku pulang dengan tertatih, Aku tidak tahu harus berbuat apa, Sementara kamu saat itu masih berharap untuk kembali kepada Fio, akhirnya Aku memutuskan untuk pergi dari kehidupan mu untuk selamanya, agar Aku tidak mengingat kejadian itu lagi, tapi nyatanya Aku benar-benar tidak bisa melupakannya, kejadian itu selalu membayangi pikiranku." ungkap Zyva diiringi isak tangisnya.
"Apa ini? Bryan membawaku lagi dalam pelukannya, tapi kali ini terasa sangat berbeda dari malam itu." gumamnya saat kepalanya bersandar pada dada Bryan. Fio terlihat bahagia, akhirnya Bryan menyadari perbuatannya, dan Zyva akan mendapatkan keadilan.
"Aku akan menikahimu, Zyva!" ucapan Bryan membuat Zyva menangis bahagia, betapa gadis itu tidak menyangka jika Bryan akan berkata seperti itu.
"Terima kasih, Bryan!"
"Untuk apa? Itu sudah kewajibanku, Aku tahu kamu gadis yang baik, kamu berhak untuk mendapatkan keadilan dariku, menikahlah denganku!" pinta Bryan kepada Zyva. Gadis itu mengangguk dan setuju dengan permintaan Bryan. Fio menghampiri keduanya dan berkata. "Gue turut bahagia melihat kalian berdua sudah bertemu, Bryan! Gue sendiri juga minta maaf sama Elu, ternyata hubungan kita sampai di sini saja, Gue dan Galen ...." Fio tidak melanjutkan kata-katanya karena Bryan menyela pembicaraan Fio
__ADS_1
"Gue udah tahu semuanya dari Galen, dia udah cerita tentang hubungan kalian berdua, Gue ikhlasin Elu untuk Galen, Gue yakin Galen pasti bisa membahagiakan Elu." seru Bryan yang membuat Fio tersenyum bahagia.
"Dan sebentar lagi Galen akan datang kemari." ucapan Bryan membuat Fio sangat terkejut.
"Apa? Galen datang kemari? Bagaimana bisa?" ucap Fio penasaran.
"Sorry! Gue yang beritahu Dia jika kita akan bertemu." jawab Bryan.
Sejenak terlintas di pikiran Fio untuk mengerjai suaminya, sebagai balasan saat Fio memergoki Galen membonceng Mawar. Fio tampak membisikkan sesuatu di telinga Bryan.
"Bagaimana? Elu ngerti, kan?" seru Fio kepada Bryan.
"Oke! Ini pasti sangat seru!" jawabnya yang mendukung rencana Fio, sementara Zyva hanya ikut tersenyum mendengar rencana Fio yang terdengar konyol itu.
"Ya ampun Fio, entar Galen nangis loh." ucap Zyva.
*
*
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
...RENCANA APA YA KIRA-KIRA? 😁...