
Akhirnya malam itu juga Filio mengantarkan Reyna pulang, dengan wajah yang malu-malu, Reyna keluar dari mobil Filio, pria itu tampak menahan tangan Reyna dan berkata. "Apa kamu tidak mengucapkan selamat malam untukku!" ujarnya sembari menatap kedua bola mata Reyna.
"Selamat malam, Mas! Aku masuk dulu, sampai jumpa di pelaminan!" ucapnya kepada Filio yang kemudian melepaskan tangannya dan membiarkan Reyna masuk ke dalam rumah. Filio tersenyum dan kemudian pria itu segera masuk ke dalam mobil. Reyna melambaikan tangannya dan tersenyum kepada Filio yang mulai melajukan mobilnya.
Reyna mulai masuk ke dalam rumah, dengan hati yang berbunga-bunga, Reyna tampak senyum-senyum sendiri saat Ia mulai masuk ke dalam kamarnya. Saat itu juga Ia berpikir untuk mencari informasi tentang apa yang di alami oleh calon suaminya itu. Bagaimana pun juga dirinya sebentar lagi akan menjadi seorang istri, dan tentunya tugas utamanya adalah melayani dan membahagiakan sang suami.
Reyna segera mengambil laptop miliknya, dan Ia terlihat membuka artikel-artikel tentang apa yang sedang terjadi dengan Filio, sejenak Reyna berkerut keningnya saat membaca artikel.
"Kok ada yang aneh sih, masa Mas Filio separah itu sih! Nggak mungkin itunya seorang pria di amputasi sampai begitu, ahh Mas Filio pasti bohongi Aku deh." ucapnya lirih. Tiba-tiba saja Luna masuk ke dalam kamar sang anak, Luna melihat Reyna yang terlihat sedang sibuk mencari informasi tentang benda keramat milik seorang pria itu. Sejenak Luna tertawa kecil ketika melihat Reyna tengah serius melihat-lihat informasi beserta gambar milik kejantanan pria itu.
Sementara itu Reyna belum menyadari jika sang Mama tengah berdiri di belakangnya sembari memperhatikannya mencari informasi tentang hal itu.
"Aiss ini pasti Mas Filio udah bohongi Aku! Awas kamu Mas, hampir saja membuatku merasa sangat bersalah, ternyata benar kata Galen, itu nggak mungkin, terus kenapa dokter itu bilang jika Mas Filio harus di amputasi, ah sial pasti mereka bersekongkol untuk mengerjaiku, ih ... kenapa sih Mas Filio harus bohong!"
Tiba-tiba saja terdengar suara Sang Mama yang membuat Reyna begitu terkejut dan langsung menutup laptopnya.
__ADS_1
"Reyna! Kamu belum tidur, Nak?" sapa Luna kepada Reyna yang terlihat gelagapan, gadis itu segera menutup laptopnya dan segera menghampiri sang Mama yang berdiri di belakangnya.
"Mama! Reyna kira siapa hehehe." ucapnya sembari cengar-cengir.
"Kamu tuh kenapa kok belum tidur juga, nih baju juga belum di lepas,"
"Reyna ... Reyna sedang mencari sebuah informasi, Ma!" jawabnya dengan malu-malu.
"Informasi? Informasi tentang apa?" Luna tampak mengerutkan keningnya.
"Aduh sini deh Ma! Tapi Mama jangan bilang-bilang sama siapa-siapa ya! Reyna mohon!" pinta Reyna agar Luna mau mendengarkan keluh kesahnya.
"Mama kenapa sih, kok malah ketawa gitu, bukannya nolongin Reyna malah ketawa nggak jelas." umpatnya sembari mengerucutkan bibirnya. Kemudian Luna mulai menghapus air mata yang keluar dari sudut matanya ketika rasa tawa itu tidak bisa lagi mengendalikannya.
"Oke oke, maafin Mama." jawab Luna yang tampak sedang menenangkan dirinya sendiri. Setelah kiranya Luna bisa tenang, maka Ia segera berucap kepada sang putri.
__ADS_1
"Setelah Mama dengarkan kisah kalian, Mama menyimpulkan bahwa Filio dari dulu sudah menaruh harapan besar untukmu, Dia ingin mencari-cari kesempatan untuk bersama dengan dirimu, hingga Ia harus melakukan sandiwara yang konyol ini." ucapnya sembari tersenyum kembali.
Reyna begitu malu ketika sang Mama mengatakan hal itu kepadanya. Kemudian Luna mulai menjelaskan tentang apa yang Reyna ingin cari kebenarannya.
"Dengarkan Mama ....!"
Luna tampak memberikan penjelasan tentang apa yang menimpa putrinya, Reyna begitu antusias ketika sang Mama menjelaskan tentang kondisi Filio, Yang jelas si kepunyaannya Filio tetap utuh dan tidak mungkin Filio mengalami hal yang seperti di ungkapkan oleh sang putri, dari situ Reyna bertambah yakin jika Filio telah membohonginya.
"Mas Filio! Kamu benar-benar ya Mas! Awas kamu ya, Aku kerjain balik kamu." gerutunya kesal, bisa-bisanya dirinya begitu percaya jika Filio mengalami cacat pada burung empritnya.
Seketika itu sang Mama memberikan nasihat kepada sang putri.
"Dengarkan Mama! Setelah kamu resmi menjadi seorang istri, tugas utamamu adalah melayani suamimu, apapun alasannya kamu tidak boleh menolaknya, akan sangat berdosa jika kita membiarkan dan mengabaikan suami kita, kamu faham, kan?" Luna menepuk pundak Reyna.
"Iya, Ma! Reyna mengerti!" jawabnya sembari menyiapkan kejutan untuk malam pertamanya nanti.
__ADS_1
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥