I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Lebih hangat dari wedang jahe


__ADS_3

Setelah berpikir cukup lama, dan melihat kondisi suaminya yang masih kedinginan, akhirnya terpaksa Fio memberanikan diri untuk membuka kolor Galen, Fio mulai berjongkok di samping kaki Galen sembari tangannya mulai menyentuh bagian perut kolor Galen.


Galen yang tampak terpejam membuat Fio berani untuk membuka kolor milik suaminya.


"Galen, Sorry! Gue terpaksa buka, supaya Elu nggak kedinginan dan menggigil terus, Gue harap Elu tetap tenang dan nggak banyak gerak." ucapnya sembari memejamkan matanya dan perlahan Fio membuka kolor Galen, sedikit demi sedikit celana dalaam itu mulai turun ke bawah, sementara Fio tetap memejamkan matanya.


Tiba-tiba saja tangan Fio tanpa sengaja menyentuh sesuatu yang membuatnya membulatkan matanya.


"Eh, apaan tuh? hiiii kok rasanya gitu sih, oh no, diiihh apaan sih itu kok kenyal-kenyal?" gumamnya saat menyentuh teripang milik Galen yang masih lemas, efek Galen tidak enak badan.


Setelah Fiona berhati-hati, akhirnya kolor itu lepas juga dari tubuh Galen, sekarang Galen tampak telanjang bulat, Fiona segera menutupi tubuh Galen agar tetap hangat, meskipun Galen tidak memakai baju satupun, tapi selimut yang cukup tebal itu bisa membuat tubuh Galen menjadi hangat.


"Huffftt, berhasil juga lepas tuh kolor, hmm sekarang Gue ganti baju dulu deh, daripada ikut masuk angin seperti Galen!" ucapnya sembari pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah beberapa menit, Fio keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk piyama dan rambut yang Ia lilit dengan handuk kecil, karena hujan sudah membuat sekujur tubuh Fio basah semua.


Fio mendekati Galen dan melihat keadaannya, Fio memutuskan untuk ke dapur untuk mengambilkan air hangat untuk Galen. Setelah beberapa saat Fio datang dengan membawa segelas wedang jahe hangat dan semangkuk bubur untuk Galen.


Fio duduk di samping suaminya yang masih terpejam, dengan lembut Fio mengusap lembut wajah Galen. Tiba-tiba saja mata Galen mulai terbuka dan Ia melihat Fio yang sedang duduk di samping nya.


"Fio!" Galen menyebut nama istrinya dengan suara yang berat.

__ADS_1


"Galen! Elu udah sadar, Minumlah! Minuman ini akan membuat badan Elu menjadi lebih hangat." ucap Fio sembari memberikan wedang jahe buatannya.


"Terima kasih!" Galen menerima minuman itu dari istrinya, kemudian Galen meminum wedang jahe yang masih hangat itu, setelahnya Ia hendak meletakan gelas di atas meja, namun Fio segera mengambil gelas dari tangan Galen dan meletakkannya di atas meja kecil di samping tempat tidur mereka.


Tiba-tiba saja Galen merasa jika ada yang aneh pada dirinya. Dengan cepat Galen memasukkan kepalanya di dalam selimut, setelah itu Galen menatap wajah istrinya dan membulatkan matanya. Sontak apa yang dilakukan oleh Galen membuat Fiona mengerutkan keningnya.


"Ada apa?" tanya Fio yang melihat wajah Galen yang tampak tampak sangat terkejut.


"Fio! Apa Elu yang udah gantiin baju Gue?" tanya Galen penasaran.


"Iya! Gue yang udah melepaskan semua baju Elu, habisnya Elu menggigil kayak gitu, ya terpaksa Gue buka aja sekalian." jawab Fio dengan santainya.


"Jadi, Elu sudah lihat adik Gue dong?" tanya Galen yang mulai tidak tenang.


"Hah ... enak aja bilang jelek, ya Elu lihatnya pas belum Gue potong rumputnya, jadi ya sedikit rimbun, tapi Elu nggak macam-macam, kan?" seru Galen yang membuat Fiona menjadi sakit kepala.


Baru saja ia mendengar informasi tentang rumput milik Galen yang belum dipotong, sekarang dirinya difitnah telah berbuat macam-macam dengan adik Galen. Membuat Fio sedikit kesal dengan ulah suaminya itu.


"Dengar ya! Gue nggak mungkin ngapain-ngapain adik Elu, diihhh ogah banget, Gue kepegang dikit aja rasanya bergidik banget, lemes kek uler kadut." ucapnya sembari mengingat saat tangannya tidak sengaja menyentuh batang adik milik Galen.


Galen tampaknya tersenyum smirk kemudian berkata kepada istrinya, "Elu pingin nggak lemes? Coba senggol aja, pasti setelah itu dia nggak akan lemas lagi, Gue jamin." ucapnya sembari menggoda Fio yang tampaknya mulai tidak tenang duduk di samping Galen.

__ADS_1


Kemudian Fio mulai beranjak berdiri, namun tiba-tiba saja Galen menarik tangan Fio, spontan Fio menoleh ke arah Galen yang tampak tersenyum kepadanya.


"Elu mau kemana?" Galen tampak menarik tangan Fio, hingga Fio terduduk kembali di samping Galen.


"Gu_ gue mau ambilin minuman hangat lagi di dapur!" jawabnya sembari memalingkan wajahnya, Fio benar-benar malu.


"Elu nggak usah ambilin lagi, Gue udah nggak butuh minuman itu, Gue cuma butuh Elu." ucap Galen yang membuat Fio terpaksa menoleh wajah Galen.


"Maksud Elu apa?" Fio tampak mengerutkan keningnya.


"Gue akan semakin hangat, jika Elu berada di sini bersama Gue!"


Galen langsung menarik tubuh Fio untuk masuk ke dalam selimut bersamanya, sontak apa yang Galen lakukan membuat Fio takut dan sedikit berteriak.


"Awwww Galen! Apa yang Elu lakukan? Lepasin Gue!" pintanya saat Galen mendekapnya erat dari belakang.


"Nggak mau! Gue mau di peluk oleh istri Gue, ini lebih hangat daripada minum wedang jahe." ucapnya sembari memeluk Fio dari belakang.


"Galen! Ini apa? Kok keras?" ucap Fio saat tangannya menyentuh sesuatu yang tampak mengeras.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


...Eh, Fio menyentuh apa itu? Kok keras? 🤔😁...


__ADS_2