I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Mencium kening


__ADS_3

"Asseeeemmm! Gue kenapa sih ini? Kenapa Gue jadi suka lihatin Fio mulu, Galen! Sadar woi Fio itu pacar sahabat Elu, Fio mencintai Bryan, bukan Elu." gumam Galen sembari menatap wajah bola mata Fio yang juga sedang menatap balik dirinya.


"Kok Gue ngerasa aneh sih! Entah kenapa lama-lama Gue jadi suka lihat bola mata Galen, tapi ... ini tidak mungkin, Gue nggak mungkin suka sama Galen." gumam Fio mencoba meyakinkan dirinya.


Tiba-tiba saja terdengar suara deheman seseorang yang mengejutkan mereka berdua.


"Ehem-ehem." Spontan Galen dan Fio terkesiap dan kembali melanjutkan sarapan nya.


Aldo memperhatikan putranya dan sang menantu yang masih tampak malu-malu, Aldo merasa jika putranya itu belum melakukan sesuatu kepada Fio, karena Aldo melihat mereka berdua biasa-biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa semalam.


Setelah beberapa saat, Aldo pun beranjak berangkat ke kantor, sementara Galen dan Fiona juga berangkat ke kampus bersama.


Galen membukakan pintu mobil untuk Fio, dan Fio pun segera masuk ke mobil dan sesekali melihat wajah Galen yang beberapa hari terakhir ini membuat nya ingin sekali memandangnya. Dan setelahnya Galen juga masuk ke dalam mobilnya.


Kemudian mereka berdua segera berangkat ke kampus, di sepanjang jalan Galen memilih untuk diam, setelah kejadian tadi pagi bersama Fiona.


Diam-diam Fio melirik ke arah Galen yang sedang menyetir mobil mewahnya, agaknya mata Fio tidak bisa jauh-jauh dari pesona Galen yang kini sudah berhasil menyita perhatiannya.

__ADS_1


Galen yang sadar jika Fio sedang memperhatikannya diam-diam, sontak Galen berceletuk. "Kenapa! Gue terlalu cakep, bukan? Elu sampai bela-belain lirik -lirik kearah Gue." sindirnya kepada Fiona yang tampak salah tingkah.


"Diiih nggak usah ke-GR an ya! Ngapain juga lihat tampang norak Elu dodol!" celetuk Fio.


Galen tersenyum, dengan memakai kacamata hitamnya saat sedang menyetir, Galen tampak begitu tampan, sungguh ketampanan putra Aldo dan Vega itu tidak bisa diragukan lagi.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka berdua tiba di kampus, Galen memarkirkan mobilnya di tempat biasa, hari ini Galen tidak memakai motor sport kesayangannya, karena dirinya harus membawa serta istrinya, Galen juga memiliki hobi seperti sang Papa yaitu menyukai motor sport dan racing.


Galen biasanya pergi ke kampus dengan menggunakan motor kesayangannya, kali ini dirinya harus menggunakan mobil, karena Galen ingin Fio tetap nyaman, jika Ia menggunakan motor maka Ia khawatir jika Fio takut saat bersamanya, karena Galen mengendarai motor sport nya dengan laju yang cukup kencang.


Fiona mulai turun dari mobil, begitu juga dengan Galen, keduanya tampak salah tingkah, biasanya mereka selalu bercanda dan cengengesan, tapi entah kenapa pagi ini sikap keduanya berubah, setelah mereka resmi menjadi suami istri, Galen maupun Fio tampak berbeda.


"Tunggu!" Fiona menghentikan langkahnya saat Galen memanggil namanya.


"Ada apa lagi?" tanyanya kepada Galen.


Galen mendekati Fio dan tiba-tiba saja Galen mencium kening Fio.

__ADS_1


"Cup."


Fiona membulatkan matanya saat kecupan manis itu mendarat di keningnya, entah kenapa Fio tidak marah, justru Ia terlihat tersipu malu dan menundukkan wajahnya.


"Sesuai kebiasaan Papa saat Mama akan pergi, Papa selalu mencium kening Mama, dan itu membuat Gue senang melihat pemandangan itu, itu adalah simbol jika sang suami sangat menyayangi istrinya." ucapan Galen mendapatkan respon dari Fio.


"Apa itu artinya Elu juga sangat menyayangi Gue?" seru Fio dengan tatapan sendunya.


"Tidak perlu Elu tanyakan lagi, tentu saja Gue sangat menyayangimu, Elu sahabat sejati Gue." balas Galen.


"Hanya itu saja?" tanya Fio menyelidik.


Galen tampaknya susah untuk menjawab pertanyaan Fio, Galen masih ragu dengan perasaannya.


"Katakan, Galen?" Fio agaknya mendesak agar Galen berterus terang.


"Gu_gue!" Galen tampak gugup saat ingin menjawab pertanyaan dari Fio.

__ADS_1


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2