I LOVE YOU SAHABAT KU

I LOVE YOU SAHABAT KU
Impas


__ADS_3

"Oke, Papa maafin kamu Len! Karena istrimu yang minta, tapi ingat jika sekali lagi kamu membuat Fio kesal, Papa tidak akan segan-segan untuk melakukan yang lebih berat daripada ini, faham!" seru Aldo sembari berlalu meninggalkan mereka berdua.


"Iya, Pa! Galen paham." jawabnya sembari menahan rasa sakit akibat pukulan dari Aldo. Fio menatap wajah sang suami dengan kasihan.


"Kamu nggak apa-apa, kan? Pasti sakit, maafin Aku gara-gara Aku, kamu dipukuli oleh Papa." seru Fio yang merasa bersalah kepada suaminya. Galen tersenyum dan berkata. "Ini bukan salahmu, semua ini salahku, Aku minta maaf jika aku sudah menyakitimu, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi, awww." jawab Galen sambil berpura-pura menahan rasa sakit.


Tentu saja Fio sangat mengkhawatirkan keadaan suaminya, sehingga Ia memutuskan untuk membawa Galen ke dalam kamar.


"Sebaiknya kita ke kamar saja, Aku akan obati lukamu."


Saat itu juga, Fio memapah tubuh Galen dan membawanya ke dalam kamar, sementara itu Aldo yang melihat di balik dinding terlihat mengacungkan jempol kepada Galen, Galen pun tersenyum dan mengacungkan jempol kepada sang Papa.


"Dasar kamu Galen! Hah syukurlah kalian udah akur, selanjutnya Papa cuma bisa berdoa semoga kalian berdua bisa segera memberikan cucu buat Papa, sukses Galen! Malam ini kamu bakal lembur!" ucapnya yang tanpa sengaja di dengar oleh sang istri.


"Galen kenapa tuh? Apa maksudmu dengan Galen yang bakal lembur, sayang!" ucap Vega yang tiba-tiba membuat Aldo terkejut.


"Eh kamu ngagetin aja! Enggak tuh anak-anak pada berantem, biasa cemburu kek kamu dulu," jawab Aldo mengingatkan kepada Vega jika dulu sang istri juga pernah cemburu kepada Aldo.


"Oh ya! Terus apa mereka sudah baikan?" tanya Vega serius.


"Ya sudah dong! Tuh mereka sudah masuk ke dalam kamar, bentar lagi mereka bakal bikinin cucu buat kita." seru Aldo sembari merangkul pundak istrinya. Vega pun ikut tersenyum dan bahagia.


"Ahhh senengnya kalau kita punya cucu, sayang! Pasti deh rumah ini bakal rame, Aku ingin mereka punya anak kembar, cowok dan cewek, sama tuh kayak pak Willy, yang punya anak kembar Fio sama kakaknya tuh yang sekarang ada di luar negeri." Vega berharap Galen dan Fio memiliki anak kembar. Sementara itu Aldo juga ingin mempunyai cucu kembar sama seperti istrinya.

__ADS_1


"Aku pun sama ingin mereka punya anak kembar, tapi bukan kembar dua, tapi kembar lima sekaligus."


Tiba-tiba saja Vega memukul tangan Aldo.


"Ihhh ... kamu pikir kucing apa, kira-kira dong." ujar sang istri.


"Hehehe, biar bisa jadi tim basket, Sayang!" balas Aldo sembari cengengesan.


*


*


*


Fio merebahkan tubuh suaminya dengan sangat pelan, hari itu Fio terlihat begitu lembut memperlakukan Galen, dan Galen pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan perhatian dari sang istri, sesekali Galen meringis kesakitan saat Fio menyentuh bagian tertentu dari tubuhnya.


"Awww sakit, sayang!" Galen tampak memegang perutnya sembari meringkuk seolah-olah dirinya kesakitan. Tentu saja Fio sangat cemas dan takut jika Galen terjadi apa-apa.


"Mana yang sakit, biar Aku obati!" ucapnya sembari mengusap rambut sang suami. Galen meraih tangan Fio dan meletakkannya di atas dadanya sembari berucap, "Di sini! hatiku benar-benar sakit saat melihatmu tidak menghiraukanku." ucap pria tampan itu sembari menatap wajah sang istri lekat-lekat.


Fio tertunduk dan memalingkan wajahnya karena malu, kemudian Galen meraih wajah sang istri agar menatap dirinya yang saat itu ingin sekali memeluk dirinya.


"Apa yang kamu pikirkan? Kamu cemburu saat melihat ku bersama Mawar? Dengar Sayang! Aku dan Mawar tidak ada hubungan apa-apa, saat itu Aku melihat Mawar sedang di ganggu oleh dua orang preman, masa aku tega sih melihat seorang wanita yang sedang dalam kesulitan, akhirnya aku bantu Mawar dan aku ajak dia berangkat bareng, jika tidak Mawar akan terlambat ke kampus dan pastinya dia akan di ganggu preman-preman itu lagi." ucap Galen menjelaskan tentang apa yang terjadi.

__ADS_1


"Tapi, kenapa kalian mesra sekali? Aku nggak suka lihat cewek lain yang pegang-pegang kamu, sayang!" Seru Fio sembari mengerucutkan bibirnya, Galen tersenyum dan berkata, "Namanya juga naik motor sport, kamu tahu sendiri bagaimana posisi nya, masa iya Aku biarin si Mawar tidak pegangan, entar kalau jatuh, kan bisa bahaya, Mawar sendiri juga udah minta izin, takutnya ya gitu, kamu lihat dan jadi salah paham, eh ternyata kamu lihat juga, salah paham kan jadinya." ungkap Galen.


Fio sedikit malu, karena telah salah paham terhadap suaminya.


"Aku minta maaf, Aku nggak suka aja lihat kamu di pegang-pegang wanita lain, kamu ngerti nggak sih! Hanya Aku saja yang boleh pegang kamu, ngerti!"


Galen tersenyum menyeringai dan langsung memeluk Fio, kemudian Fio menyandarkan kepalanya pada dada bidang Galen, sesekali Galen mengecup puncak kepala istrinya dan mengelus-elus pundaknya.


Tiba-tiba saja Fio merasa ada yang aneh dengan suaminya, kenapa Galen sudah tidak merasa sakit lagi, dengan cepat Fio menatap wajah sang suami dan berkata, "Sayang! Kamu sudah tidak sakit lagi?" tanyanya serius, Galen tersenyum melihat ekspresi sang istri yang begitu terkejut.


"Kita impas! Tadi kamu sudah ngeprank Aku, sekarang giliran kamu yang aku kerjain." jawabnya sembari tersenyum puas.


"Ihhh Galen! Kamu jahat banget, bikin aku deg-degan tahu nggak." ucap Fio sembari mencubit pinggang suaminya.


"Awww sakit sayang! Kamu benar-benar sudah membuat kesabaran ku habis, sini Aku bakal bikin kamu merem melek, awas kamu ya! Kamu nggak akan bisa lari kemana-mana."


"Awww, Galen jangan dong, emmpttt.!


Fio tampak merremas rambut Galen karena Galen sudah berhasil membungkam bibir sang istri dengan ciuman mautnya.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


...TAHAN NAFAS KALIAN 😁😁...


__ADS_2