
"Sudah ... sudah bilang sama teman-teman, jika Reyna masih ingin bebas dulu, Ma! Gitu." jawabnya sembari tersenyum paksa.
"Dengar sayang! Kali ini perjodohan kamu dan pilihan kami tidak bisa ditunda lagi, dan Minggu depan keluarga besar mereka akan datang melamarmu, jangan kecewakan kami, jadi kamu harus bersiap-siap." ucap Luna sembari pergi ke dalam rumah.
Reyna masuk ke dalam kamar nya dan duduk dengan lemas seketika, bagaimana Ia harus mengatakan kepada sang Mama jika dirinya sudah berjanji kepada Filio, yang pastinya akan membuat kedua orang tuanya kecewa, sementara Reyna tidak ingin membuat kedua orang tuanya bersedih.
"Astaga! Kenapa semua ini harus terjadi padaku sih!" kesalnya sembari menarik rambut palsunya yang Ia pakai untuk menutupi rambut panjangnya. Reyna membuang wig itu ke sembarang arah, hingga tiba-tiba saja Ray masuk ke dalam kamar Reyna, alhasil rambut wig Reyna mengenai tepat pada wajah tampan sang Papa.
"Ehh ... apa ini!" Ray terlihat cukup lucu dengan wajah yang tertutup oleh rambut palsu sang anak.
"Papa!" Reyna kemudian beranjak menghampiri sang Papa yang terkena lemparan rambut palsunya. Kemudian Reyna mengambil rambut itu dari wajah sang Papa yang masih terlihat ketampanannya seorang Melviano Ar Rayyan. Meski usianya sudah tidak muda lagi.
"Ma-maaf Pa! Reyna tidak sengaja!" ucap sang putri sembari menahan rasa ingin tertawa nya.
"Hmm ... kamu ini, mau bikin wajah kinyis-kinyis Papa hilang, ya!" jawab Ray sembari merapikan rambutnya sendiri.
"Yeeee ... Reyna kan udah minta maaf, Pa! Reyna nggak sengaja, lagian Papa masuk nggak ketuk pintu dulu sih." jawabnya sembari meletakkan wig nya di atas meja.
"Ya udah, Papa maafin, sekarang kamu dengerin Papa, tadi Mamamu sudah bilang sama Papa jika kamu keberatan untuk dijodohkan, dengarkan Papa Reyna, Papa ngerti perasaan mu, Baiklah! Sebelum keluarga besar mereka datang ke rumah untuk melamarmu, Papa akan mengenalkan mu dengan calon suami mu, dia putra dari teman bisnis Papa, dan dia baru saja pulang ke Indonesia." seru Ray kepada putrinya.
"Tapi, Pa! Reyna ...."
__ADS_1
"Sudah, kamu jangan membantah, besok malam Papa akan pertemukan kalian berdua, kita akan makan malam bersama, ayahnya mengundang Papa untuk makan malam bersama, jadi besok malam adalah kesempatan untukmu bertemu dengan calon suami mu. Sudah ya! Papa mau keluar dulu, kamu mandi setelah itu kita makan!" ucapan Ray membuat Reyna semakin bingung. Bagaimana dirinya harus bicara kepada Filio jika dirinya dijodohkan oleh orang lain.
Setelah Ray keluar dari kamar Reyna, saat itu juga Reyna mulai masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah beberapa menit akhirnya Ia keluar dengan menggerai rambut basah nya.
*
*
*
Sementara itu Filio pun sudah berada di dalam kamarnya, entah kenapa tiba-tiba saja ia ingin sekali menggoda Reyna yang pastinya sekarang gadis itu sudah santai-santai di rumahnya.
"Reyna ... Reyna ... ini dia!"
Filio kemudian menekan nomor Reyna untuk melakukan video call. Dan di seberang sana, Reyna pun mendapati ponselnya berdering, gadis yang saat ini sedang menggerai rambut panjangnya itu tampak melihat ke layar ponselnya yang sedang menyala. Keningnya berkerut saat melihat nomor tak di kenal sedang menghubungi nya.
"Nomor siapa nih?" Reyna merasa tidak mengenal nomor tersebut, kemudian Reyna mematikan ponselnya.
"Shiiit ... kok di matiin sih, Aku panggil lagi nih!" Filio menghubungi nomor Reyna lagi hingga berkali-kali sampai Reyna terpaksa harus menjawab video call dari Filio.
"Aduuuhh ... siapa sih, ganggu banget! Awas saja ya, Gue damprat Lu nggak perduli siapa Lu, udah bikin kuping Gue panas aja." umpatnya sembari menekan tombol yes untuk membuka percakapan video.
__ADS_1
Dalam sekejap Keduanya sama-sama terkejut dan saling memandang, Filio begitu terkejut saat melihat penampilan Reyna yang begitu berbeda, dengan rambut panjang yang menghiasi wajah natural nya, sementara saat di kampus tadi, Reyna berpenampilan dengan rambut pendek.
"Reyna! Shiiit ... apa benar ini Reyna? Kenapa dia beda banget sama tadi siang." gumam Filio yang tak percaya jika Reyna masih memiliki rambut panjang.
"Mas Filio! Diihh ... ngapain sih pake Video call segala, bikin malu aja!" gumam Reyna sembari menutupi kepalanya dengan handuk.
"Reyna! Kenapa harus ditutupi, udah biar rambut mu gitu aja!"
"Aku malu, Mas!"
"Malu! Kamu lebih cantik jika dengan rambut panjang,"
Reyna tampak tersipu malu saat Filio memujinya.
"Tumben nih orang muji Gue!" gumamnya sembari melepaskan handuk yang menutupi kepalanya.
"Cantik ...." ucap Filio lirih.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1